icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
MANTAN DEPAN RUMAH

MANTAN DEPAN RUMAH

Penulis: LucioLucas
icon

Bab 1 MDR - 1

Jumlah Kata:1275    |    Dirilis Pada: 30/12/2024

ria seperti Marchell?' Itulah pe

ngin membuat wanita mana saja menyisirinya dengan sepenuh sayang. Ohh...ya jangan lupakan mata co

na pria itu. Pria yang sejak pandangan pertama telah mencuri seluruh atensi dan kewaras

karang tidak lagi.

mpleks perumahan ini. Kompleks perumahan baru dengan sistem hunian one gate yang menjanjik

liki rumah sendiri walau pun pemberian dari orang tuanya. Apalagi jika mengingat harga rumah yang se

tinggal seorang pemuda luar biasa tampan dan berpenampilan menawan, yang rajin menyapa tiap kali mereka berpa

iminya pesan WhatsApp. Bukan, bukan untuk mengucapkan hari Valentine, toh mereka b

ktunya. Mau nanya, sampah di dep

g bersejarah dalam hidupnya. Lupakan pria chindo yang menjadi tipikal suami idamannya, karena Pak RT yang kebetulan chindo sudah beristri. A

um. Sampah lo udah diangkut? Oh

tempat kerjanya ia terkenal berwajah judes meskipun sudah tersenyum hingga menampakkan lima gigi. Namun senyuman

dah kalau belum diangkut. Gue mau buang sampah ke

mpan. Namun tetangga tampan, lajang, dan berbaik hati membantu membuangkan tumpukan sampah di de

chell sungguh berbeda dari pria-pria kebanyakan, bukan sekadar menyapa di kolom chat lalu bertanya, 'Hai lagi apa?'. Bukan juga mengir

menit di depan pagar menjadi sepuluh menit. Obrolan sepuluh menit terlalu

embuat Allana rajin bersenandung, 'Sik asik sik asik kenal dirimu, sik asi

ama. Marchell bersikap ramah dan baik tentu saj

tu di teras rumahnya dan diiringi rintik ger

lan intens selama satu bulan, Marchell ingin mempertegas rasa di antar

unjukkan perjuangan pria itu untuk mendapatkan hatinya. Berkat bapak tukang sampah yan

. "Gu... gue juga suka sama lo Chel," ucapnya pe

ari itu, Marchell menawarkan mengantar jemput ke ka

a sudah sampai pada pujaan hatinya. Punya pacar lima langkah dari rumah juga irit biaya. Tidak perlu uang lebih untuk membeli bensin, dan jadi lebih sering kencan di

ghentikan dua orang

u tergila-gila hingga mengesampingkan banyak hal. Jan

m dalam pelukan hangat Marchell. Sama-sama tinggal sendiri di rumah, dan tidak ada yang mengawasi. Malam itu dengan sadar ia m

galaman berikutnya. Awalnya tidak ada yang aneh. Bermesraan seperti itu sudah menjadi suatu kebiasaa

luar dugaan. Dua gar

ecolongan? Lelaki yang begitu lihai di atas ranjang itu selalu

ana masih ingat, hari itu di toilet kantor dengan

lana mengirim pesan d

elat mens. Feeling aku yang waktu itu aku tela

' Allana nyaris menangis saat

mau

mu nany

cing terus. Kan syaratnya ga boleh nikah. Terus kamu pernah bilang pingin kejar kari

. Aku lemes, shock, dan

ng jawab. Aku akan nikahin kamu. Aku akan menghadap ke orang tua kamu, aku

ell menenangkan hatinya. Lupakan mobil impian, lupakan travelling ke luar negeri, saat ini Allana hanya i

ke dunia. Aku mau buah cinta kita ini lahir, lebih dari apa pun. Aku mau anak kita

, calon istriku, mama dari anakku, will you

, I

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
MANTAN DEPAN RUMAH
MANTAN DEPAN RUMAH
“"Pacarku memang dekat, lima langkah dari rumah." Allana mendengus kesal saat lagu Pacar Lima Langkah yang dinyanyikan oleh lceu Wong itu ternyata masih ada di dalam playlist Spotify-nya. la benar-benar lupa, belum menghapus lagu legendaris itu dari playlist-nya. Lagu yang pernah terdengar begitu manis itu, membuat Allana teringat akan kisahnya dulu dengan si Mantan Suami. Kisah yang kini hanya bisa ia sesali. Allana bersumpah akan mencari sampo yang ia dapatkan pada periode flash sale itu nanti, di kamar mandi Marchell. Bulan lalu saja hand body favoritnya yang dihemat setengah mati, ia temukan di sudut kamar Marchell. Allana menghela napas panjang. Kapan Marchell akan berhenti seenaknya menggunakan barang-barangnya? Toh mereka bukan lagi suami istri. Pasca bercerai, tentu saja ia semakin sibuk mencari rezeki. Memangnya apa yang bisa diharapkan dari pria seperti Marchell? Demi secepatnya bercerai dari Marchell, Allana memutuskan tidak terlalu mempermasalahkan harta gono-gini, asalkan hak asuh anak jatuh ke tangannya. Lagi pula, harta yang mereka miliki setelah menikah tidak begitu banyak. Hanya boks bayi, stroller, dan beberapa perlengkapan bayi lainnya. Marchell juga tidak menuntut pembagian uang tabungan yang memang sebagian besar berasal dari hasil kerjanya. Proses perceraian mereka berjalan sangat lancar meskipun hakim berkali-kali menawarkan mediasi. "Ibu Allana yakin bercerai? Suami anda good looking, baik, tidak KDRT, dan tidak selingkuh. Hanya belum beruntung dalam mencari rezeki. Toh anda juga bekerja," tanya Pak Hakim kala itu di pengadilan. "Saya yakin seyakin-yakinnya Pak! Saya sudah tidak tahan hidup bersama dia!" jawab Allana kala itu sambil melirik sengit pada mantan suami yang tampak hanya menghela napas panjang. Setelah melalui proses yang nyaris tanpa hambatan, akhirnya mereka resmi bercerai. Allana pikir, segalanya akan berjalan mudah karena mereka tidak lagi tinggal satu atap. Namun kenyataannya, tidak seperti yang Allana bayangkan karena sang mantan suami memutuskan kembali menempati rumah lamanya, yang hanya berjarak lima langkah dari rumah. Persis di depan rumahnya.”
1 Bab 1 MDR - 12 Bab 2 MDR - 23 Bab 3 MDR - 34 Bab 4 MDR - 45 Bab 5 MDR - 56 Bab 6 MDR - 67 Bab 7 MDR - 78 Bab 8 MDR - 89 Bab 9 MDR - 910 Bab 10 MDR - 1011 Bab 11 MDR - 1112 Bab 12 MDR - 1213 Bab 13 MDR - 1314 Bab 14 MDR - 1415 Bab 15 MDR - 1516 Bab 16 MDR - 1617 Bab 17 MDR - 1718 Bab 18 MDR - 1819 Bab 19 MDR - 1920 Bab 20 MDR - 2021 Bab 21 MDR - 2122 Bab 22 MDR - 2223 Bab 23 MDR - 2324 Bab 24 MDR - 2425 Bab 25 MDR - 2526 Bab 26 MDR - 2627 Bab 27 MDR - 2728 Bab 28 MDR - 2829 Bab 29 MDR - 2930 Bab 30 MDR - 3031 Bab 31 MDR - 3132 Bab 32 MDR - 3233 Bab 33 MDR - 3334 Bab 34 MDR - 3435 Bab 35 MDR - 3536 Bab 36 MDR - 3637 Bab 37 MDR - 3738 Bab 38 MDR - 3839 Bab 39 MDR - 3940 Bab 40 MDR - 40