icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Gadis buta Milik CEO

Bab 3 menjadi saksi awal perjalanan mereka

Jumlah Kata:1628    |    Dirilis Pada: 08/12/2024

i yang membangkitkan kenangan. Perasaan yang bercampur aduk-marah, rindu, takut-membuat dadanya terasa sesak. Ia ingin memaafkan, tetapi setiap k

pa ampun, menampilkan sosok Damar yang berlari menjauh dari dirinya. Setiap malam, ia merasa ditinggalkan lagi. Namun, ada satu hal yang berbeda mal

lebih pasti, lebih nyata. Laras menelan ludahnya dan berdiri perlahan. Kaki-kakinya yang lemah mencoba menahan tubuhnya agar tetap tega

enuh penyesalan dan harapan. Laras tidak menjawab,

agi." Damar mengucapkan kata-kata itu dengan nada yang membuat jantung Laras berdetak lebih cepat. Ia tahu ada sesuat

r, Damar?" Suaranya terdengar tenang, tetapi hatinya tidak bisa bohong. Ia ingin tah

ketegangan yang menyesakkan itu. "Aku ingin kau tahu bahwa aku tidak pernah be

kembali waktu-waktu di mana Damar menemaninya, memberikan kekuatan saat ia merasa tidak ada lagi h

mengalir dari lubuk hatinya yang terdalam. Ia memejamkan mata

aras. Aku takut melihatmu terluka, takut kehilanganmu jika aku tidak bisa melindungimu. Aku tidak t

elunak di dalam dirinya. "Tapi kau tidak tahu, Damar. Dengan pergi, kau membuat aku jatuh lebih dalam. Aku bukan ha

ah. Aku tahu aku salah. Dan aku tidak bisa lagi hidup dengan penyesa

ah mencoba membaca ekspresinya meskipun matanya tidak bisa melihat. Ia merasakan getaran di udara, getaran y

nghadapi apa pun untuk mendapatkan hatiku lagi?" Laras

ap, Laras. Aku siap melakukan apa pun, bahkan jika itu berarti aku harus membuktika

eri harapan di antara kegelapan. Laras merasakan ada sesuatu yang mulai membebaskan dirinya, sebuah rasa percaya yang te

a percaya padamu lagi," Laras berkata, suaranya penuh

k akan mudah, tetapi di sinilah ia harus memulai. Di hadapan Laras, di ruang yang penuh kenangan dan rasa saki

a untuk menyembuhkan diri mereka. Hujan, yang sebelumnya menjadi simbol kesedihan, kini

sional dan penuh konflik batin antara Laras dan Damar. Apakah

i yang membangkitkan kenangan. Perasaan yang bercampur aduk-marah, rindu, takut-membuat dadanya terasa sesak. Ia ingin memaafkan, tetapi setiap k

pa ampun, menampilkan sosok Damar yang berlari menjauh dari dirinya. Setiap malam, ia merasa ditinggalkan lagi. Namun, ada satu hal yang berbeda mal

lebih pasti, lebih nyata. Laras menelan ludahnya dan berdiri perlahan. Kaki-kakinya yang lemah mencoba menahan tubuhnya agar tetap tega

enuh penyesalan dan harapan. Laras tidak menjawab,

agi." Damar mengucapkan kata-kata itu dengan nada yang membuat jantung Laras berdetak lebih cepat. Ia tahu ada sesuat

r, Damar?" Suaranya terdengar tenang, tetapi hatinya tidak bisa bohong. Ia ingin tah

ketegangan yang menyesakkan itu. "Aku ingin kau tahu bahwa aku tidak pernah be

kembali waktu-waktu di mana Damar menemaninya, memberikan kekuatan saat ia merasa tidak ada lagi h

mengalir dari lubuk hatinya yang terdalam. Ia memejamkan mata

aras. Aku takut melihatmu terluka, takut kehilanganmu jika aku tidak bisa melindungimu. Aku tidak t

elunak di dalam dirinya. "Tapi kau tidak tahu, Damar. Dengan pergi, kau membuat aku jatuh lebih dalam. Aku bukan ha

ah. Aku tahu aku salah. Dan aku tidak bisa lagi hidup dengan penyesa

ah mencoba membaca ekspresinya meskipun matanya tidak bisa melihat. Ia merasakan getaran di udara, getaran y

nghadapi apa pun untuk mendapatkan hatiku lagi?" Laras

ap, Laras. Aku siap melakukan apa pun, bahkan jika itu berarti aku harus membuktika

eri harapan di antara kegelapan. Laras merasakan ada sesuatu yang mulai membebaskan dirinya, sebuah rasa percaya yang te

a percaya padamu lagi," Laras berkata, suaranya penuh

k akan mudah, tetapi di sinilah ia harus memulai. Di hadapan Laras, di ruang yang penuh kenangan dan rasa saki

a untuk menyembuhkan diri mereka. Hujan, yang sebelumnya menjadi simbol kesedihan, kini

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Gadis buta Milik CEO
Gadis buta Milik CEO
“Laras adalah gadis muda yang hidup dalam dunia sepi tanpa cahaya. Kehidupannya berubah drastis setelah sebuah insiden tragis yang merenggut penglihatannya. Dulunya seorang mahasiswi ceria yang dikenal dengan senyumnya, Laras kini terkurung dalam kesunyian, menjadi sasaran bullying para penggemar dari seorang CEO terkenal, Damar, yang dulu ia cintai dengan tulus. Namun, kasihnya tidak pernah kembali padanya. Usahanya untuk melupakan Damar malah membuatnya semakin terpuruk. Damar, seorang pria yang karismatik dan cerdas, memutuskan untuk melepaskan Laras demi kebaikannya, tapi malah menghancurkan segalanya. Cemburu seorang penggemar fanatik membuat Laras terjatuh dalam kegelapan, menderita seumur hidup. Kini, setelah bertahun-tahun berpisah, Damar kembali, hatinya penuh penyesalan. Dia harus menghadapinya untuk meminta maaf dan berharap Laras bisa melihat lebih dari sekadar kegelapan-dia ingin Laras melihat hatinya.”