icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Rahasia Kelam Seorang Istri

Bab 3 ada seberkas senyum kecil di wajahnya

Jumlah Kata:751    |    Dirilis Pada: 14/12/2024

ir tempat tidur, tangannya menggenggam erat selembar foto lama. Foto itu menangkap momen kebahagiaan mereka, senyum lebar di wajah Arya

nyak bicara, menatap jauh, menjauh setiap kali Alina mencoba mendekat. Alina tahu Arya sedang berjuang, dan ia merasa terjebak di antara harapan da

tu tenang, bahkan seperti bisikan, tetapi cukup untuk membuat jantung Alina berdebar ke

suatunya di matanya-sebuah kilasan yang membuat harapan kecil di dada Alina berkobar. "Aku ingin

, memberi ruang bagi Arya untuk masuk ke dalam kamar. Keduanya duduk di ujung tempat t

nah membayangkan hal ini terjadi padaku. Aku selalu percaya bahwa kejujuran adalah dasar

ya memberitahumu lebih dulu. Tapi itu bukan berarti aku tidak mencintaimu, atau aku

gabaikan kenyataan, Alina. Kau tahu itu. Setiap kali aku melihatmu, aku tidak bisa menghilangkan gambaran tentang

at masa lalu itu, bagaimana kita bisa melangkah maju?" Alin

ina. Aku tidak tahu jika aku bisa melupakan semuanya, atau bahkan memaafkanmu. Tapi a

kan semua perasaan yang selama ini ia tahan akhirnya meluap. Ia ingin berteriak, memprotes semua ketidakadilan

i dari awal? Meskipun sulit, meskipun kau merasa aku sudah kehilangan se

mencapai puncaknya. "Mungkin... kita bisa mencoba," jawabnya, suaranya seperti bisikan, penuh keraguan. "Tapi aku

dah. Mereka sedang berjalan di atas tali yang rapuh, dan setiap langkah yang mereka ambil semakin

gan suara yang penuh keyakinan. "Aku akan berjuang,

, ada seberkas senyum kecil di wajahnya, meskipun terlihat sangat rapuh. "Aku tidak ingin

ari jalan di antara reruntuhan yang telah terjadi. Meskipun masih banyak yang harus diperbaiki, ada sesuatu yang

ih banyak air mata sebelum semuanya kembali seperti semula. Tapi untuk saa

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Rahasia Kelam Seorang Istri
Rahasia Kelam Seorang Istri
“Masa lalu itu ibarat api kecil yang terus menyala di sudut gelap kehidupan, siap melahap segalanya ketika tersentuh. Alina, seorang wanita dengan rahasia kelam, hidup dalam ketakutan setiap hari. Dia mencintai Arya sepenuh hati, seorang duda yang begitu menjunjung tinggi kejujuran dan kehormatan. Namun, pernikahan mereka tak lepas dari goncangan. Ketika Arya mempertanyakan masa lalu Alina dan kesuciannya, hatinya bagai teriris. Haruskah Alina mengungkapkan aibnya yang tersembunyi, atau tetap bungkam demi menjaga sisa-sisa keutuhan rumah tangganya? Mampukah Arya menerima masa lalu yang bukan pilihannya, ataukan ia memilih jalan berbeda karena merasa dihianati? Masa lalu Alina mungkin telah berlalu, tapi bagi Arya, itu luka yang belum sembuh.”
1 Bab 1 Kata-kata Arya menghujam hati Alina2 Bab 2 mereka menemukan secercah harapan3 Bab 3 ada seberkas senyum kecil di wajahnya4 Bab 4 ada harapan yang belum padam5 Bab 5 Arya terus hidup bersama6 Bab 6 sebuah jalinan yang rapuh7 Bab 7 dengan rasa takut yang belum hilang8 Bab 8 penuh dengan kebingungan dan kesakitan9 Bab 9 menghabiskan waktu bersama10 Bab 10 kebangkitan baru dalam hubungan mereka11 Bab 11 ada ketulusan di mata masing-masing12 Bab 12 hanya ada kehadiran yang mengisi kekosongan13 Bab 13 kita perlu mengingat kenangan itu14 Bab 14 merasakan kebahagiaan yang sulit diungkapkan15 Bab 15 sesuatu yang jauh lebih berharga16 Bab 16 menghadap ke halaman yang basah17 Bab 17 Kita tidak pernah tahu seberapa kuat kita sampai kita diuji18 Bab 18 tidak akan biarkan semua pengorbanan kita sia-sia19 Bab 19 menuju gudang tua20 Bab 20 Arya berhasil membuka pintu21 Bab 21 melihat tubuh Farhan terbaring tak bergerak22 Bab 22 Dengan ancaman yang semakin mendekat23 Bab 23 tetapi luka di hatinya masih terasa begitu dalam24 Bab 24 seperti pengkhianatan25 Bab 25 Kita tidak bisa terus seperti ini26 Bab 26 Dalam Kabut Pengkhianatan27 Bab 27 tubuh Rendra ambruk ke tanah28 Bab 28 di dunia yang penuh dengan ketidakadilan29 Bab 29 setiap kebenaran akhirnya akan terungkap30 Bab 30 tak ada kegelapan yang bisa mengalahkan cahaya