icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

(Bukan) Pembawa Sial

Bab 7 Emosi Yang Sama

Jumlah Kata:1000    |    Dirilis Pada: 28/07/2024

apak! Apalagi bapak selalu menyalahkan ibu terhadap apap

tua, yang ada orang semakin benci kepadamu. Dasar tidak sopan!

apak selama ini, karena aku sudah cukup sabar selama ini membiarkan bapak semena-mena terhadap aku dan juga ibu

p sama dengan ayahmu yang mengedepankan emosi.

seperti marahnya anak-anak kelas 5 SD seperti pada umumnya, tapi kali ini Revan benar-benar meluapkan segala emosi dan j

k diinginkan. Selain wajah Doko dan Revan yang mirip, emosi mereka saat marah juga

alam melawan orang tua. Itulah anak yang selalu kau bela dan juga kau lindungi selama ini, Lida. Sekarang dia sudah menunju

a orang lain. Semua anak pasti akan marah jika mengetahui orang tuanya seolah mencampakkan dirinya dan malah ingin memberikannya kepada orang asing yang be

ra dengan orang yang berhati batu dan

erhati batu, Revan? Aku?

pak. Tapi jika bapak merasa s

l

ak

ndengar Revan malah mengolok dirinya. Dua

puas hanya dengan 2 tamparan saja? Ayo lakukan lagi, P

imu anak sialan. Sekarang akhirnya kau pasrah dengan hidupmu akan berakhir

eruskan lagi emosi setanmu i

kan apa yang dikatakan oleh Lida. Baginya ucapan Rev

k tidak berguna ini, jangan kau ikut campur, jika ti

emosimu hilang, tapi tolong jangan sakiti anak kita, Uda!" ucap Lid

dengan nafas memburu melihat kearah Revan. Revan juga menat

Doko menepis tangan Lida dengan

agar tidak berbuat yang macam-macam dan

an balok ditangannya. Tapi lagi-lagi Doko dengan mudah menepis Lida den

pur. Aku tidak main-main, Lida!

n melakukan sesuatu yang belum pernah kau lihat ssebelumnya!" Lida berusah

li, Lida! Yang penting sekarang aku bisa menyingki

ang buruk pada anak kita, maka kau akan menghabiskan

besi, Lida. Bayang-bayang anak sialan ini terus menghantuiku setiap har

ya dengan kelahiran Revan. Kau hanya terlalu percaya dengan mitos kuni itu, sehingga menganggap hal yang tidak ada faktanya itu adalah kebenaran. Cobalah buk

kepercayaan yang sudah beberapa kali ia buktikan sendiri itu adalah kebenaran, Revan memang malapetaka bagi kehidupannya. Karena jika bukan diriny

dia mau menurut dan mau tinggal bersama juragan Malih, maka aku akan mele

dak akan pernah menuruti semua keinginan bapak. Untuk apa aku tinggal bersama orang a

lawan! Dasar pembawa sial. Ra

akkkk.

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
(Bukan) Pembawa Sial
(Bukan) Pembawa Sial
“Menjadi titisan bapak, anak yang serupa dengan ayahnya dalam sebagian tradisi dan kepercayaan masih saja dipercayai akan membawa nasib buruk nantinya. Anak itu dianggap sebagai ancaman bagi orang yang ia serupai, terutama jika ia mirip dengan ayah kandungnya. Revan, anak yang dilahirkan di keluarga sederhana. Anak yang seharusnya menjadi kebanggaan bagi keluarga, harus merasakan nasib yang tidak adil karena kepercayaan tentang mitos di lingkungan tempat ia tinggal. Wajah yang sangat serupa dengan ayahnya membuat Revan akhirnya memilih menjauh dari semua orang yang ia sayang. Bukan ia tak ingin hidup bersama mereka, tapi mereka lah yang seolah menjaga jarak dengan dirinya. Bagaimana kehidupan Revan selanjutnya? ayo ikuti kisah selengkapnya...”