icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Pelarian Cinta Yang Terlarang

Bab 2 Elara mengunci pintu kamarnya

Jumlah Kata:638    |    Dirilis Pada: 29/01/2025

erat. Ruangan itu terasa sempit, meskipun sebenarnya cukup luas. Setiap sudutnya dipenuhi dengan bayangan masa lalu-bayangan yang tak bisa ia buang, tak bisa ia lupakan

idak. Perasaan itu, perasaan terperangkap, terus menghantui. Ketika ibunya bunuh diri, dunia Elara berubah dalam sekejap. Dan sekara

ng melihatnya bukan sebagai seorang anak, tetapi sebagai seseorang yang bisa dikendalikan. Sering kali, Elara merasa seperti boneka yang terikat tali, be

perhatian yang diberikannya. Sesuatu yang membuat Elara merasa tidak nyaman, yang bahkan tidak bisa ia ungkapkan dengan kata-kata. Bagaima

nya berdebar kencang. Dalam sekejap, Thorne sudah berada di sana, berdiri di ambang p

uaranya terdengar lebih d

n sikapnya. "Makan malam hampir siap," katanya tanpa men

lara dengan nada tajam. "Aku t

enangan yang begitu mengganggu. Ia melangkah lebih dekat, begitu dekat hingga Elara bisa merasakan hembusa

dalam, lebih menekan. "Aku hanya ingin yang terbaik untukmu

tuknya dalam hidup yang penuh dengan kontrol ini? Apa yang terbaik untuknya dalam hidup yang dipenuhi deng

iap kata yang keluar dari mulutnya penuh kekuatan. "Kamu tidak tahu apa

unyikan apapun selain ketegangan yang semakin mencengke

t satu hal. Kamu tidak pernah bisa melarikan

yang penuh ancaman, bukan lagi hanya tentang kontrol-itu

rasaan yang sulit ia artikan. Semua yang terjadi-setiap tindakan, setiap kata-semakin membuatnya ragu. Dia

orne akan selalu ada, mengintai, menunggu kesempatan untuk men

ermulaan. Dan dia tid

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Pelarian Cinta Yang Terlarang
Pelarian Cinta Yang Terlarang
“Saat usianya 10 tahun, Elara diadopsi oleh Thorne, mantan kekasih ibunya, setelah ibunya mengakhiri hidupnya dengan tragis. Tidak hanya itu, Elara juga disadarkan pada kenyataan pahit bahwa Thorne adalah orang yang nyaris meracuni ibunya sebelum tragedi tersebut terjadi. Sejak saat itu, Elara terpaksa hidup bersama Thorne dan keluarganya-paman dan bibi dari pihak ayah angkatnya. Namun, semuanya berubah ketika situasi memaksa Elara untuk tinggal serumah dengan Thorne. Di bawah aturannya yang keras, hidup Elara berubah menjadi mimpi buruk. Keinginan Thorne untuk mengendalikan setiap aspek hidupnya, hingga hal-hal kecil yang seharusnya menjadi haknya, membuat Elara merasa seperti terperangkap dalam cengkeraman besi. Dulu dimanjakan, kini Elara menjadi pemberontak, marah, dan penuh kebencian. Namun, ada satu hal yang sulit diterima oleh Elara: Thorne, lelaki yang telah menghancurkan hidup ibunya, ternyata menyimpan perasaan yang jauh lebih gelap terhadapnya. Perasaan itu membuat Elara bertekad untuk melarikan diri-tapi apakah dia akan berhasil, atau justru jatuh lebih dalam ke dalam cengkraman Thorne yang tak terduga? Apakah Elara bisa menemukan kebebasan dan mengungkapkan kebenaran yang terkubur, atau akan terjebak dalam permainan berbahaya yang tak pernah ia inginkan?”
1 Bab 1 Rumah yang awalnya bukanlah tempat yang diinginkan2 Bab 2 Elara mengunci pintu kamarnya3 Bab 3 Suasana di meja makan terasa kaku,4 Bab 4 Elara menghabiskan malam itu dengan rasa gelisah5 Bab 5 setiap kata yang keluar dari mulut Thorne6 Bab 6 Membuka Pintu Terlarang7 Bab 7 berusaha untuk tetap teguh8 Bab 8 ada satu hal yang tak bisa ia abaikan9 Bab 9 Thorne mungkin berpikir ia telah menguasai semuanya10 Bab 10 Obrolan mereka semalam telah membuka sebuah jalan baru11 Bab 11 Pengakuan yang Menyakitkan12 Bab 12 Kebenaran yang baru saja ia dengar dari Gideon13 Bab 13 mengadakan rapat mendadak14 Bab 14 Hari yang ditunggu Elara akhirnya datang15 Bab 15 seperti dua kekuatan besar yang bersiap untuk bertarung16 Bab 16 hanya dihadapkan pada Thorne17 Bab 17 Kemenangan terasa seperti sebuah ilusi18 Bab 18 Suasana mencekam semakin menghantui19 Bab 19 semakin mempersempit ruang geraknya20 Bab 20 mobil hitam itu berhenti tepat di depan mereka21 Bab 21 Suara benturan22 Bab 22 menjadi simbol perlawanan mereka23 Bab 23 berfungsi sebagai pusat24 Bab 24 memeriksa dokumen-dokumen yang mereka temukan25 Bab 25 Elara dan Della tahu mereka tak bisa lagi menunda tindakan26 Bab 26 Della meninggalkan pusat perlindungan27 Bab 27 Pria itu mendekat dengan langkah penuh ancaman28 Bab 28 Membongkar Topeng29 Bab 29 Saat Elara dan Della menuju alamat yang diberikan30 Bab 30 Tidak ada jalan pulang