icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Rahasia Pengantin Tersembunyi Tuan Muda

Bab 5 Darren mengambil peta itu

Jumlah Kata:3462    |    Dirilis Pada: 08/12/2024

n napas seperti beban yang harus ditahan. Adelia berdiri di sisi Darren, matanya terfokus pada Kael Voss yang kini duduk kembali di kursinya, wajahnya kembali ta

n yang sudah lama dimenangkannya. "Kalian ingin tahu tentang Helia, bukan? Baiklah," katanya, suaranya teredam namun penuh makna. "Aku akan memberimu

s semakin merayap di hatinya, namun ia berusaha keras untuk tetap tegar. Ia sudah terlalu

Dia adalah bagian dari sebuah skema besar yang melibatkan lebih dari sekadar keluargamu. Terkadang, tidak ada y

kan dirinya dalam lautan kebingungan dan ketakutan yang sudah terlalu lama ia coba hindari. "Apa maksud

au juga akan tahu lebih banyak tentang keluargamu. Tetapi, seperti yang kukatakan sebelumnya-ini bukan permainan anak-anak. Ini permainan yang

eka jawaban mudah, tetapi ini jauh lebih gelap dari yang ia bayangkan. Bahkan ia sendiri mulai merasakan ketakutan yang mencengkeram,

rmasi itu?" Darren bertanya, mencoba menekan ketega

k mendapatkan apa yang kau inginkan, kau harus melakukan sesuatu yang sangat sulit. Sesuatu y

eperti ancaman yang tersembunyi di balik kata-kata yang terdengar tenang. Apa yang K

eraknya terdengar begitu putus asa. "Apa yan

m jebakan yang tak bisa mereka hindari. "Kau harus menemukan seseorang," jawab Kael, suaranya seakan mengeluarkan bayangan dari kedalaman. "Seorang pria yang terhu

rtinya pria itu memiliki lebih banyak kekuasaan dalam hidupnya daripada yang ia duga. Tetapi yang lebih mengerikan adalah kenya

ambarkan rasa takut yang mendalam. "Dan apa yan

Kael. "Tapi dia bukan orang yang mudah ditemukan. Dia telah lama menghilang. Jika kau benar-benar ingin menemukan jawaban

angkat bahu, menyiratkan bahwa tidak ada jalan lain selain jalan yang mereka pilih. Keputusan sudah

n yang membengkak di dadanya. Rasa takut dan keingintahuan yang membara. "Apa

mencerminkan perhitungan jahat yang telah lama dipersiapkan. "Apa yang aku inginkan bukan urusan kalian. Yang penting adalah apakah kalian siap meng

merasakan napas pria itu, bisa melihat kilatan tajam di matanya. "Seti

asan yang

eda, meninggalkan jalanan yang basah dan sepi, sebuah refleksi dari kebingungan yang melanda pikiran mereka. Adelia merasakan dingin menyusup ke tulangnya, tetapi bukan hanya dingin

lai berputar seolah mengisi kekosongan yang ada, memberikan mereka pengingat bahwa perjalanan ini baru saja dimulai. Adelia menatap

pria itu menoleh, dan dalam sorot matanya, Adeli

besar dari yang kita kira, bukan?" tanya Adelia,

an di kegelapan malam. "Aku tidak tahu, Adelia. Tetapi yang jelas, ini ad

an yang bisa menghancurkan mereka. Setiap kata yang diucapkan pria tua itu, setiap petunjuk yang diberikan, semakin memperjelas bahwa perjalanan ini t

ahasia. Mereka tidak mengatakan apa-apa, tetapi keheningan di dalam mobil itu menceritakan lebih banyak daripada kata-kata. Adelia menutup mata, mencoba menenangkan pi

ling menyatu, menciptakan kanopi gelap di atas mereka. Angin sejuk berhembus, membawa aroma basah dari tanah dan daun. Suara alam yang sunyi mem

t oleh siapa pun. Ia menatap Adelia, yang matanya kini berkilau dengan semangat yang belum

annya sekarang. "Aku tahu, Darren. Aku hanya ingin... aku hanya ingin

arkan keheningan mengisi ruang di antara mereka

oleh dengan cepat, detak jantungnya semakin cepat. Di dalam kegelapan, dua sosok muncul, dan satu di antar

, Adelia tahu bahwa mereka bukan sembarang orang. Mereka adalah bagian dari dunia

jahnya tampak cemas. "Kami hanya mencari seseoran

nya mengandung ancaman. "Helia... kalian tidak tahu apa yang kalian cari, bukan? Dunia ini buk

setiap celah dengan ketakutan yang tak terungkapkan. "Apa yang kalian maksud?" tanyan

lah mencoba membaca isi hatinya. "Kebenaran tidak selalu membawa kebahagiaan. Kadang-kadang, kebenaran membawa kematian. Siapkan dirimu, Adel

dalam perdebatan ini. "Kami tidak takut. Beri ta

ang ke arah Darren. Peta itu jatuh di tanah, terbelah menjadi beberapa lipat

mbawa konsekuensi. Dan kebenaran yang kalian cari, mungkin

etakutan, dan tekad yang sama. Tidak ada jalan mundur. Mereka telah melangkah ke dalam kegelapan, dan hanya satu hal yang past

n napas seperti beban yang harus ditahan. Adelia berdiri di sisi Darren, matanya terfokus pada Kael Voss yang kini duduk kembali di kursinya, wajahnya kembali ta

n yang sudah lama dimenangkannya. "Kalian ingin tahu tentang Helia, bukan? Baiklah," katanya, suaranya teredam namun penuh makna. "Aku akan memberimu

s semakin merayap di hatinya, namun ia berusaha keras untuk tetap tegar. Ia sudah terlalu

Dia adalah bagian dari sebuah skema besar yang melibatkan lebih dari sekadar keluargamu. Terkadang, tidak ada y

kan dirinya dalam lautan kebingungan dan ketakutan yang sudah terlalu lama ia coba hindari. "Apa maksud

au juga akan tahu lebih banyak tentang keluargamu. Tetapi, seperti yang kukatakan sebelumnya-ini bukan permainan anak-anak. Ini permainan yang

eka jawaban mudah, tetapi ini jauh lebih gelap dari yang ia bayangkan. Bahkan ia sendiri mulai merasakan ketakutan yang mencengkeram,

rmasi itu?" Darren bertanya, mencoba menekan ketega

k mendapatkan apa yang kau inginkan, kau harus melakukan sesuatu yang sangat sulit. Sesuatu y

eperti ancaman yang tersembunyi di balik kata-kata yang terdengar tenang. Apa yang K

eraknya terdengar begitu putus asa. "Apa yan

m jebakan yang tak bisa mereka hindari. "Kau harus menemukan seseorang," jawab Kael, suaranya seakan mengeluarkan bayangan dari kedalaman. "Seorang pria yang terhu

rtinya pria itu memiliki lebih banyak kekuasaan dalam hidupnya daripada yang ia duga. Tetapi yang lebih mengerikan adalah kenya

ambarkan rasa takut yang mendalam. "Dan apa yan

Kael. "Tapi dia bukan orang yang mudah ditemukan. Dia telah lama menghilang. Jika kau benar-benar ingin menemukan jawaban

angkat bahu, menyiratkan bahwa tidak ada jalan lain selain jalan yang mereka pilih. Keputusan sudah

n yang membengkak di dadanya. Rasa takut dan keingintahuan yang membara. "Apa

mencerminkan perhitungan jahat yang telah lama dipersiapkan. "Apa yang aku inginkan bukan urusan kalian. Yang penting adalah apakah kalian siap meng

merasakan napas pria itu, bisa melihat kilatan tajam di matanya. "Seti

eda, meninggalkan jalanan yang basah dan sepi, sebuah refleksi dari kebingungan yang melanda pikiran mereka. Adelia merasakan dingin menyusup ke tulangnya, tetapi bukan hanya dingin

lai berputar seolah mengisi kekosongan yang ada, memberikan mereka pengingat bahwa perjalanan ini baru saja dimulai. Adelia menatap

pria itu menoleh, dan dalam sorot matanya, Adeli

besar dari yang kita kira, bukan?" tanya Adelia,

an di kegelapan malam. "Aku tidak tahu, Adelia. Tetapi yang jelas, ini ad

an yang bisa menghancurkan mereka. Setiap kata yang diucapkan pria tua itu, setiap petunjuk yang diberikan, semakin memperjelas bahwa perjalanan ini t

ahasia. Mereka tidak mengatakan apa-apa, tetapi keheningan di dalam mobil itu menceritakan lebih banyak daripada kata-kata. Adelia menutup mata, mencoba menenangkan pi

ling menyatu, menciptakan kanopi gelap di atas mereka. Angin sejuk berhembus, membawa aroma basah dari tanah dan daun. Suara alam yang sunyi mem

t oleh siapa pun. Ia menatap Adelia, yang matanya kini berkilau dengan semangat yang belum

annya sekarang. "Aku tahu, Darren. Aku hanya ingin... aku hanya ingin

arkan keheningan mengisi ruang di antara mereka

oleh dengan cepat, detak jantungnya semakin cepat. Di dalam kegelapan, dua sosok muncul, dan satu di antar

, Adelia tahu bahwa mereka bukan sembarang orang. Mereka adalah bagian dari dunia

jahnya tampak cemas. "Kami hanya mencari seseoran

nya mengandung ancaman. "Helia... kalian tidak tahu apa yang kalian cari, bukan? Dunia ini buk

setiap celah dengan ketakutan yang tak terungkapkan. "Apa yang kalian maksud?" tanyan

lah mencoba membaca isi hatinya. "Kebenaran tidak selalu membawa kebahagiaan. Kadang-kadang, kebenaran membawa kematian. Siapkan dirimu, Adel

dalam perdebatan ini. "Kami tidak takut. Beri ta

ang ke arah Darren. Peta itu jatuh di tanah, terbelah menjadi beberapa lipat

mbawa konsekuensi. Dan kebenaran yang kalian cari, mungkin

beranian, ketakutan, dan tekad yang sama. Tidak ada jalan mundur. Mereka telah melangkah ke dalam kegelapan, dan ha

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Rahasia Pengantin Tersembunyi Tuan Muda
Rahasia Pengantin Tersembunyi Tuan Muda
“Adelia menggantikan kakaknya, Helia, yang menghilang tanpa jejak. Dalam sekejap, Adelia mendapati dirinya di altar, menikahi laki-laki yang hidupnya selama ini hanya dikenal sebagai rumor-Darren Aditya, putra ketiga dari keluarga Aditya, konglomerat terbesar di negeri ini. Darren, yang terkenal dengan sikap dinginnya, cacat fisik yang membuatnya selalu memakai penutup wajah, dan sifat yang rumit, dianggap sebagai pria yang tak bisa didekati. Ia digambarkan sebagai sosok yang keras, berbahaya, dan seringkali dihias dengan amarah yang tak terkendali. Namun, dibalik semua itu, siapa yang dapat membayangkan bahwa pria di hadapannya ini menyimpan sebuah rahasia besar? Ketika Adelia mencoba memahami Darren lebih jauh, di luar dugaan, ia menemukan sisi lain dari pria tersebut-sisi yang penuh luka, kerinduan, dan keinginan yang terpendam dalam kesunyian.”
1 Bab 1 merasakan kata-kata itu menggema di seluruh tubuhnya2 Bab 2 mengungkap kebenaran yang terpendam3 Bab 3 melawan semua rasa takut yang pernah menguasainya4 Bab 4 mengungkap semua rahasia5 Bab 5 Darren mengambil peta itu6 Bab 6 tidak peduli apa yang harus mereka hadapi7 Bab 7 Keyakinan bahwa tidak ada kekuatan yang bisa mengalahkan8 Bab 8 masa depan yang tidak boleh hilang di tengah kegelapan9 Bab 9 masih ada nyala api yang bisa membakar10 Bab 10 Bulan yang tertutup awan tebal11 Bab 11 sebuah perasaan yang belum pernah ia rasakan12 Bab 12 suara gemuruh datang dari hutan13 Bab 13 hampir melampaui batas kemampuannya.14 Bab 14 ada keyakinan bahwa bahkan dalam kehancuran15 Bab 15 Janji dalam Terang dan Gelap16 Bab 16 Cahaya di Ujung Terowongan17 Bab 17 di tengah bangunan baru yang mulai muncul18 Bab 18 siap untuk berjuang bersama19 Bab 19 Perang yang Menghidupkan Kembali Jiwa20 Bab 20 Kemenangan yang Menggugah Jiwa21 Bab 21 segenap hati dan jiwa mereka22 Bab 22 hanya melawan untuk hidup23 Bab 23 Api harapan yang membara di hati24 Bab 24 Jejak yang Meninggalkan Luka25 Bab 25 dikelilingi oleh orang-orang yang tidak hanya selamat26 Bab 26 Ketika malam semakin larut dan angin sepoi-sepoi27 Bab 27 mereka tidak akan pernah berhenti berjuang28 Bab 28 sudah memiliki satu hal yang paling penting29 Bab 29 Perjuangan Tanpa Henti30 Bab 30 Sorak-sorai memenuhi aula31 Bab 31 Awan Gelap di Ufuk Harapan