icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Dikhianati Saudara Tiri

Bab 4 Keceriaan yang terpancar dari wajah

Jumlah Kata:904    |    Dirilis Pada: 10/12/2024

orbanan dan

asih terjaga, mengikuti gerak langkah Alif yang tengah bermain dengan Haidar di taman. Keceriaan yang terpancar dari wajah anaknya membuat hati Kiana merasa berat, terombang-ambin

m gawang kecil yang terbuat dari bambu. "Gol!" teriak Haidar dengan riang. Kiana menatap pemandangan itu, hatinya terasa terkoyak oleh rasa tak

erah padam, penuh semangat. "Ibu, aku menang!

"Kau hebat, Nak. Tapi jangan terlalu sombo

rlatih lebih keras, Haidar. Sampai kau tak bisa mengalahkanku

k, lalu menundukkan kepala, berusaha menghalau air mata yang ingin tumpah. Alif berjal

n aku tidak bisa menyalahkanmu. Tapi aku berjanji, aku aka

jawaban dari sana. Ada rasa yang hampir terlupakan, rasa yang pernah ia rasakan seb

mua yang pernah aku rusak. Tapi lebih dari itu, aku kembali karena aku ingin Haidar tahu bahw

yang tidak berani ia rasakan dan ketakutan akan kenyataan yang bisa datang di kemudian hari. Tapi di sisi lain, ada

, membantu Kiana dengan segala hal, mulai dari mengurus Haidar hingga membantu di atelier perhiasan miliknya. Haidar, yang semula hanya tahu ten

yang sedang menunggunya di luar sana. Perasaan itu semakin kuat ketika ia mengingat malam itu, malam di mana Alif dan saudari tirinya, Dira, mengecewakannya

, Mira. Mira adalah satu-satunya orang yang tahu tentang semua yang terjadi di masa lalu, satu-

a Kiana, sesaat setelah me

"Aku mendengar rumor tentang Dira, bahwa dia mulai mencari-

ah merampas segalanya, kini mungkin mencoba masuk kembali ke dalam hidup mereka. "Terima kasih sudah member

erapa rekan bisnisnya. Melihat ekspresi cemas di wajah Kia

tanya Alif, suaran

h Haidar yang sedang berlari menuju rumah. "Alif, aku takut.

ubuhnya. "Aku di sini, Kiana. Aku tidak akan membiarkan sia

masih ada bagian dari dirinya yang tak bisa sepenuhnya percaya. "Aku

, kita akan melindunginya bersama," k

ng menegangkan dan mengancam sedang mendekat. Namun, ada juga rasa keberanian yang tumbuh

lahkan segala ketakutan. Dan di bawah langit yang mendung, di antara gemuruh hujan dan bayangan masa lalu yang menghantui, K

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Dikhianati Saudara Tiri
Dikhianati Saudara Tiri
“Ditinggalkan dan disakiti oleh orang-orang yang seharusnya melindunginya, Kiana Putri merasakan dunia runtuh di malam itu. Dengan pisau yang menusuk punggungnya, Salsabila, saudari tiri yang pernah dianggapnya sebagai saudara, dan Dara, sahabat yang menjadi pengkhianat, menjatuhkannya ke jurang kehancuran. Di tempat yang semula dipanggil rumah, di tempat di mana senyuman dan tawa pernah mengisi setiap sudut, Kiana dipaksa meninggalkan segalanya. Lima tahun berlalu, luka-luka itu perlahan mengering, dan Kiana membangun hidupnya kembali dengan kerja keras dan tekad yang tak tergoyahkan. Kini, Kiana menjadi desainer perhiasan yang sukses, dikenal luas karena keindahan karya-karyanya, meskipun hatinya tetap terkunci rapat. Namun, semua berubah ketika seorang pria tampan bernama Alif, dengan mata tajam dan senyum yang memikat, hadir dalam hidupnya tanpa diduga. Pria itu muncul seperti badai, membawa tawaran yang mengubah segalanya: menikah dengannya dan membesarkan anak laki-laki Kiana, si kecil Haidar yang kini berusia lima tahun. Kiana terkejut, bingung, dan penuh tanda tanya. Tawarkan itu begitu memukau, namun menakutkan. Bagaimana mungkin seseorang tiba-tiba muncul dan meminta untuk menjadi bagian dari hidupnya, apalagi setelah semua yang telah terjadi?”
1 Bab 1 Kegelapan di Ujung Malam2 Bab 2 bayangan Alif yang menghilang di malam3 Bab 3 Bayangan yang Terus Menghantui4 Bab 4 Keceriaan yang terpancar dari wajah5 Bab 5 Pertaruhan Terbesar6 Bab 6 Dira mulai sering datang7 Bab 7 mata tajamnya tak pernah lepas dari Kiana8 Bab 8 Matahari mulai terbenam di balik pohon-pohon besar9 Bab 9 Rahasia yang Tertinggal10 Bab 10 Tumpukan kertas dan dokumen11 Bab 11 Saksi dari Masa Lalu12 Bab 12 Mobil itu melaju melalui hutan yang gelap13 Bab 13 Kiana bisa merasakan udara14 Bab 14 seperti laut hitam yang menyambut mereka dengan gelombang15 Bab 15 menyuruhnya untuk tetap tenang16 Bab 16 Semua ini adalah permainan kekuasaan17 Bab 17 Terakhir Kali Sebelum Terang18 Bab 18 darah menetes dari pelipisnya yang terluka19 Bab 19 Lihatlah apa yang telah terjadi20 Bab 20 Kiana terjatuh dalam pelukan Rafiq21 Bab 21 dia telah menjadi satu-satunya22 Bab 22 Haidar sedang bermain dengan anak-anak desa23 Bab 23 Desa kecil di kaki gunung itu menjadi saksi bisu24 Bab 24 Menyusuri Gelap, Mencari Cahaya25 Bab 25 kegelapan di luar dengan ekspresi serius26 Bab 26 Haidar yang masih tidur dengan tenang27 Bab 27 Menyulam Kembali Harapan28 Bab 28 memimpin jalan dengan langkah tegas29 Bab 29 Saat-saat Terakhir di Tengah Perang30 Bab 30 perlindungan yang sangat berarti bagi mereka berdua