icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Janda Bertemu Dengan Duda

Bab 3 bercampur dengan aroma hujan yang baru reda

Jumlah Kata:1130    |    Dirilis Pada: 13/12/2024

di kursi kayu tua di teras apartemennya, memandangi jalanan yang basah di bawah. Ada bau tanah yang segar, bercampur dengan aroma hujan yang baru

rita. Sonia tahu, anak-anaknya berusaha mengerti tentang dunia yang berputar cepat ini, yang kadang tampak begitu rumit bagi mereka. Tapi, di setiap senyum mereka, So

, seolah ada energi di udara yang membuatnya gelisah. Seperti ada sesuatu yang menun

nitas yang akan diadakan sore itu. Sonia bisa mendengar suara tawa dan obrolan ringan dari luar pintu. Anaknya, Alif, berlarian ke sana ke mari, mem

Ada keceriaan di wajah Hana, yang membuatnya sadar betapa pentingnya saat-saat seperti ini. Ia ingin a

ugupan kecil di dalam hatinya. Ini adalah pertama kalinya ia benar-benar bergabung dengan acara di apartemen, di mana semua orang berkumpul dan berbagi kebersamaan. Di satu sisi, ia merasa senang bisa me

k yang berlarian, bermain dan tertawa. Sonia melihat sekeliling, mencoba menenangkan dirinya, tetapi pandangannya tertuju pada Yudha yang

. Matanya yang tajam berkilau saat ia tertawa, membuat Sonia teringat pada sore itu ketika mereka pertama kali bertemu, saat Yudha menany

anak-anaknya yang antusias. Ia melihat Hana sedang duduk di meja permainan, bersama beberapa anak yang sedang bermain kartu

ekatnya. Sonia menoleh, terkejut melihatnya sudah berada di sampingnya. Ad

merasa malu, seakan kata-katanya tak cukup untuk mengungkapkan rasa terima kasihny

kehadiran orang lain," jawab Yudha, nadanya penuh keyakinan, tetapi ada keraguan di balik matanya. So

erkata lebih lanjut, suara tawa Alif dan Hana memanggilnya. Mereka sedang berlari ke arah Sonia, wajah mereka berseri-se

enang!" teriak Hana

a dengan lembut. "Kalian memang heba

ajahnya. "Anak-anak yang hebat, Bu Sonia

kenangan lama saat Rizal, suaminya, pernah berkata bahwa mereka berdua-ia dan Sonia-adalah tim yang tak terkalahkan. Kata-kata

, seakan merasa ada sesuatu yang tak bisa diungkapkan di antara mereka. Sonia tahu, Yudha

an anak-anaknya duduk di kursi, menikmati kue-kue kecil dan teh hangat yang disediakan. Yudha berdiri tidak jauh dari mereka, berbica

Sonia terkejut, tetapi merasa ada kenyamanan dalam tawaran itu. Ia tidak tahu mengapa, tetapi ada

ra yang lebih lembut dari yang ia kira. Yudha mengangguk, mema

mbalas dengan senyum penuh terima kasih. Mereka berempat berjalan keluar dari ruang

membelai kulitnya, membawa serta aroma hujan yang masih menempel di udara

adang datang deras, kadang hanya rintik-rintik. Tapi selalu ada p

yang terbungkus dalam rasa sakit. Di malam yang sunyi itu, di tengah sepi yang menyelimuti mereka, S

h makna. Sonia tahu, perjalanannya belum berakhir, tapi kali ini, ada ses

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Janda Bertemu Dengan Duda
Janda Bertemu Dengan Duda
“Sonia adalah seorang wanita muda yang baru saja merasakan kesepian mendalam setelah kehilangan suaminya, Rizal, dalam sebuah kecelakaan mendadak. Kehilangan itu tak hanya meninggalkan luka di hati, tetapi juga rasa terasing di tengah komunitas yang mulai memandangnya dengan tatapan penuh simpati sekaligus keheranan. Merasa terjebak dalam kenyataan yang sulit, Sonia memutuskan untuk memulai babak baru: pindah dari rumah lama mereka yang penuh kenangan ke sebuah apartemen kecil bersama kedua anaknya, Alif yang berusia 3 tahun, dan Hana yang berusia 8 tahun. Di lantai atas apartemen yang sama, ada Yudha, seorang duda yang sudah lama hidup sendirian sejak istrinya meninggal secara tragis. Ia dikenal sebagai sosok yang karismatik dan penuh perhatian pada putrinya, Mira, yang kini berusia 14 tahun. Meski terlihat tegar di luar, Yudha menyimpan rasa sakit yang mendalam akibat kehilangan yang sama, dan sering berjuang untuk bisa membuka hatinya kembali. Saat Sonia dan Yudha bertemu secara kebetulan di lorong apartemen yang sepi, dua jiwa yang terluka itu menemukan kenyataan pahit: mereka saling mengenal rasa sakit yang sama. Namun, apakah mereka akan sanggup mengatasi dinding yang dibangun oleh kenangan, rasa takut, dan perasaan tidak percaya terhadap cinta yang pernah mengkhianati mereka?”
1 Bab 1 Di balik mata yang lelah2 Bab 2 membuat suasana di luar semakin kelam3 Bab 3 bercampur dengan aroma hujan yang baru reda4 Bab 4 tak pernah diungkapkan pada siapapun5 Bab 5 Terang yang Perlahan Muncul6 Bab 6 Alif sedang sibuk menggambar7 Bab 7 Setiap Detik, Setiap Harapan8 Bab 8 Sebuah Pengakuan dalam Hujan9 Bab 9 mengirimkan sinarnya yang lembut menembus tirai jendela10 Bab 10 Kenangan yang Kembali Muncul11 Bab 11 membawa sinar yang hangat dan cerah ke dalam ruangan12 Bab 12 Suara Hati yang Tak Terucapkan13 Bab 13 Saat Rasa Cinta Terungkap14 Bab 14 menyusun rencana sederhana15 Bab 15 membuatnya merasa kesepian16 Bab 16 setiap senyuman Hana17 Bab 17 Cinta yang Tertunda18 Bab 18 Benturan dengan Kenyataan19 Bab 19 ada sesuatu yang hilang-suara canda tawa20 Bab 20 dunia mereka sedang berada di ambang perubahan21 Bab 21 Cinta yang Tumbuh di Tengah Kesulitan22 Bab 22 apartemen mereka kembali sunyi23 Bab 23 Hana dan Alif berlarian di ruang tamu24 Bab 24 mulai merancang kegiatan-kegiatan25 Bab 25 Pelukan yang Menyembuhkan26 Bab 26 Membangun Jembatan ke Masa Depan27 Bab 27 Ketika Kenangan Menemui Harapan28 Bab 28 menciptakan permainan bayangan29 Bab 29 Musim semi mulai mengisi hari-hari30 Bab 30 memberi perpisahan yang hangat sebelum malam datang31 Bab 31 Ketika Cinta Menyapa Kembali32 Bab 32 keberanian untuk menghadapi masa depan bersama