icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Janda Bertemu Dengan Duda

Janda Bertemu Dengan Duda

Penulis: Iis Jumiati
icon

Bab 1 Di balik mata yang lelah

Jumlah Kata:1003    |    Dirilis Pada: 13/12/2024

pengingat bahwa dunia tak pernah berhenti, bahkan saat dirinya tengah terperangkap dalam hening yang tak berujung. Di balik mata yang lelah, tampak refleksi wajahnya di cermin

nya bangkit setiap hari: anak-anaknya, Alif dan Hana. Mereka adalah alasan mengapa ia harus bangun pagi dan melawan rasa sakit yang kadang hampir tak tertahankan. Alif, dengan mata bulat dan tawa yang men

ngar anaknya mendekat, tapi ketenangan dalam suara Hana membuat hatinya teriris. Anak kecil itu tahu lebih banya

"Iya, sayang. Tapi kita masih punya satu sama lain, ka

gak sendirian. Ada Ibu, aku, dan Alif. Kita bisa jad

ang rapuh. Di luar, hujan semakin deras, membasahi dunia yang terasa sepi. Tapi di dalam apa

, berdiri di samping tempat tidurnya. Di tangannya, ia memegang boneka

un ia ingin memberikan segalanya kepada anak-anaknya, kenyataannya, ia masih berjuang untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-har

n mengangkat Alif ke pelukannya, memeluk anak kecil itu dengan ha

lu melirik Ibu mereka. Ada kehangatan di mata Hana, tapi juga kelelahan yang tak bisa ia sembunyikan. Sonia tahu bahwa p

udah sarapan," Hana berkata

menit, oke?" Ia menatap kedua anaknya, merasa beruntung masih memiliki mereka di tengah keka

n. Mobil-mobil berlalu-lalang, sementara orang-orang berlalu di jalanan, masing-masing dengan cerita mereka sendiri. Begitu b

an tampak memperhatikan langit, seolah menunggu sesuatu yang tak pernah datang. Sonia menelan air liur, merasakan rasa sakit itu kembali menghantam d

Hana tiba-tiba berseru,

a itu sesaat sebelum lampu hijau menyala dan mobil melaju. Sebelum ia sempat memikirkan

apartemen. Udara pagi yang dingin membuatnya merasa segar, meskipun hatinya tetap diliputi kesedihan. Na

hanya sebentar. Yudha adalah tetangga yang jarang terlihat, seorang duda yang memiliki seorang putri remaja, M

pintu itu, membuat dirinya sendiri terke

ebelum akhirnya mengatur ekspresinya menjadi senyum ramah. Ia mengenakan kaus

ya bantu?" kata Yudha, suaranya terdengar

. Saya hanya ingin... mengucapkan terima kasih, karena sudah ada

iri Sonia. "Kami semua di sini saling membantu, Bu. Kadang, kita hanya pe

uatu dalam kata-katanya yang terasa menenangkan, seolah dunia di luar s

berkata, suara yang hampir hilang

i di balik pintu yang tertutup, Sonia merasakan hal yang belum lama ia rasaka

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Janda Bertemu Dengan Duda
Janda Bertemu Dengan Duda
“Sonia adalah seorang wanita muda yang baru saja merasakan kesepian mendalam setelah kehilangan suaminya, Rizal, dalam sebuah kecelakaan mendadak. Kehilangan itu tak hanya meninggalkan luka di hati, tetapi juga rasa terasing di tengah komunitas yang mulai memandangnya dengan tatapan penuh simpati sekaligus keheranan. Merasa terjebak dalam kenyataan yang sulit, Sonia memutuskan untuk memulai babak baru: pindah dari rumah lama mereka yang penuh kenangan ke sebuah apartemen kecil bersama kedua anaknya, Alif yang berusia 3 tahun, dan Hana yang berusia 8 tahun. Di lantai atas apartemen yang sama, ada Yudha, seorang duda yang sudah lama hidup sendirian sejak istrinya meninggal secara tragis. Ia dikenal sebagai sosok yang karismatik dan penuh perhatian pada putrinya, Mira, yang kini berusia 14 tahun. Meski terlihat tegar di luar, Yudha menyimpan rasa sakit yang mendalam akibat kehilangan yang sama, dan sering berjuang untuk bisa membuka hatinya kembali. Saat Sonia dan Yudha bertemu secara kebetulan di lorong apartemen yang sepi, dua jiwa yang terluka itu menemukan kenyataan pahit: mereka saling mengenal rasa sakit yang sama. Namun, apakah mereka akan sanggup mengatasi dinding yang dibangun oleh kenangan, rasa takut, dan perasaan tidak percaya terhadap cinta yang pernah mengkhianati mereka?”
1 Bab 1 Di balik mata yang lelah2 Bab 2 membuat suasana di luar semakin kelam3 Bab 3 bercampur dengan aroma hujan yang baru reda4 Bab 4 tak pernah diungkapkan pada siapapun5 Bab 5 Terang yang Perlahan Muncul6 Bab 6 Alif sedang sibuk menggambar7 Bab 7 Setiap Detik, Setiap Harapan8 Bab 8 Sebuah Pengakuan dalam Hujan9 Bab 9 mengirimkan sinarnya yang lembut menembus tirai jendela10 Bab 10 Kenangan yang Kembali Muncul11 Bab 11 membawa sinar yang hangat dan cerah ke dalam ruangan12 Bab 12 Suara Hati yang Tak Terucapkan13 Bab 13 Saat Rasa Cinta Terungkap14 Bab 14 menyusun rencana sederhana15 Bab 15 membuatnya merasa kesepian16 Bab 16 setiap senyuman Hana17 Bab 17 Cinta yang Tertunda18 Bab 18 Benturan dengan Kenyataan19 Bab 19 ada sesuatu yang hilang-suara canda tawa20 Bab 20 dunia mereka sedang berada di ambang perubahan21 Bab 21 Cinta yang Tumbuh di Tengah Kesulitan22 Bab 22 apartemen mereka kembali sunyi23 Bab 23 Hana dan Alif berlarian di ruang tamu24 Bab 24 mulai merancang kegiatan-kegiatan25 Bab 25 Pelukan yang Menyembuhkan26 Bab 26 Membangun Jembatan ke Masa Depan27 Bab 27 Ketika Kenangan Menemui Harapan28 Bab 28 menciptakan permainan bayangan29 Bab 29 Musim semi mulai mengisi hari-hari30 Bab 30 memberi perpisahan yang hangat sebelum malam datang31 Bab 31 Ketika Cinta Menyapa Kembali32 Bab 32 keberanian untuk menghadapi masa depan bersama