icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

MANTAN DEPAN RUMAH

Bab 2 MDR - 2

Jumlah Kata:1278    |    Dirilis Pada: 30/12/2024

las. Masih terdengar aktifitas belajar yang akan berakhir. Tak lama setelahn

juga Kepala Sekolah KB TK Pelita Cemerlang mendekat sembari tersenyum ramah

embiarkan Michy, putri semata wayangnya tinggal di kelas sejenak b

pulang sekolah, kebetulan kantor sedang tidak pad

Lintang mempersilahkan All

a intinya. Tak biasanya, Bu Lintang sendir

snya Michy. Nah, tadi itu ada sesi bercerita tentang Papa di depan kela

r, ada perasaan tak enak yang ia tangk

ukan pertanyaan Bunda Imelda saat di kelas. "Dan Michy menjawab, 'aku anak tetang

yadari tatap penghakiman dari Bu Lintang. Buru-buru ia mencoba melur

t Allana segera mengatupkan bibir yang sudah siap meluncurkan kata demi kata. "Maksud saya, yah... wanita muda mana yang betah lama-lama jadi janda? Apalagi jika tetangganya ganteng dan

ya bisa jelaskan... " Allana tersenyum kikuk, malu s

kata Michy sewaktu tadi saya tanyai lebih jauh, dia menganggap tetangganya itu seperti papany

tidak sabar, cukup sudah kesalahpahaman ini. Ia tahu n

ang anak t

menutup mulutnya dengan kedu

itu memang Papa

mencerna keadaan yang terjadi. Atensinya kin

usia satu setengah tahun. Kebetulan, rumah mantan suami saya itu

nggut-manggut, baiklah kini i

nya, masih bersama-sama mengasuh Michy. Dia masih menyuapi Michy, menemani Michy belajar, dan juga bermain. Bahkan, lebih sering papanya

yang tadinya tatapannya penuh tuduhan dan penila

da ini orang yang baik. Michy juga bilang kalau papanya ganteng, baik, dan sangat menyayangi Anda. L

enjawab, "Saya tidak kuat dengan

Bu Lintang terangkat dengan b

cara alias pengangguran banyak

ya senyuman canggung mengembang di wajah wanita itu. Sepertinya

emput Michy di kelasnya. Seperti biasa, gadis kecil yang sebentar

" Kedua mata Michy membulat lucu, dengan bic

emput Michy!" Allana membungkuk dan m

engan riang Michy membuat

da, Allana menggandeng tangan gadis

Papa manya?" tanya Mic

enunjuk mobil mini SUV yan

anya saat Allana membantu gadi

jawab Allana sembari

Michy terangkat, dan menirukan ger

g.. " Allana memasangkan sabuk pengaman lalu

kemudi. "Tadi Michy cerita apa aja di depan

yama papacu Mal

aminya sembari melirik Michy yang tersenyum lebar menatapnya.

mbal! Mmm Papa cayang Michy,

a ku

ang Papa kua bica angkad ga

di depan lampu merah. "Jadi Michy bilang, eh

ng kalo Papa tium Mama uga, Papa cayang Mama!" Kemudian

remas kemudi dengan pelan. "Lain kali nggak usah

ua mata Michy

pa caya

tu Papa baik, Papa sayang Michy, dan Papa kerja gambar. Yang cium-cium Mama nggak usah! Nge

b gadis itu tan

hy itu anak tetangga, bilang a

ama, Papa it

ngan mereka sangat sulit dicerna oleh Michy. "Pokoknya bila

n biyang kayo Mic

jarin yang nggak bener!" Deng

itu anak tetangga. Bukankah mereka bertetangga? Bahkan rumah mereka ki

y anak cecangga, Papa cayang Michy!" Gadis

belum mengingat pertanyaan Marchell semalam, yang dilontarkan saat mereka mengh

boleh paca

ja jadi panjang lebar. Sudah mengambil samponya tanpa ijin, Marchell masih juga kerap mengomel karen

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
MANTAN DEPAN RUMAH
MANTAN DEPAN RUMAH
“"Pacarku memang dekat, lima langkah dari rumah." Allana mendengus kesal saat lagu Pacar Lima Langkah yang dinyanyikan oleh lceu Wong itu ternyata masih ada di dalam playlist Spotify-nya. la benar-benar lupa, belum menghapus lagu legendaris itu dari playlist-nya. Lagu yang pernah terdengar begitu manis itu, membuat Allana teringat akan kisahnya dulu dengan si Mantan Suami. Kisah yang kini hanya bisa ia sesali. Allana bersumpah akan mencari sampo yang ia dapatkan pada periode flash sale itu nanti, di kamar mandi Marchell. Bulan lalu saja hand body favoritnya yang dihemat setengah mati, ia temukan di sudut kamar Marchell. Allana menghela napas panjang. Kapan Marchell akan berhenti seenaknya menggunakan barang-barangnya? Toh mereka bukan lagi suami istri. Pasca bercerai, tentu saja ia semakin sibuk mencari rezeki. Memangnya apa yang bisa diharapkan dari pria seperti Marchell? Demi secepatnya bercerai dari Marchell, Allana memutuskan tidak terlalu mempermasalahkan harta gono-gini, asalkan hak asuh anak jatuh ke tangannya. Lagi pula, harta yang mereka miliki setelah menikah tidak begitu banyak. Hanya boks bayi, stroller, dan beberapa perlengkapan bayi lainnya. Marchell juga tidak menuntut pembagian uang tabungan yang memang sebagian besar berasal dari hasil kerjanya. Proses perceraian mereka berjalan sangat lancar meskipun hakim berkali-kali menawarkan mediasi. "Ibu Allana yakin bercerai? Suami anda good looking, baik, tidak KDRT, dan tidak selingkuh. Hanya belum beruntung dalam mencari rezeki. Toh anda juga bekerja," tanya Pak Hakim kala itu di pengadilan. "Saya yakin seyakin-yakinnya Pak! Saya sudah tidak tahan hidup bersama dia!" jawab Allana kala itu sambil melirik sengit pada mantan suami yang tampak hanya menghela napas panjang. Setelah melalui proses yang nyaris tanpa hambatan, akhirnya mereka resmi bercerai. Allana pikir, segalanya akan berjalan mudah karena mereka tidak lagi tinggal satu atap. Namun kenyataannya, tidak seperti yang Allana bayangkan karena sang mantan suami memutuskan kembali menempati rumah lamanya, yang hanya berjarak lima langkah dari rumah. Persis di depan rumahnya.”
1 Bab 1 MDR - 12 Bab 2 MDR - 23 Bab 3 MDR - 34 Bab 4 MDR - 45 Bab 5 MDR - 56 Bab 6 MDR - 67 Bab 7 MDR - 78 Bab 8 MDR - 89 Bab 9 MDR - 910 Bab 10 MDR - 1011 Bab 11 MDR - 1112 Bab 12 MDR - 1213 Bab 13 MDR - 1314 Bab 14 MDR - 1415 Bab 15 MDR - 1516 Bab 16 MDR - 1617 Bab 17 MDR - 1718 Bab 18 MDR - 1819 Bab 19 MDR - 1920 Bab 20 MDR - 2021 Bab 21 MDR - 2122 Bab 22 MDR - 2223 Bab 23 MDR - 2324 Bab 24 MDR - 2425 Bab 25 MDR - 2526 Bab 26 MDR - 2627 Bab 27 MDR - 2728 Bab 28 MDR - 2829 Bab 29 MDR - 2930 Bab 30 MDR - 3031 Bab 31 MDR - 3132 Bab 32 MDR - 3233 Bab 33 MDR - 3334 Bab 34 MDR - 3435 Bab 35 MDR - 3536 Bab 36 MDR - 3637 Bab 37 MDR - 3738 Bab 38 MDR - 3839 Bab 39 MDR - 3940 Bab 40 MDR - 40