icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Gadis buta Milik CEO

Bab 2 Damar tidak akan pergi

Jumlah Kata:1948    |    Dirilis Pada: 08/12/2024

engingatkan pada kenyataan yang tak bisa ia hindari. Hujan, yang dulunya menjadi teman di sore-sore sepi, kini hanya menyisak

nnya, mencoba menyusun kembali potongan-potongan masa lalu yang terpecah. Suara Damar di telinganya masih te

itu masih hidup dalam dirinya. Setiap kali ia mencoba membayangkan hidupnya kembali bersama Damar, bayangan tentang kegelapan yang datang bersama kesediha

gakkan kepala, berusaha mengarahkan telinganya. "Laras, ini aku, ayah," suara ayahnya terdengar lembut, p

a yang ia rasakan. Ayahnya masuk, membawa secangkir teh hang

lingkan wajahnya, mencoba menyembunyikan perasaan yang membuncah. Namun, tak ada yang bisa i

penuh keputusasaan. "Damar... dia kembali. Dia bilang dia menci

s. Dia adalah bagian dari dirimu. Kau punya hak untuk merasa marah, untuk merasa takut. Tapi ingat, memaafkan bukan hanya

kepada orang lain. Itu tentang melepaskan beban, tentang memberi diri sendiri kebebasan

merasakan butiran-butiran hujan yang membasahi wajahnya, seolah ingin membersihkan rasa bersalah yang telah lama tertanam di dalam dirinya. Sudah bertahun-tahun sejak terakhir

lu. Waktu itu, Laras selalu menyambutnya dengan senyum, senyum yang mampu menghilangkan segala

s, yang mendengar suara ketukan itu, jantungnya berdetak lebih cepat. Tanpa pikir panjang, ia berdiri dan mendek

rkejut dan penuh kebingungan. Dia tidak tahu harus merasak

menatap Laras dengan penuh harap. "Aku tidak bisa

n tentang cintanya kepada Damar terlalu dalam. Ia teringat saat-saat mereka tertawa bersama, saat Dama

idak tahu bagaimana rasanya bangun setiap pagi dalam

. Aku tahu aku tidak bisa membayangkan rasa sakit itu, tapi aku ingin mencoba. Aku ingin kamu tah

ung kelopak mata. "Aku tidak tahu apakah aku bisa mempercayaimu lagi, Da

g tak terbayangkan. Ia tahu ia tidak bisa menghapus masa lalu, tetapi ia ingin Laras

maaf, tetapi aku memintamu untuk memberiku kesempatan untuk membuktikannya. Aku m

aat-saat yang membuatnya ragu. Ada sesuatu dalam suara Damar yang membuatnya ingin p

an keputusan yang mudah. Aku tidak tahu berapa lama waktu yang aku butuhkan un

kepercayaan Laras adalah dengan membiarkannya berjalan pada jalannya sendiri. Tetapi kali ini, Damar ti

rikan mereka secercah harapan di tengah b

lam konflik batin karakter dan perasaan mereka. Apakah ini sudah sesu

engingatkan pada kenyataan yang tak bisa ia hindari. Hujan, yang dulunya menjadi teman di sore-sore sepi, kini hanya menyisak

nnya, mencoba menyusun kembali potongan-potongan masa lalu yang terpecah. Suara Damar di telinganya masih te

itu masih hidup dalam dirinya. Setiap kali ia mencoba membayangkan hidupnya kembali bersama Damar, bayangan tentang kegelapan yang datang bersama kesediha

gakkan kepala, berusaha mengarahkan telinganya. "Laras, ini aku, ayah," suara ayahnya terdengar lembut, p

a yang ia rasakan. Ayahnya masuk, membawa secangkir teh hang

lingkan wajahnya, mencoba menyembunyikan perasaan yang membuncah. Namun, tak ada yang bisa i

penuh keputusasaan. "Damar... dia kembali. Dia bilang dia menci

s. Dia adalah bagian dari dirimu. Kau punya hak untuk merasa marah, untuk merasa takut. Tapi ingat, memaafkan bukan hanya

kepada orang lain. Itu tentang melepaskan beban, tentang memberi diri sendiri kebebasan

*

merasakan butiran-butiran hujan yang membasahi wajahnya, seolah ingin membersihkan rasa bersalah yang telah lama tertanam di dalam dirinya. Sudah bertahun-tahun sejak terakhir

lu. Waktu itu, Laras selalu menyambutnya dengan senyum, senyum yang mampu menghilangkan segala

s, yang mendengar suara ketukan itu, jantungnya berdetak lebih cepat. Tanpa pikir panjang, ia berdiri dan mendek

rkejut dan penuh kebingungan. Dia tidak tahu harus merasak

menatap Laras dengan penuh harap. "Aku tidak bisa

n tentang cintanya kepada Damar terlalu dalam. Ia teringat saat-saat mereka tertawa bersama, saat Dama

idak tahu bagaimana rasanya bangun setiap pagi dalam

. Aku tahu aku tidak bisa membayangkan rasa sakit itu, tapi aku ingin mencoba. Aku ingin kamu tah

ung kelopak mata. "Aku tidak tahu apakah aku bisa mempercayaimu lagi, Da

g tak terbayangkan. Ia tahu ia tidak bisa menghapus masa lalu, tetapi ia ingin Laras

maaf, tetapi aku memintamu untuk memberiku kesempatan untuk membuktikannya. Aku m

aat-saat yang membuatnya ragu. Ada sesuatu dalam suara Damar yang membuatnya ingin p

an keputusan yang mudah. Aku tidak tahu berapa lama waktu yang aku butuhkan un

kepercayaan Laras adalah dengan membiarkannya berjalan pada jalannya sendiri. Tetapi kali ini, Damar ti

rikan mereka secercah harapan di tengah b

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Gadis buta Milik CEO
Gadis buta Milik CEO
“Laras adalah gadis muda yang hidup dalam dunia sepi tanpa cahaya. Kehidupannya berubah drastis setelah sebuah insiden tragis yang merenggut penglihatannya. Dulunya seorang mahasiswi ceria yang dikenal dengan senyumnya, Laras kini terkurung dalam kesunyian, menjadi sasaran bullying para penggemar dari seorang CEO terkenal, Damar, yang dulu ia cintai dengan tulus. Namun, kasihnya tidak pernah kembali padanya. Usahanya untuk melupakan Damar malah membuatnya semakin terpuruk. Damar, seorang pria yang karismatik dan cerdas, memutuskan untuk melepaskan Laras demi kebaikannya, tapi malah menghancurkan segalanya. Cemburu seorang penggemar fanatik membuat Laras terjatuh dalam kegelapan, menderita seumur hidup. Kini, setelah bertahun-tahun berpisah, Damar kembali, hatinya penuh penyesalan. Dia harus menghadapinya untuk meminta maaf dan berharap Laras bisa melihat lebih dari sekadar kegelapan-dia ingin Laras melihat hatinya.”
1 Bab 1 mendapatkan kembali kepercayaan yang telah hilang2 Bab 2 Damar tidak akan pergi3 Bab 3 menjadi saksi awal perjalanan mereka4 Bab 4 perjalanan mereka masih panjang5 Bab 5 pertama kalinya dalam waktu yang lama6 Bab 6 kebangkitan dan cinta yang sejati7 Bab 7 menampakkan sosok yang tak asing8 Bab 8 awal dari pertarungan yang lebih besar9 Bab 9 ada dua hati yang bertekad untuk bertahan10 Bab 10 memperjuangkan cinta dan kebebasan11 Bab 11 Dalam keremangan malam12 Bab 12 semua orang yang telah memilih cinta13 Bab 13 Jejak cinta yang tertinggal di antara darah14 Bab 14 dunia di luar sana masih penuh dengan ancaman15 Bab 15 menghadapi ketakutan terdalam mereka16 Bab 16 Laras menatap Damar yang terbaring lemah17 Bab 17 Vino menunggu dengan senyuman18 Bab 18 menunjukkan tanda-tanda akan terang19 Bab 19 pertanda bahwa kegelapan yang mereka hadapi mulai mereda20 Bab 20 Ada kekuatan yang mengalir di udara,21 Bab 21 membawa serta bisikan harapan yang baru22 Bab 22 apapun yang akan terjadi23 Bab 23 Suara hujan di luar bertambah kencang24 Bab 24 di tengah kekacauan25 Bab 25 Tidak peduli apa yang akan datang26 Bab 26 menghadapi masa depan27 Bab 27 membawa harum bunga dan janji akan sebuah hari baru