icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Wanita Incaran Sang Billionaire

Bab 4 semakin menyadari betapa kosongnya hidupnya

Jumlah Kata:908    |    Dirilis Pada: 15/01/2025

arah dan tanpa tujuan. Semua yang dia miliki-kekayaan, kekuasaan, ketenaran-tiba-tiba terasa tak berarti. Tidak ada lagi yang bisa mengisi ruang h

mewah, tidak ada kehangatan yang bisa dirasakan Dylan. Di sekelilingnya hanya ada keheningan yang mencekam, dan sebuah rasa kehilangan yang begitu tajam. Dia duduk

i bertemu Serena, bagaimana dia terpesona oleh ketulusan dan keberanian wanita itu. Serena tidak pernah terjebak dalam kemewahan yang dia tawarkan, tidak pernah tergoda oleh harta atau kekuasa

, kini hanya menyisakan penyesalan yang begitu dalam. Kenangan tentang Serena seakan mengisi setiap sudut hatinya. Senyumannya yang lembut, tawa riang

dalam dirinya, ada suara yang terus berbisik, menghukum dan mengingatkan dia bahwa ini semua adalah akibat dari kesalahan-kesalahannya sendiri. Kalau saja di

u itu sederhana, hanya sebuah buku catatan kecil berwarna cokelat, namun bagi Dylan, itu adalah benda yang paling berharga. Itu adalah hadiah d

an impian dan keinginan. Ia membaca setiap kata dengan seksama, seolah mencoba menggali makna di balik tulisan-tulisan itu. Ada sebuah kalimat yang tertulis di ha

ya. Cinta... Itulah yang selama ini dia hindari. Cinta yang dia anggap akan melemahkan dirinya, akan membuatnya rentan dan tak terkendali. Dia be

ggalkannya bukan karena dia tidak mencintainya, tapi karena dia tidak bisa terus hidup dalam ketakutan. Dia tahu, Serena tidak akan

annya dengan dirinya lagi. Dunia ini terus berputar, sementara dia terperangkap dalam penyesalan yang tak bisa diubah. Serena telah memilih jalan keluarn

putusan itu. Tetapi di dalam hatinya, masih ada harapan-harapan yang semakin pudar namun tidak bisa dia lepaskan. Jika hanya

ri, dalam menutup mata terhadap ketakutan dan keraguan yang selama ini dia sembunyikan. Untuk bisa menjadi pria yang Serena inginka

a yang bisa mengembalikan waktu. Tetapi Dylan bertekad. Setidaknya, untuk dirinya sendiri, dia ingin be

yang terluka. Namun, untuk pertama kalinya, ada secercah harapan yang tumbuh di dalam dirinya-sebuah harapan bahwa meskipun semua

mun, untuk pertama kalinya dalam hidupnya, Dylan siap untuk menghadapi kenyataan-siap untuk

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Wanita Incaran Sang Billionaire
Wanita Incaran Sang Billionaire
“Dylan Cassanova, pria berusia 27 tahun yang dikenal sebagai seorang miliarder tampan, kaya raya, dan berkuasa. Semua orang tahu siapa dia, atau lebih tepatnya apa dia-seorang pemikat wanita. Hidupnya diwarnai oleh pesta, ketenaran, dan wanita-wanita yang datang dan pergi begitu saja. Tidak ada yang bisa bertahan lama di sisinya, kecuali mereka yang tertarik pada kemewahan, dan bukan pada dirinya. Tidak ada yang pernah merasa cukup untuk meluluhkan hatinya, dan tak ada yang pernah sukses mencuri hatinya dari kemewahan dan ambisi yang menjadi hidupnya. Namun, ada satu nama yang selalu muncul dalam pembicaraan orang-orang-Serena Tanaya. Seorang wanita biasa yang tidak tertarik pada harta atau kekuasaan, tetapi lebih pada nilai-nilai dan perasaan yang terkubur dalam diri Dylan. Keberadaan Serena telah membantah segala rumor yang berkembang tentang Dylan. Apakah dia benar-benar bisa meruntuhkan tembok hati pria itu?”
1 Bab 1 Hilangnya Cinta yang Terlambat2 Bab 2 Hati yang Terluka3 Bab 3 Tersesat dalam Kehampaan4 Bab 4 semakin menyadari betapa kosongnya hidupnya5 Bab 5 Dylan tidak pernah merasa sepi6 Bab 6 Tidak ada lagi kehangatan dalam suasana ini7 Bab 7 dia mulai menerima kenyataan8 Bab 8 Menyusun Kembali9 Bab 9 Luka yang Mengajariku Bertahan10 Bab 10 Menghadapi Bayangan Sendiri11 Bab 11 sudah memutuskan untuk melangkah maju12 Bab 12 Apakah ia masih orang yang sama 13 Bab 13 Mencari Kekuatan dalam Rasa Sakit14 Bab 14 mencoba menata hidupnya kembali15 Bab 15 tak perlu terburu-buru untuk memperbaiki segalanya16 Bab 16 Rasa kehilangan itu bukan hanya tentang berpisah17 Bab 17 Kehidupan tidak pernah bisa diprediksi18 Bab 18 rasa bersalah itu masih ada19 Bab 19 Dylan menyadari bahwa luka itu tidak harus hilang sepenuhnya20 Bab 20 Foto itu ada di samping meja tidurnya21 Bab 21 Ada harapan kecil yang bersembunyi di balik rasa sakit22 Bab 22 ada rasa rapuh yang mengingatkannya23 Bab 23 Emily telah memberinya pengertian24 Bab 24 Beberapa bulan telah berlalu25 Bab 25 Ada hening yang menyesakkan di antara mereka26 Bab 26 Rasa cemas mulai merayapi dirinya27 Bab 27 hati Dylan tetap merindukan sesuatu28 Bab 28 Karena cinta itu tidak selalu berarti memiliki29 Bab 29 Mengapa ia terus melanjutkan rutinitas ini