icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Bisakah Untuk Tidak Memilih

Bab 3 Awal Mula Segalanya

Jumlah Kata:1638    |    Dirilis Pada: 15/05/2024

t papa sama mama aku!" Rachel berusaha membang

dari tadi sih?" protes Tristan yang masi

ndi," komentar Janetta yang pagi-pagi sudah sibuk dengan HP, barang kesayangannya. Tristan yang melihat

da alasan telat karena antri kamar mandi kalau nginap di rumah Rachel. Sementara empat cewek manis yang sudah siap dari tadi itu

*

r-lancar aja kan?" tanya Rachel ketika

mama sama papa?" tanya mamanya balik, p

n alarm dari cewek-cewek tapi mereka juga telat bangunin kit

ereka sudah menunggu di sana, "Loh sayang, kok jadi nyalahin kita sih?! Kamu sendiri udah tau kan kalau hari ini kita mau jemput om sama ta

hin. Jadi rindu mau muda lagi, pengen ketemu sama orang tua kalian mau bernostalgia jam

rena papa dan mama harus tinggalin kamu untuk urusan kerjaan papa. Kamu nggak masalah kan tinggal sendirian lagi di rumah, papa sangat minta maaf." Sebenarnya Rachel sangat sedi

in papa sendirian ngurusin kerjaan papa. Aku di sini ada mereka kok yang bakalan temeni

ak lihat-lihat kampus." Rachel mengangguk, sudah seharusnya ini yang terbaik bahwa Rachel mengalah karena dia tau tidak m

*

or dari kampus tersebut. "Selamat datang Bapak dan Ibu Hapsari, saya sangat senan

lihat aktivitas anak kami di kampus. Apa boleh saya ikut sebentar ke k

gsung mengikuti dosen ini." Dengan mengucapkan terima kasih, papa dan mama Rachel mengikuti do

gar ada sinar matahari yang masuk. Sebenarnya anak-anak di kelas Rachel sudah tau berita kalau ada pemilik kampus yang akan mengunjungi mereka

ang masuk pagi ini di kampus, si pemilik kampus malah pilih k

atu kehormatan juga karena mereka memilih kelas ini untuk dikunjungi. Sekali lagi bapak akan mengenalkan kedua pemilik kampus

cewek satu itu ganggu pemandangan banget tau nggak!" Jenar malah jadi kompor buat teman-temannya. Sudah dipastikan kalau geng cewek centil itu makin tambah

ari untuk menyampaikan dua patah kata." Papa Rachel mengan

nsen dengan dunia anak remaja. Dunia anak remaja itu sangat rentan karena itu saya ingin membangun dunia yang aman bagi mereka karena saya juga membayangkan bagaimana nantinya kalau anak saya tinggal di dunia yang tidak nyaman pasti akan membuat saya sedih. Oh iya, saya hampir lupa mengenalkan anak saya, namanya adalah Rachel Kirana. Dia anak saya satu-satunya dan baru memulai dunia di sini sama seperti kalian jadi saya harap kalian juga

ri kampus gara-gara tuh anak ngadu tentang semua kelakuan

k anak-anak mungkin sekian perkenalan dari Pak Hapsari, kalian bisa melanjutkan pembelajaran dulu tanpa bapak, kan? Bapak

ng atau gimana?" tanya Rachel set

baru pulang ke rumah. Pesawat kita sekitar jam tiga sore jadi k

sekarang kalian masuk kelas, sampai ketemu minggu depan yah sayang." Papa Ra

*

ah menjadi hening seperti di kuburan. Janetta sangat mengerti kenapa teman sekelasnya malah jadi pendiam seperti

h, aku ngerti kok kalau kalian merasa risih ketika anak baru langsung sok akrab dengan geng yang paling terk

ak yang kemarin sok keren pakai bully Rachel! Untung Rachel baik, kalau nggak kalian semua bisa lang

nya. "Aduh sakit tau!" teriak Tristan yang siap-siap ingin menjitak kepala Janetta tapi ditahan oleh Jovan. Janett

s aku, masa sekelas berantem justru teman sekelas itu musti kompak." Cewek-cewek yang terus menunduk gara-gara habis disindir Tristan langsung tersenyum tenang saat mendengar ucap

yang sudah lama meninggalkannya, sahabatnya, orang yang dia sayangi, "Satu teman kami lagi ada di luar negeri mungkin

langsung pergi meninggalkan teman-teman kelasnya dalam kebingungan kecuali geng nya yang sudah mengerti keadaan R

ang selalu bersama." Jelena tau kalau hatinya terluka karena tatapan khawatir yang berbeda yang keluar dari mata Yadi ketik

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Bisakah Untuk Tidak Memilih
Bisakah Untuk Tidak Memilih
“Hidup tidak pernah berjalan sesuai dengan rencana kita dibalik itu semua sangat banyak pilihan yang berikan kepada kita. Jalan yang kita ambil menurut kita mungkin bagus tapi semua pilihan pasti ada kosekuensinya. Kita sebagai manusia yang berakal harus pandai melihat pilihan dan situasi ke depannya. Apakah kita mau memilih dari salah satu pilihan yang diberikan ditambah dengan konsekuensinya masing-masing? Bisa saja kita tidak memilih apapun, berjalan mengikuti arah angin tapi tetap saja itu punya konsekuensi tersendiri. Pikirkanlah itu semua, jangan menyesal karena telah salah menjatuhkan pilihan.”
1 Bab 1 Come Back Home2 Bab 2 Perkenalan 3 Bab 3 Awal Mula Segalanya4 Bab 4 Ada Apa Dengannya 5 Bab 5 Pertemuan Dengan Orang Baru6 Bab 6 Penyamaran yang Terbongkar7 Bab 7 Mimpi yang Nyata8 Bab 8 Pertemuan Dari Mimpi9 Bab 9 Semua Apakah Baik-baik Saja 10 Bab 10 Ketika Dari Hati11 Bab 11 Takdir yang Kejam12 Bab 12 Kotak Hitam13 Bab 13 Saling Menjauh14 Bab 14 Sebenarnya Kenapa 15 Bab 15 Salah Paham16 Bab 16 Bos Mafia17 Bab 17 Yang Tinggal dan Meninggalkan18 Bab 18 Persaingan Oh Persaingan19 Bab 19 Tumbal Pujaan Hati20 Bab 20 Pengakuan21 Bab 21 Peringatan Pertama22 Bab 22 Tidak Baik-baik Saja23 Bab 23 Teman Baru dan Konflik Baru24 Bab 24 Kamu yang Meninggalkan Perih25 Bab 25 Perihnya Berjanji26 Bab 26 Menekan Emosi27 Bab 27 Pengakuan Akan Berdosa28 Bab 28 Satu Persatu Akan Mati29 Bab 29 Janji yang Benar Janji30 Bab 30 Hal yang Harus Diselesaikan31 Bab 31 Dunia Penuh Kenyamanan32 Bab 32 Kehancuran Beruntun33 Bab 33 Pertandingan Memperebutkan Keegoisan34 Bab 34 Datang dan Tak Kembali35 Bab 35 Lepaskan dan Pergilah