icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Pelarian Cinta Yang Terlarang

Bab 5 setiap kata yang keluar dari mulut Thorne

Jumlah Kata:693    |    Dirilis Pada: 29/01/2025

p kata yang keluar dari mulut Thorne, semakin mengikat Elara dalam jaring yang dia sendiri tidak tahu bagaimana cara

erus terjebak dalam ketakutan, dalam bayangan bahwa hidupnya akan selalu dikendalikan oleh pria yang sudah menghancurk

n yang luas dengan cahaya keemasan. Itu adalah pemandangan yang indah, namun tidak cukup untuk menghapus rasa cemas yang selalu ada di hati

a, mengawasi, mengendalikan. Ada kalanya Elara merasa dia benar-benar tidak punya tempat di dunia ini. Ia tidak t

wan. Mungkin ada celah dalam kekuatan Thorne yang bisa ia temukan. Ia hanya p

a masih seperti biasa-tenang, penuh kontrol, seolah tidak ada yang salah. Namun, di balik mata yang tajam itu, Elara bisa m

bus keheningan. "Ada sesuat

pun hatinya berdegup kencang

"Aku pikir kita perlu lebih mengenal satu sama lain. Kamu tahu, sebagai keluar

wab Elara dengan suara yang penuh tantangan. "Dan aku

membuat Elara mual. "Kamu masih berpikir kamu bisa melawan, ya? Mungkin itu sebabny

ri permainanmu, Thorne. Kamu hanya ingin mengontrol segalanya. Kamu pikir

urkan, Elara. Mengontrol. Mendidikmu. Dunia ini bukan tempat yang ramah untuk orang-or

nia ini! Aku hanya ingin hidupku sendiri. Aku tidak butuh kamu untuk mendidikku, Th

dak akan pernah cukup, Elara. Kamu bisa melawan sekarang, tetapi kamu akan segera menyadari bahwa d

menyerah pada amarah yang semakin membara di dal

anpa ia pikirkan, dan Thorne hanya

yang semakin hancur. Sesaat ia berdiri di balkon itu, terjebak dalam rasa marah dan putus asa. T

cara untuk menghancurkan cengkeramannya sedikit demi sedikit. Tidak ada yang abadi,

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Pelarian Cinta Yang Terlarang
Pelarian Cinta Yang Terlarang
“Saat usianya 10 tahun, Elara diadopsi oleh Thorne, mantan kekasih ibunya, setelah ibunya mengakhiri hidupnya dengan tragis. Tidak hanya itu, Elara juga disadarkan pada kenyataan pahit bahwa Thorne adalah orang yang nyaris meracuni ibunya sebelum tragedi tersebut terjadi. Sejak saat itu, Elara terpaksa hidup bersama Thorne dan keluarganya-paman dan bibi dari pihak ayah angkatnya. Namun, semuanya berubah ketika situasi memaksa Elara untuk tinggal serumah dengan Thorne. Di bawah aturannya yang keras, hidup Elara berubah menjadi mimpi buruk. Keinginan Thorne untuk mengendalikan setiap aspek hidupnya, hingga hal-hal kecil yang seharusnya menjadi haknya, membuat Elara merasa seperti terperangkap dalam cengkeraman besi. Dulu dimanjakan, kini Elara menjadi pemberontak, marah, dan penuh kebencian. Namun, ada satu hal yang sulit diterima oleh Elara: Thorne, lelaki yang telah menghancurkan hidup ibunya, ternyata menyimpan perasaan yang jauh lebih gelap terhadapnya. Perasaan itu membuat Elara bertekad untuk melarikan diri-tapi apakah dia akan berhasil, atau justru jatuh lebih dalam ke dalam cengkraman Thorne yang tak terduga? Apakah Elara bisa menemukan kebebasan dan mengungkapkan kebenaran yang terkubur, atau akan terjebak dalam permainan berbahaya yang tak pernah ia inginkan?”
1 Bab 1 Rumah yang awalnya bukanlah tempat yang diinginkan2 Bab 2 Elara mengunci pintu kamarnya3 Bab 3 Suasana di meja makan terasa kaku,4 Bab 4 Elara menghabiskan malam itu dengan rasa gelisah5 Bab 5 setiap kata yang keluar dari mulut Thorne6 Bab 6 Membuka Pintu Terlarang7 Bab 7 berusaha untuk tetap teguh8 Bab 8 ada satu hal yang tak bisa ia abaikan9 Bab 9 Thorne mungkin berpikir ia telah menguasai semuanya10 Bab 10 Obrolan mereka semalam telah membuka sebuah jalan baru11 Bab 11 Pengakuan yang Menyakitkan12 Bab 12 Kebenaran yang baru saja ia dengar dari Gideon13 Bab 13 mengadakan rapat mendadak14 Bab 14 Hari yang ditunggu Elara akhirnya datang15 Bab 15 seperti dua kekuatan besar yang bersiap untuk bertarung16 Bab 16 hanya dihadapkan pada Thorne17 Bab 17 Kemenangan terasa seperti sebuah ilusi18 Bab 18 Suasana mencekam semakin menghantui19 Bab 19 semakin mempersempit ruang geraknya20 Bab 20 mobil hitam itu berhenti tepat di depan mereka21 Bab 21 Suara benturan22 Bab 22 menjadi simbol perlawanan mereka23 Bab 23 berfungsi sebagai pusat24 Bab 24 memeriksa dokumen-dokumen yang mereka temukan25 Bab 25 Elara dan Della tahu mereka tak bisa lagi menunda tindakan26 Bab 26 Della meninggalkan pusat perlindungan27 Bab 27 Pria itu mendekat dengan langkah penuh ancaman28 Bab 28 Membongkar Topeng29 Bab 29 Saat Elara dan Della menuju alamat yang diberikan30 Bab 30 Tidak ada jalan pulang