icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Cinta Sendal Jepit

Bab 4 Pengirim Misterius

Jumlah Kata:1199    |    Dirilis Pada: 30/06/2024

u reunian, malah ngilang seminggu lebih." ta

udah senggang kuceritain deh." uca

usan nasi, katanya bungkusan tersebut dari seorang laki-laki. "Mbak Amara, ini ada tit

ave deh, siapa lagi coba yang mengirimik

ndphone, tanpa berfikir panjang kucari kontak bernama Dave lalu memanggilnya. Namun nomornya tidak akti

HATI

r. Selain akses keluar dari kampung yang teramat jauh, air PAM pun belum masuk. Masyarakat sekitar hanya m

nggiran sungai. Kalau bukan karena persediaan air di rumah hampir habis, mungkin aku sudah berbali

tnya aku, ternyata sosok itu perempuan tengah duduk seorang di

n pun meracau kemana-mana. Bagaimana jika sosok tersebut adalah penunggu tempa

apa demit? Pikiranku

ya pada sosok tersebut, "Mbak,

gkat dan aku tidak ta

paknya dia habis mengalami musibah motornya terjun bebas ke sungai. Sebenarnya aku ingin segera membantu

u siapa?"

Agung,

rupanya dia berjalan tanpa alas kaki. Kukeluarkan dur

.. Pri

isidang di hadapan warga. Saat itu baru kutahu namanya Amara,

malam ini juga, dia berteriak histeris. Kasihan seka

pana dibuatnya, gadis ini cantik, bulu matanya lentik, hidungnya mancung, kulitnya putih bersih, alisnya b

arnya malam ini juga?" ujar penghulu yang

, siapa sih yang menolak gadis sempurna seperti dia. Bulu mata lentik,

kan menjadi nyata. Walaupun aku mengikatnya hanya dengan sep

gitu sampai di rumah, aku yang terbiasa tidur sendiri kini har

cuma sandiwara. Kamu jangan

k boleh tidur di ranjang itu

Aku memang suaminya, tetapi aku tidak akan mengambil ses

, enggan aku berbalik. Karena dari pergerakannya je

-gedor pintu kamar. Sontak aku terperanjat, lalu segera bangkit dan menoleh pada gadis itu, m

Mbok yang tengah memasak di depa

arah!" seruku seraya menyentuh pun

ni belum bangun. Perempuan kok malas-malasan!" beliau berbal

dan Amara sebelum di giring ke balai desa tadi malam. Tepat seperti perkiraanku, si Mbok pasti menganggap pernikaha

*

angunkannya. Biarlah, kunci yang kujadikan alasan. Ia memeriksa kantong celana jeans-nya, tetapi tidak menemukannya. Wajahnya pun tertekuk sempurna. Ingin rasanya

Aku benar-benar tidak tahan melihatnya. Ingin kur

*

dengan cara apa agar masih bisa melihatnya lagi. Jujur aku jatuh cinta, tapi s

itu yang berani aku ucapkan agar pertemuan kami masih berlanjut, atau setidaknya a

melihat dia diperlakukan layaknya orang terbuang. Ingin rasan

dak peduli padanya. Aku justru menahan diri agar tetap berpikir waras untuk tidak menar

ak pulang ke kampung. Mungkin sebaiknya aku mencari tempat tinggal saja

mungkin tangisnya sudah reda. Namun tangis itu benar sudah reda,

tangan wanitaku. Bak api yang menyala-nyala dada ini te

rsamanya. Lupakah dia akan keberadaanku. Kubun

an di depan rumah bertuliskan deng

mah tersebut. Tetapi Amara tidak terlihat. Sekarang aku yakin ia meneta

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Cinta Sendal Jepit
Cinta Sendal Jepit
“Amara, begitulah teman-teman memanggilku. Lahir dari keluarga yang tidak baik-baik saja. Mama pergi entah kemana sedangkan papa sibuk dengan kehidupannya sendiri, tanpa memikirkan perasaan anak sematawayangnya ini. Sejak keduanya berpisah, hidupku semakin tak karuan, papa menikah lagi dengan seorang perempuan yang jahatnya tingkat dewa, bahkan mungkin lebih. Entahlah .... Hingga semua ini membuat aku lebih senang berada di luar rumah. Cerita hidupku justru sedikit berwarna ketika lelaki bernama Agung datang dan memberi cinta. Kami bertemu dengan tanpa sengaja, ketika aku berusaha lari dari kejaran polisi. Salahku juga sih, hanya karena tak ingin terlambat datang ke acara reuni, aku sampai melupakan kelengkapan berkendara. Agung datang disaat yang tepat, ketika aku membutuhkan pertolongan. Tadinya kupikir permasalahan ini sepele dan akan segera selesai ketika motorku menyala, namun tak disangka ternyata dua orang penjaga keamanan di desa tersebut memergoki kami, mereka mengira kami berbuat hal yang tidak diindahkan. Akhirnya, kami pun dibawa ke balai desa setempat, dari sini semuanya menjadi rumit.Tuduhan yang tidak kami lakukan membuat kami dipaksa untuk mematuhi adat desa ini, yakni menikah. Pernikahan dadakan pun dilakukan, rasanya semua ini seperti mimpi. Hidupku jauh berubah, lelaki yang bernama Agung ini justru pasrah menerima keadaan. Hari demi hari kami lalui dengan ketidaknyamanan. Hingga suatu hari, ada perasaan lain yang muncul di hati. Perasaan yang sulit kumengerti maknanya itu semakin merajai hati. Sayang, justru karena perasaan inilah, petaka datang silih berganti hingga dalam keadaan mencekam dan tak bisa kugunakan otak untuk berfikir sebagaimana mestinya. Aku dan Agung pun saling menguatkan satu sama lain, hingga perjuangan kami berdua menemui titik terang. Ternyata benar kata pepatah, perjuangan tidak akan pernah menghianati hasil. Hingga cinta itu benar-benar datang tanpa halangan apapun. Layaknya di negeri dongeng para putri, aku pun merasakan cinta dan kebahagiaan sejati, aku dan lelaki bernama Agung pun hidup bahagia.”
1 Bab 1 Terjebak Pernikahan2 Bab 2 Kembali Pulang3 Bab 3 Anak Terbuang4 Bab 4 Pengirim Misterius5 Bab 5 Nyaman dan Cinta6 Bab 6 Mencintai Tanpa Memiliki7 Bab 7 Permintaan yang Menyakitkan8 Bab 8 Tempat yang Tepat9 Bab 9 Salahku di mana10 Bab 10 Sebatas Angan11 Bab 11 Perubahan Agung12 Bab 12 Mencari Amara13 Bab 13 Pertolongan dari Tuhan14 Bab 14 Penyesalan Tak berujung15 Bab 15 Bertemu Kembali16 Bab 16 Kebakaran17 Bab 17 Teror18 Bab 18 Ternyata aku Cinta19 Bab 19 Sebuah Rasa20 Bab 20 Rindu Tak Berujung21 Bab 21 Pindah Rumah22 Bab 22 Perasaan yang bersambut23 Bab 23 Hal yang tersembunyi24 Bab 24 Mencari Restu25 Bab 25 Hari yang Berat26 Bab 26 Insecure Agung27 Bab 27 Hari Bahagia Amara (pov Dave)28 Bab 28 Malam pertama29 Bab 29 Kembali ke Kampung30 Bab 30 Dave Memilih Sendiri31 Bab 31 Dia yang Hilang32 Bab 32 Tidak Mampu