icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Dikhianati Saudara Tiri

Bab 2 bayangan Alif yang menghilang di malam

Jumlah Kata:1003    |    Dirilis Pada: 10/12/2024

kannya, mendesir seperti bisikan yang mengingatkan pada malam-malam buruk yang pernah ia alami. Kiana menutup pintu dengan perlahan, menarik napas dalam-dalam seaka

n yang semula ia anggap penting. Semua itu kini tampak tak berarti. Di tengah dunia yang penuh dengan kemewahan dan kesuksesan, hatinya yang hancur justru mengingatk

nak itu tumbuh dalam lingkungan yang penuh kasih, bukan dalam kebingungan dan pertengkaran. Tetapi di sisi lain, ada rasa tak

at Haidar berdiri di ambang pintu, mata cokelatnya yang bulat memancarkan kebingungan.

u hanya sedang berpikir," jawabnya, mencoba terdengar tenang. Ia mempersilakan Haidar mendeka

Haidar berkata sambil memeluk Kiana. "Apakah it

ahu, Haidar, pahlawan itu bukan hanya orang yang datang untuk menyelam

an aku," kata Haidar, menatap Kiana dengan penu

n mengizinkan masa lalu menghantui mereka atau memberanikan diri untuk menerima kemungkinan yang belum jelas. Bagaimana ia bisa me

andang ke arah amplop yang ditinggalkan Alif di meja, tak mampu menahan rasa penasaran yang membara di dalam dirinya. Dengan tangan gemetar, ia membuka amplop

enyesal meninggalkan Kiana dan Haidar lima tahun lalu. Ia mengakui kesalahan besar yang telah dibuatnya dan mengungkapkan keinginannya untuk hadir dalam hidup Haidar, unt

malam itu, ia merasakan seolah ada pisau yang menembus jantungnya, mengingatkan bahwa kepercayaan pernah dihancurkan begitu s

dari wajah Alif dan kata-kata dalam surat itu. Haidar, dengan keceriaan dan tawa kecilnya, menjadi penyeimbang dalam hi

ar dari pikirannya. Ia tak tahu bagaimana cara Kiana akan merespon niatnya, tetapi ia tahu satu hal: ia tak bisa

benar pada saat itu, namun kini menjadi penyesalan seumur hidup. Kiana adalah wanita yang tak pernah berhenti men

erius. "Aku tahu ini sulit untukmu, Kiana. Tapi aku tidak bisa terus berdiri di luar, menunggu tanpa t

akah ia akan membuka hati untuk pria ini dan memberi Haidar kesempatan untuk mengenal ayahnya?

iana. Tapi aku ingin memperbaikinya. Aku ingin Haidar tahu bahwa dia punya ayah yang mencintainya. Aku

g layak mendapat kasih sayang dan perlindungan. "Jika aku memberi kesempatan ini, aku ingin kau tahu satu hal, Alif. Aku akan melind

nggenang di matanya. "Aku akan bu

imulai, penuh harapan, kebingungan, dan janji yang sulit ditepati. Namun, di sana, di antar

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Dikhianati Saudara Tiri
Dikhianati Saudara Tiri
“Ditinggalkan dan disakiti oleh orang-orang yang seharusnya melindunginya, Kiana Putri merasakan dunia runtuh di malam itu. Dengan pisau yang menusuk punggungnya, Salsabila, saudari tiri yang pernah dianggapnya sebagai saudara, dan Dara, sahabat yang menjadi pengkhianat, menjatuhkannya ke jurang kehancuran. Di tempat yang semula dipanggil rumah, di tempat di mana senyuman dan tawa pernah mengisi setiap sudut, Kiana dipaksa meninggalkan segalanya. Lima tahun berlalu, luka-luka itu perlahan mengering, dan Kiana membangun hidupnya kembali dengan kerja keras dan tekad yang tak tergoyahkan. Kini, Kiana menjadi desainer perhiasan yang sukses, dikenal luas karena keindahan karya-karyanya, meskipun hatinya tetap terkunci rapat. Namun, semua berubah ketika seorang pria tampan bernama Alif, dengan mata tajam dan senyum yang memikat, hadir dalam hidupnya tanpa diduga. Pria itu muncul seperti badai, membawa tawaran yang mengubah segalanya: menikah dengannya dan membesarkan anak laki-laki Kiana, si kecil Haidar yang kini berusia lima tahun. Kiana terkejut, bingung, dan penuh tanda tanya. Tawarkan itu begitu memukau, namun menakutkan. Bagaimana mungkin seseorang tiba-tiba muncul dan meminta untuk menjadi bagian dari hidupnya, apalagi setelah semua yang telah terjadi?”
1 Bab 1 Kegelapan di Ujung Malam2 Bab 2 bayangan Alif yang menghilang di malam3 Bab 3 Bayangan yang Terus Menghantui4 Bab 4 Keceriaan yang terpancar dari wajah5 Bab 5 Pertaruhan Terbesar6 Bab 6 Dira mulai sering datang7 Bab 7 mata tajamnya tak pernah lepas dari Kiana8 Bab 8 Matahari mulai terbenam di balik pohon-pohon besar9 Bab 9 Rahasia yang Tertinggal10 Bab 10 Tumpukan kertas dan dokumen11 Bab 11 Saksi dari Masa Lalu12 Bab 12 Mobil itu melaju melalui hutan yang gelap13 Bab 13 Kiana bisa merasakan udara14 Bab 14 seperti laut hitam yang menyambut mereka dengan gelombang15 Bab 15 menyuruhnya untuk tetap tenang16 Bab 16 Semua ini adalah permainan kekuasaan17 Bab 17 Terakhir Kali Sebelum Terang18 Bab 18 darah menetes dari pelipisnya yang terluka19 Bab 19 Lihatlah apa yang telah terjadi20 Bab 20 Kiana terjatuh dalam pelukan Rafiq21 Bab 21 dia telah menjadi satu-satunya22 Bab 22 Haidar sedang bermain dengan anak-anak desa23 Bab 23 Desa kecil di kaki gunung itu menjadi saksi bisu24 Bab 24 Menyusuri Gelap, Mencari Cahaya25 Bab 25 kegelapan di luar dengan ekspresi serius26 Bab 26 Haidar yang masih tidur dengan tenang27 Bab 27 Menyulam Kembali Harapan28 Bab 28 memimpin jalan dengan langkah tegas29 Bab 29 Saat-saat Terakhir di Tengah Perang30 Bab 30 perlindungan yang sangat berarti bagi mereka berdua