icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Wanita Incaran Sang Billionaire

Bab 3 Tersesat dalam Kehampaan

Jumlah Kata:919    |    Dirilis Pada: 15/01/2025

rlalu terasa begitu berat, seperti ada beban yang menekan dadanya tanpa ampun. Dia menatap dirinya di cermin, melihat bayangannya yang tampak begitu kosong. Wajah yang dulu

ritaan yang kini menjadi bagian dari diriny

ng dia anggap hanya sebagai kebodohan, kini menjadi hal yang paling dia inginkan. Tetapi semuanya telah hilang. Serena-wanita yang selama in

a bahwa dunia yang dulunya cerah dan penuh dengan kemungkinan kini terasa begitu gelap. Serena adalah satu-satunya orang yang mampu melihat dirinya tanpa penutup, tanpa topeng, tanpa harus terperangkap dalam citra yang di

bertemu, bagaimana senyumannya yang tulus membuatnya merasa aman. Serena adalah satu-satunya orang yang tidak takut untuk menantang dia, untuk berbicara tentang hal-hal yang paling dalam, y

ketakutannya bahwa dia tidak cukup baik untuk mendapatkan cinta sejati. Serena berusaha untuk mendekatinya, untuk membuka hatinya, tetapi Dylan menarik diri, terlalu takut untuk membuka diri

nia terasa lebih indah. Tidak ada lagi tatapan lembut yang membuat hatinya merasa damai. Tidak ada lagi suara tawa yang menenangkan segala

i, dan dia merasa kehilangan arah. Semua kegiatan yang dulu membuatnya sibuk kini terasa kosong. Meskipun dunia di luar penuh dengan gemerlap, Dylan merasa seperti berjalan dalam kegelapan yang tak

an terpenting dari dirinya telah hilang? Serena adalah bagian dari dirinya yang dulu tidak dia akui, bagian yang mengajarkan dia u

erasa begitu menyakitkan. Dia duduk di meja yang biasa mereka duduki bersama, memesan secangkir kopi pahit, yang terasa jauh lebih pahit daripada yang pernah dia rasakan sebelumnya. Setiap sudut

berbicara pada bayangan yang kini hanya ada dalam pikirannya.

ang waktu, seandainya dia bisa memperbaiki segalanya, mungkin segalanya tidak akan berakhir seperti ini. Tetap

bergerak lambat di langit seolah-olah menggambarkan perasaannya yang terperangkap-terperangkap dalam penyesalan yang tak bisa dia lepaskan. Dun

emuan yang dijadwalkan untuk hari itu. Dylan menatap pesan itu sejenak, lalu meletakkan ponselnya. Dia merasa kehilangan arah. Pekerjaan, kekayaan, semuanya

ada yang bisa mengisi kekosongan ini. Dan dia tahu, meskipun dia berusaha

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Wanita Incaran Sang Billionaire
Wanita Incaran Sang Billionaire
“Dylan Cassanova, pria berusia 27 tahun yang dikenal sebagai seorang miliarder tampan, kaya raya, dan berkuasa. Semua orang tahu siapa dia, atau lebih tepatnya apa dia-seorang pemikat wanita. Hidupnya diwarnai oleh pesta, ketenaran, dan wanita-wanita yang datang dan pergi begitu saja. Tidak ada yang bisa bertahan lama di sisinya, kecuali mereka yang tertarik pada kemewahan, dan bukan pada dirinya. Tidak ada yang pernah merasa cukup untuk meluluhkan hatinya, dan tak ada yang pernah sukses mencuri hatinya dari kemewahan dan ambisi yang menjadi hidupnya. Namun, ada satu nama yang selalu muncul dalam pembicaraan orang-orang-Serena Tanaya. Seorang wanita biasa yang tidak tertarik pada harta atau kekuasaan, tetapi lebih pada nilai-nilai dan perasaan yang terkubur dalam diri Dylan. Keberadaan Serena telah membantah segala rumor yang berkembang tentang Dylan. Apakah dia benar-benar bisa meruntuhkan tembok hati pria itu?”
1 Bab 1 Hilangnya Cinta yang Terlambat2 Bab 2 Hati yang Terluka3 Bab 3 Tersesat dalam Kehampaan4 Bab 4 semakin menyadari betapa kosongnya hidupnya5 Bab 5 Dylan tidak pernah merasa sepi6 Bab 6 Tidak ada lagi kehangatan dalam suasana ini7 Bab 7 dia mulai menerima kenyataan8 Bab 8 Menyusun Kembali9 Bab 9 Luka yang Mengajariku Bertahan10 Bab 10 Menghadapi Bayangan Sendiri11 Bab 11 sudah memutuskan untuk melangkah maju12 Bab 12 Apakah ia masih orang yang sama 13 Bab 13 Mencari Kekuatan dalam Rasa Sakit14 Bab 14 mencoba menata hidupnya kembali15 Bab 15 tak perlu terburu-buru untuk memperbaiki segalanya16 Bab 16 Rasa kehilangan itu bukan hanya tentang berpisah17 Bab 17 Kehidupan tidak pernah bisa diprediksi18 Bab 18 rasa bersalah itu masih ada19 Bab 19 Dylan menyadari bahwa luka itu tidak harus hilang sepenuhnya20 Bab 20 Foto itu ada di samping meja tidurnya21 Bab 21 Ada harapan kecil yang bersembunyi di balik rasa sakit22 Bab 22 ada rasa rapuh yang mengingatkannya23 Bab 23 Emily telah memberinya pengertian24 Bab 24 Beberapa bulan telah berlalu25 Bab 25 Ada hening yang menyesakkan di antara mereka26 Bab 26 Rasa cemas mulai merayapi dirinya27 Bab 27 hati Dylan tetap merindukan sesuatu28 Bab 28 Karena cinta itu tidak selalu berarti memiliki29 Bab 29 Mengapa ia terus melanjutkan rutinitas ini