icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Cinta Sendal Jepit

Bab 19 Sebuah Rasa

Jumlah Kata:1176    |    Dirilis Pada: 30/06/2024

u bising di telinga. Sejak perkataanku tadi, aku malas sekali mengajak bicara Agung. Bisa-bis

dia berusaha untuk me

Buka bab ini

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Cinta Sendal Jepit
Cinta Sendal Jepit
“Amara, begitulah teman-teman memanggilku. Lahir dari keluarga yang tidak baik-baik saja. Mama pergi entah kemana sedangkan papa sibuk dengan kehidupannya sendiri, tanpa memikirkan perasaan anak sematawayangnya ini. Sejak keduanya berpisah, hidupku semakin tak karuan, papa menikah lagi dengan seorang perempuan yang jahatnya tingkat dewa, bahkan mungkin lebih. Entahlah .... Hingga semua ini membuat aku lebih senang berada di luar rumah. Cerita hidupku justru sedikit berwarna ketika lelaki bernama Agung datang dan memberi cinta. Kami bertemu dengan tanpa sengaja, ketika aku berusaha lari dari kejaran polisi. Salahku juga sih, hanya karena tak ingin terlambat datang ke acara reuni, aku sampai melupakan kelengkapan berkendara. Agung datang disaat yang tepat, ketika aku membutuhkan pertolongan. Tadinya kupikir permasalahan ini sepele dan akan segera selesai ketika motorku menyala, namun tak disangka ternyata dua orang penjaga keamanan di desa tersebut memergoki kami, mereka mengira kami berbuat hal yang tidak diindahkan. Akhirnya, kami pun dibawa ke balai desa setempat, dari sini semuanya menjadi rumit.Tuduhan yang tidak kami lakukan membuat kami dipaksa untuk mematuhi adat desa ini, yakni menikah. Pernikahan dadakan pun dilakukan, rasanya semua ini seperti mimpi. Hidupku jauh berubah, lelaki yang bernama Agung ini justru pasrah menerima keadaan. Hari demi hari kami lalui dengan ketidaknyamanan. Hingga suatu hari, ada perasaan lain yang muncul di hati. Perasaan yang sulit kumengerti maknanya itu semakin merajai hati. Sayang, justru karena perasaan inilah, petaka datang silih berganti hingga dalam keadaan mencekam dan tak bisa kugunakan otak untuk berfikir sebagaimana mestinya. Aku dan Agung pun saling menguatkan satu sama lain, hingga perjuangan kami berdua menemui titik terang. Ternyata benar kata pepatah, perjuangan tidak akan pernah menghianati hasil. Hingga cinta itu benar-benar datang tanpa halangan apapun. Layaknya di negeri dongeng para putri, aku pun merasakan cinta dan kebahagiaan sejati, aku dan lelaki bernama Agung pun hidup bahagia.”