icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Dikhianati Saudara Tiri

Bab 3 Bayangan yang Terus Menghantui

Jumlah Kata:1045    |    Dirilis Pada: 10/12/2024

nga, hatinya terasa seberat batu. Haidar duduk di meja makan, menikmati sarapan yang dibuatnya, dengan senyuman ceria yang bisa menghapus segala

gan mata berbinar. Suaranya yang ceria membangunkan seberkas kebahagiaa

membungkuk untuk mencium kening Haidar.

tahu bahwa Haidar tidak tahu apa yang sedang terjadi, tidak tahu bahwa ayahnya yang dulu pergi dengan alasan yang tidak jelas, kini muncul kembali dengan niat untuk menjadi bagian d

balik pintu itu. Suara itu, langkah itu, sudah cukup untuk membuat jantungnya berdegup kencang. Kiana menghela napas, m

t," kata Alif, suaranya lembut namun penuh tekad. "Ak

Ruang tamu rumah mereka sepi, hanya diisi oleh gema suara hujan yang masih terdengar d

kata Alif. "Tapi aku tidak ingin menunda lagi. Aku i

seolah ingin membasuh segala rasa yang terpendam di dalamnya. "Alif, ini tidak semudah

hu aku salah. Tapi aku ingin menunjukkan bahwa aku bisa berubah, bahwa aku bisa menjadi

ejujuran. Alif memang terlihat berbeda, lebih matang, lebih serius. Namun, apakah itu cukup? Kiana menggigit bibir

e dalam hidup Haidar bukan hanya soal kita. Ini tentang dia, t

n melukaimu atau Haidar. Aku hanya ingin dia tahu bahwa dia punya ayah yang mencintainya

a takut bercampur aduk dalam dirinya. Ia mengingat masa lalu, bagaimana Alif meninggalkannya tanpa penjelasan, dan bagaimana ia merasa

khirnya berkata, suaranya pecah. "Haidar tidak

ra yang tegas, namun penuh emosi. "Aku ingin memperbaiki semua kesalahan yang pernah aku b

harus tahu, Alif, jika aku memberimu kesempatan ini, kau harus membuktik

ekad. "Aku tidak akan mengecewak

dengan pekerjaan rumah, dan bahkan mendesain perhiasan bersama-sama. Haidar, dengan polosnya, menerima Alif tanpa keraguan, seolah ayahnya itu tidak pernah pergi. Melihat Ha

uang tamu. Haidar sudah tertidur, dan rumah itu terasa sepi, s

bahwa aku tidak akan pernah lelah berjuang. Aku tahu ini tidak muda

"Haidar layak mendapatkan kebahagiaan, Alif. Itu yang terpenting ba

untuk menebus kesalahan, dan aku mencari cara untuk membuktikan bahwa aku bisa menjadi ayah yang b

ah terbangun kembali, meskipun masih rapuh dan penuh keraguan. Namun, ada sesuatu dalam diri

penuh harapan. "Tunjukkan bahwa kamu bisa menjadi ayah yang baik, dan tunjukkan bahw

n Kiana. "Aku akan buktikan itu, Kiana. Dan a

ercah harapan yang muncul di tengah kegelapan. Mungkin, hanya mungkin, cinta dan penyesa

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Dikhianati Saudara Tiri
Dikhianati Saudara Tiri
“Ditinggalkan dan disakiti oleh orang-orang yang seharusnya melindunginya, Kiana Putri merasakan dunia runtuh di malam itu. Dengan pisau yang menusuk punggungnya, Salsabila, saudari tiri yang pernah dianggapnya sebagai saudara, dan Dara, sahabat yang menjadi pengkhianat, menjatuhkannya ke jurang kehancuran. Di tempat yang semula dipanggil rumah, di tempat di mana senyuman dan tawa pernah mengisi setiap sudut, Kiana dipaksa meninggalkan segalanya. Lima tahun berlalu, luka-luka itu perlahan mengering, dan Kiana membangun hidupnya kembali dengan kerja keras dan tekad yang tak tergoyahkan. Kini, Kiana menjadi desainer perhiasan yang sukses, dikenal luas karena keindahan karya-karyanya, meskipun hatinya tetap terkunci rapat. Namun, semua berubah ketika seorang pria tampan bernama Alif, dengan mata tajam dan senyum yang memikat, hadir dalam hidupnya tanpa diduga. Pria itu muncul seperti badai, membawa tawaran yang mengubah segalanya: menikah dengannya dan membesarkan anak laki-laki Kiana, si kecil Haidar yang kini berusia lima tahun. Kiana terkejut, bingung, dan penuh tanda tanya. Tawarkan itu begitu memukau, namun menakutkan. Bagaimana mungkin seseorang tiba-tiba muncul dan meminta untuk menjadi bagian dari hidupnya, apalagi setelah semua yang telah terjadi?”
1 Bab 1 Kegelapan di Ujung Malam2 Bab 2 bayangan Alif yang menghilang di malam3 Bab 3 Bayangan yang Terus Menghantui4 Bab 4 Keceriaan yang terpancar dari wajah5 Bab 5 Pertaruhan Terbesar6 Bab 6 Dira mulai sering datang7 Bab 7 mata tajamnya tak pernah lepas dari Kiana8 Bab 8 Matahari mulai terbenam di balik pohon-pohon besar9 Bab 9 Rahasia yang Tertinggal10 Bab 10 Tumpukan kertas dan dokumen11 Bab 11 Saksi dari Masa Lalu12 Bab 12 Mobil itu melaju melalui hutan yang gelap13 Bab 13 Kiana bisa merasakan udara14 Bab 14 seperti laut hitam yang menyambut mereka dengan gelombang15 Bab 15 menyuruhnya untuk tetap tenang16 Bab 16 Semua ini adalah permainan kekuasaan17 Bab 17 Terakhir Kali Sebelum Terang18 Bab 18 darah menetes dari pelipisnya yang terluka19 Bab 19 Lihatlah apa yang telah terjadi20 Bab 20 Kiana terjatuh dalam pelukan Rafiq21 Bab 21 dia telah menjadi satu-satunya22 Bab 22 Haidar sedang bermain dengan anak-anak desa23 Bab 23 Desa kecil di kaki gunung itu menjadi saksi bisu24 Bab 24 Menyusuri Gelap, Mencari Cahaya25 Bab 25 kegelapan di luar dengan ekspresi serius26 Bab 26 Haidar yang masih tidur dengan tenang27 Bab 27 Menyulam Kembali Harapan28 Bab 28 memimpin jalan dengan langkah tegas29 Bab 29 Saat-saat Terakhir di Tengah Perang30 Bab 30 perlindungan yang sangat berarti bagi mereka berdua