icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Wanita Incaran Sang Billionaire

Bab 5 Dylan tidak pernah merasa sepi

Jumlah Kata:997    |    Dirilis Pada: 15/01/2025

kekayaan yang melimpah-dia seharusnya merasa puas. Namun, setiap benda yang ada di sekelilingnya kini hanya menjadi kenangan yang menambah ra

ubuhnya terbalut selimut tebal, namun hatinya merasa beku. Bahkan tidur tidak bisa memberi ketenangan lagi. Tidur hanyalah pelarian s

ahagiaan hanya membuatnya semakin lelah, semakin terperangkap dalam rutinitas yang tidak ada akhirnya. Hanya ada satu nama yang terus bergema dalam pikirannya: Serena. Wa

ana tujuannya, hanya ingin menjauh dari kenyataan yang menyakitkan ini. Langkah demi langkahnya terasa berat, setiap tarikan napasnya sep

a kunjungi bersama, seperti taman yang selalu dipenuhi tawa dan obrolan ringan, kini hanya meninggalkan luka yang teramat dalam. Semua hal yang dulu dianggap sepele kini terasa seperti kenangan

bilnya. Kafe ini, dengan pencahayaan hangat dan suasana yang tenang, adalah tempat mereka pertama kali bertemu, tempat di mana semuanya dimulai. Dulu, kafe ini

yang menyakitkan namun indah. Dia menatap kursi di seberang meja, tempat Serena biasa duduk. Rasanya, seakan Serena masih ada di sana, menatapnya dengan mata yang penuh kasih. Mungkin jika

an kembali terlarut dalam pikirannya. Matanya terpejam sejenak, berusaha menenangkan diri. Rasa sakit di hatinya semakin mendalam. Dia meras

mereka, tetapi Dylan merasa terasing. Seperti ada sebuah dinding yang memisahkannya dengan dunia luar. Dan di balik dinding itu, Serena berjalan menj

nya, tetapi juga seseorang yang mengajarkan dia untuk melihat dunia dengan cara yang berbeda-cara yang lebih tulus, lebih manusiawi. Namun, dia tidak cukup kuat untuk menerima itu. Dia takut. Dia takut a

as, Dylan memeriksa layar ponselnya, berharap tidak ada yang penting. Namun, ketika dia me

a tidak bicara. Aku har

tu tenggelam dalam dunia yang dia ciptakan sendiri, hingga melupakan orang-orang yang benar-benar peduli padanya? Satu-satunya

emetar, Dylan menget

Ma. Hanya... banyak ya

uka yang dia rasakan? Namun, dia tahu, itu bukan masalah kata-kata. Masalahnya adalah bagaimana dia bisa melangkah keluar

kekuasaan dan kontrol. Cinta, sesederhana apapun, adalah kekuatan yang tidak bisa dia kendalikan. Dia tidak bisa terus hidup dalam ketakutannya. Dia harus menghadapi kenyat

kesedihan yang terus menggerogoti. Tapi dia tahu, suatu saat nanti, dia harus mengambil langkah pertama. Langkah untuk berdamai deng

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Wanita Incaran Sang Billionaire
Wanita Incaran Sang Billionaire
“Dylan Cassanova, pria berusia 27 tahun yang dikenal sebagai seorang miliarder tampan, kaya raya, dan berkuasa. Semua orang tahu siapa dia, atau lebih tepatnya apa dia-seorang pemikat wanita. Hidupnya diwarnai oleh pesta, ketenaran, dan wanita-wanita yang datang dan pergi begitu saja. Tidak ada yang bisa bertahan lama di sisinya, kecuali mereka yang tertarik pada kemewahan, dan bukan pada dirinya. Tidak ada yang pernah merasa cukup untuk meluluhkan hatinya, dan tak ada yang pernah sukses mencuri hatinya dari kemewahan dan ambisi yang menjadi hidupnya. Namun, ada satu nama yang selalu muncul dalam pembicaraan orang-orang-Serena Tanaya. Seorang wanita biasa yang tidak tertarik pada harta atau kekuasaan, tetapi lebih pada nilai-nilai dan perasaan yang terkubur dalam diri Dylan. Keberadaan Serena telah membantah segala rumor yang berkembang tentang Dylan. Apakah dia benar-benar bisa meruntuhkan tembok hati pria itu?”
1 Bab 1 Hilangnya Cinta yang Terlambat2 Bab 2 Hati yang Terluka3 Bab 3 Tersesat dalam Kehampaan4 Bab 4 semakin menyadari betapa kosongnya hidupnya5 Bab 5 Dylan tidak pernah merasa sepi6 Bab 6 Tidak ada lagi kehangatan dalam suasana ini7 Bab 7 dia mulai menerima kenyataan8 Bab 8 Menyusun Kembali9 Bab 9 Luka yang Mengajariku Bertahan10 Bab 10 Menghadapi Bayangan Sendiri11 Bab 11 sudah memutuskan untuk melangkah maju12 Bab 12 Apakah ia masih orang yang sama 13 Bab 13 Mencari Kekuatan dalam Rasa Sakit14 Bab 14 mencoba menata hidupnya kembali15 Bab 15 tak perlu terburu-buru untuk memperbaiki segalanya16 Bab 16 Rasa kehilangan itu bukan hanya tentang berpisah17 Bab 17 Kehidupan tidak pernah bisa diprediksi18 Bab 18 rasa bersalah itu masih ada19 Bab 19 Dylan menyadari bahwa luka itu tidak harus hilang sepenuhnya20 Bab 20 Foto itu ada di samping meja tidurnya21 Bab 21 Ada harapan kecil yang bersembunyi di balik rasa sakit22 Bab 22 ada rasa rapuh yang mengingatkannya23 Bab 23 Emily telah memberinya pengertian24 Bab 24 Beberapa bulan telah berlalu25 Bab 25 Ada hening yang menyesakkan di antara mereka26 Bab 26 Rasa cemas mulai merayapi dirinya27 Bab 27 hati Dylan tetap merindukan sesuatu28 Bab 28 Karena cinta itu tidak selalu berarti memiliki29 Bab 29 Mengapa ia terus melanjutkan rutinitas ini