icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

MANTAN DEPAN RUMAH

Bab 3 MDR - 3

Jumlah Kata:1243    |    Dirilis Pada: 30/12/2024

notis semesta. Michy masih dengan mainannya yang berserak di ruang

baju gitu? Sengaj

n mandi Marchell. Ia menoleh dan mendapati Marchell sedang bersandar di kusen pintu kama

ia kenakan, memutar tubuhnya ke kanan dan kiri

tidak tipis, dihiasi dengan bordiran bunga-bunga, dan panjangnya melebihi

ai sikat WC," ancamnya sembari mengangkat sikat WC usang

dada, sembari menekan lidah di dalam mulut hingga pipinya me

lana dalam yang hari ini ia kenakan. Sungguh ia tidak pernah mengingat sedan

hnya, tepat sebelum ujung daster nya tersingkap hingga melewati paha atas. Sial! Kena Alla

h anak setiap waktu. Bahkan mereka masih makan bersama di meja makan, juga menonton TV bersama. Sudah resmi bercerai teta

na sengaja menggantung ujung das

enjawab, "Buat apa? Udah pernah... " kemudian lel

llana panik saat Marchell ber

n, terus tidur di depan TV

mau nyariin sampo aku!" sungut Allan

gambil sebotol sampo dari keranjang

ocok botol samponya, membuat Allana mundur hingga

nyuman nakal Marchell dan rambut gondrong yang ber

kotor akibat terkena cat. Oh, daguny

tan suami harus sepanas

n isinya yang tinggal berwujud air. "Pasti sampo yang kamu cari-cari itu mahal banget, pa

ana menahan dada bidang Marchell. Sunggu

g?" Senyuman bengal mengemba

olah Michy." Sebelah tangan Allana yang tad

ak menjauh. "Sampo kamu nggak ada d

itu berubah datar. "Huu...maunya ena-ena aja, duit nomor s

rungkan niatnya untuk mandi d

afkah ke anak kamu." Allana berbalik

ada yang kejual sama sekali. Kamu tahu kan berapa harga lukisan it

tu lukisan kamu nggak ada yang kejual lagi. Delapan juta buat

wajah frustasinya. "Kamu butuh berapa buat bayar uang gedung

ng?" tanya Allana

minta Pa

nta sama ortu kamu. Kamu pria, kamu seorang Papa. Palin

pun yang aku lakuin? Kamu tahu keadaan aku kayak gini, All! Iya aku bukan pekerja kantoran yang gajian tia

erjaan lain Chel,

aku," potong

ng sama kamu selal

awabku ke anak kita selal

a nggak butuh uang?"

Aku antar jemput dia ke sekolah, suapin dia makan, mandiin dia dan ngurusin dia selama kamu kerja di kantor!" Nada suara Marchel

mematung d

bayar pengasuh, itu karena aku mau merawat dan mengasuh Michy selama kamu di kantor. Bahkan kamu capek sepul

ahas ini.." Allana m

ap tajam kedua matanya. "Aku bakal minta u

inta tapi

l..

n Papa mama kamu terus. Pinjem aja. Kalau kamu ngg

itu menenggelamkan rokoknya ke dalam asbak

merasa, Marchell terlalu santai dalam hal mencari rezeki dan menafkahi keluarga. Lelaki itu selalu beralasan pekerjaa

atas kanvas lukis berukuran 100x140 cm. Tadinya ia berniat menanyakan maksud dari pert

tu dari meja makan. Allana sampai menjatuhkan piring

ri tangan Allana merosot dan menghantam t

eh dengan wajah kaku dan menemukan Marc

sebelum buru-buru pamit pulang dan meninggalk

ertemu? Apa selama ia berada di kantor? Bukankah Marchell sedang tidak punya

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
MANTAN DEPAN RUMAH
MANTAN DEPAN RUMAH
“"Pacarku memang dekat, lima langkah dari rumah." Allana mendengus kesal saat lagu Pacar Lima Langkah yang dinyanyikan oleh lceu Wong itu ternyata masih ada di dalam playlist Spotify-nya. la benar-benar lupa, belum menghapus lagu legendaris itu dari playlist-nya. Lagu yang pernah terdengar begitu manis itu, membuat Allana teringat akan kisahnya dulu dengan si Mantan Suami. Kisah yang kini hanya bisa ia sesali. Allana bersumpah akan mencari sampo yang ia dapatkan pada periode flash sale itu nanti, di kamar mandi Marchell. Bulan lalu saja hand body favoritnya yang dihemat setengah mati, ia temukan di sudut kamar Marchell. Allana menghela napas panjang. Kapan Marchell akan berhenti seenaknya menggunakan barang-barangnya? Toh mereka bukan lagi suami istri. Pasca bercerai, tentu saja ia semakin sibuk mencari rezeki. Memangnya apa yang bisa diharapkan dari pria seperti Marchell? Demi secepatnya bercerai dari Marchell, Allana memutuskan tidak terlalu mempermasalahkan harta gono-gini, asalkan hak asuh anak jatuh ke tangannya. Lagi pula, harta yang mereka miliki setelah menikah tidak begitu banyak. Hanya boks bayi, stroller, dan beberapa perlengkapan bayi lainnya. Marchell juga tidak menuntut pembagian uang tabungan yang memang sebagian besar berasal dari hasil kerjanya. Proses perceraian mereka berjalan sangat lancar meskipun hakim berkali-kali menawarkan mediasi. "Ibu Allana yakin bercerai? Suami anda good looking, baik, tidak KDRT, dan tidak selingkuh. Hanya belum beruntung dalam mencari rezeki. Toh anda juga bekerja," tanya Pak Hakim kala itu di pengadilan. "Saya yakin seyakin-yakinnya Pak! Saya sudah tidak tahan hidup bersama dia!" jawab Allana kala itu sambil melirik sengit pada mantan suami yang tampak hanya menghela napas panjang. Setelah melalui proses yang nyaris tanpa hambatan, akhirnya mereka resmi bercerai. Allana pikir, segalanya akan berjalan mudah karena mereka tidak lagi tinggal satu atap. Namun kenyataannya, tidak seperti yang Allana bayangkan karena sang mantan suami memutuskan kembali menempati rumah lamanya, yang hanya berjarak lima langkah dari rumah. Persis di depan rumahnya.”
1 Bab 1 MDR - 12 Bab 2 MDR - 23 Bab 3 MDR - 34 Bab 4 MDR - 45 Bab 5 MDR - 56 Bab 6 MDR - 67 Bab 7 MDR - 78 Bab 8 MDR - 89 Bab 9 MDR - 910 Bab 10 MDR - 1011 Bab 11 MDR - 1112 Bab 12 MDR - 1213 Bab 13 MDR - 1314 Bab 14 MDR - 1415 Bab 15 MDR - 1516 Bab 16 MDR - 1617 Bab 17 MDR - 1718 Bab 18 MDR - 1819 Bab 19 MDR - 1920 Bab 20 MDR - 2021 Bab 21 MDR - 2122 Bab 22 MDR - 2223 Bab 23 MDR - 2324 Bab 24 MDR - 2425 Bab 25 MDR - 2526 Bab 26 MDR - 2627 Bab 27 MDR - 2728 Bab 28 MDR - 2829 Bab 29 MDR - 2930 Bab 30 MDR - 3031 Bab 31 MDR - 3132 Bab 32 MDR - 3233 Bab 33 MDR - 3334 Bab 34 MDR - 3435 Bab 35 MDR - 3536 Bab 36 MDR - 3637 Bab 37 MDR - 3738 Bab 38 MDR - 3839 Bab 39 MDR - 3940 Bab 40 MDR - 40