icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

(Bukan) Pembawa Sial

Bab 3 Pertengkaran Hebat

Jumlah Kata:1019    |    Dirilis Pada: 27/07/2024

adu mulut dan juga pertengkaran yang hebat. Karena Lida sangat geram melihat suaminya yang

m sajo" Ucap Lida mengungkapkan kekesalannya pada suaminy

u, mungkin sajo nan di katoan uni Sodah itu memang bat

hal itu. Bisa-bisanya suaminya malah ikut

kau mengatakan hal yang bisa memb

aerah asli mereka dan terkadang juga mereka menggunakan bahasa tempat tinggal mereka yang

. Seperti yang dikatakan uni Sodah, " Doko masih saja membenarkan ucapan dari Sodah, padahal istrinya baru sem

anugerah. Sadarlah kalau anak kita ini adalah titipan yang harus ki

h terlalu lemah untu

semenjak kau hamil saja kita sudah hidup berkekurangan, apalagi nanti setel

ya, aku yang mengandung dan juga melahirkannya dengan taruhan nyawa. Jadi tidak

doh" sahut Doko sambil berlalu dari hadapan istr

menganggap hal itu sebagai suatu kesialan, hal itu karena mitos yang diyakini sebagian orang yang mengatakan jika anak terlahir mirip dengan wajah ayahnya maka anak itu akan diramalkan akan membuat kehidupan a

s ia jaga dengan baik. Tidak ada yang namanya anak pembawa sial karena semua anak itu terlahir suci. Kita sebagai orang tua

ya itu. Baru saja lahir ke dunia sudah merasakan penolakan dan penolakan itu berasal dar

minya itu datang untuk mengucapkan bahwa ia menyesal karena telah ikut menghina bayi mereka yang baru lahir itu.

Uda pinjam dululah buat bayar kopi

jam sama bu Ratih, lalu uda pikir aku dapat uang darimana. Seharusnya uda menggantikan aku cari uang saat kondisi seperti ini, bukan mal

makin hari semakin menjadi itu. Ia sudah mencoba diam selam

t berikan uda uang untuk pergi minum kopi ke warung. Pasti

n uang sepeserpun pada uda. Uang sisa dari bu Ratih itu

angsung pada orang itu. Kenapa dia yang

i nama pada anaknya. Tapi kau malah tidak tau dan tidak mau tau dengan nama anakmu s

dahlah, Lida. Tidak perlu membahas hal yang tidak penting, sekarang lebih ba

k-anakku daripada hobby mu yang tidak berguna itu. Kau pasti akan menggunakan uang itu untuk taruhan lagi di warung,

rutnya akan membawa kesialan itu. Sekarang saja anak itu sudah membuat Lida berani melawan dirinya. Padahal selama ini Lida tidak pernah berani membantah uc

hingga bertahun lamanya. Ia bahkan tid

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
(Bukan) Pembawa Sial
(Bukan) Pembawa Sial
“Menjadi titisan bapak, anak yang serupa dengan ayahnya dalam sebagian tradisi dan kepercayaan masih saja dipercayai akan membawa nasib buruk nantinya. Anak itu dianggap sebagai ancaman bagi orang yang ia serupai, terutama jika ia mirip dengan ayah kandungnya. Revan, anak yang dilahirkan di keluarga sederhana. Anak yang seharusnya menjadi kebanggaan bagi keluarga, harus merasakan nasib yang tidak adil karena kepercayaan tentang mitos di lingkungan tempat ia tinggal. Wajah yang sangat serupa dengan ayahnya membuat Revan akhirnya memilih menjauh dari semua orang yang ia sayang. Bukan ia tak ingin hidup bersama mereka, tapi mereka lah yang seolah menjaga jarak dengan dirinya. Bagaimana kehidupan Revan selanjutnya? ayo ikuti kisah selengkapnya...”