icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Bisakah Untuk Tidak Memilih

Bab 4 Ada Apa Dengannya

Jumlah Kata:1558    |    Dirilis Pada: 15/05/2024

Yadi sambil terus

buang tenaga untuk mengejarnya lagi, "Sumpah Rachel, aku capek banget ngejar ka ...." Kata-kata Yadi tiba

pa sih aku jadi lemah kayak gini gara-gara

Rachel, kamu nggak lemah dengan nangis seperti itu malah itu mungkin akan membuat kamu menjadi kuat nantinya." Yadi berusaha menenangkan Rach

tenangin Rachel sekarang." Perkataan Janetta membuat Liora entah kenapa berbalik menge

mau ke mana Jelena, kamu nggak apa-apa kan?" Semua teman-tema

gambil barang aku yang ketinggalan di kelas." Jelena berlari,

h kenapa kepalanya sakit seperti ingin meledak, "Aduh, kenapa tiba-tiba kepala aku sakit banget dan perasaan aku nggak enak. Biasanya aku begini kalau teman-teman ak

lnya Yadi deh, apa aku pulang duluan aja pakai mobilnya Yadi? Dia pasti nggak marah kok malah mungkin dia akan mengerti kalau a

*

dulu sama Haniel?! Papa pikir Haniel ini barang dagangan yang tidak perlu tau apa-ap

, "Papa benar-benar sudah buntu Haniel, papa sebenarnya tidak mau menyetu

lu kenapa harus Haniel yang menanggung sem

bukan dengan teriak-teriak nggak jelas kayak gini!" tegas cewek itu yang berusaha menghentikan adu mulut ayah dan a

g tak terduga berasa dari dal

" teria

getuk keras-keras pintu itu, "Javas, Kak Javas! Kakak ken

s, "Om, Haniel, mend

Javas. Dobrakan yang kedua kali akhirnya membuat pintu kamar Javas terbuka,

ris melihat Javas ter

membantu papanya mengangkat Javas. Indira lalu menelepon ru

*

ekarang kita cek ke kelas dan dia nggak ada!" amarah Tristan semakin s

ah, mudah-mudahan dia tidak kenapa-napa karena aku melihatny

urnya, "Sayang, kamu kenapa dari tadi diam terus? Kamu tenang aja, aku yakin

Jelena tiba-tiba menghilang seperti itu,

achel walau sebenarnya aku yakin ada

ia." Liora bergetar menahan tangis, dia takut ada apa-apa sama Jelena.

a dia mau pulang tapi langkah kaki Yadi terhenti dengan muka kebingungan m

ena, jangan-jangan dia ...." Yadi langsung berlari

sebenarnya ada masalah apa sih?!" Rachel juga k

perasaan aku semakin nggak enak." L

kampus sampai jalan keluar kampus, "Jo

mpus kita." Mata Jovan lebih mengawasi jalan y

embuat perasaan Liora semakin tidak e

ka Liora akan melompat dari mobil sementara Tristan jadi senewen karena rem

aknya ada yang rame jug

Yadi tiba-tiba lari seperti itu, "Yadi!" Teman-temannya ikut berlari mengikuti Rachel dan Yadi. Ketika Rachel berhasil masuk ke kerumunan itu, dia malah menemukan

dia semakin ketakutan, "Jelena!" Liora berlari membantu Yadi. Sementara Tri

*

rnya, "Kak, akhirnya kakak siuman juga." Indira menggengg

dan besok sudah bisa untuk pulang." Papa

lang ke Indonesia,"

apanya selesai bicara, tangann

epan ruangan Javas,

aniel terlihat serius dengan keinginannya itu. Papanya berpikir sebentar, tidak ada cara lain, papanya harus mengijinka

onesia besok. papa minta kamu jaga kesehatan kamu, Indira dan Haniel papa tugaskan untuk terus memantau perke

auh darinya, "Kamu kasih apaan ke om sampai dia mau iyain permintaan Javas?" Haniel hanya

*

epertinya mimpi buruk membuat

teriakin nama Javas kayak gitu?" Lio

ngsung to the point, dia yakin kalau Jelena b

vas yang berjalan di depan Jelena tapi semakin lama dia semakin menjauh tapi tenang aja Rachel mungkin itu semua hanya mimp

erat, entah kenapa pelukan itu membuat jantung Jelena bekerja lebih cepat. Yadi menyadari hal itu kemudian melep

iri aku, Di." Jelena m

rol sama kita-kita kalau kamu lagi ada dalam masalah!" Tristan juga iku

m sembuh betul. Jelena, kalau kamu lagi ada masalah dan butuh kita untuk tenangin ka

u," ujar Janetta. Liora membantu Jelena untuk beristirahat sementara Rachel masih memandang Jelen

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Bisakah Untuk Tidak Memilih
Bisakah Untuk Tidak Memilih
“Hidup tidak pernah berjalan sesuai dengan rencana kita dibalik itu semua sangat banyak pilihan yang berikan kepada kita. Jalan yang kita ambil menurut kita mungkin bagus tapi semua pilihan pasti ada kosekuensinya. Kita sebagai manusia yang berakal harus pandai melihat pilihan dan situasi ke depannya. Apakah kita mau memilih dari salah satu pilihan yang diberikan ditambah dengan konsekuensinya masing-masing? Bisa saja kita tidak memilih apapun, berjalan mengikuti arah angin tapi tetap saja itu punya konsekuensi tersendiri. Pikirkanlah itu semua, jangan menyesal karena telah salah menjatuhkan pilihan.”
1 Bab 1 Come Back Home2 Bab 2 Perkenalan 3 Bab 3 Awal Mula Segalanya4 Bab 4 Ada Apa Dengannya 5 Bab 5 Pertemuan Dengan Orang Baru6 Bab 6 Penyamaran yang Terbongkar7 Bab 7 Mimpi yang Nyata8 Bab 8 Pertemuan Dari Mimpi9 Bab 9 Semua Apakah Baik-baik Saja 10 Bab 10 Ketika Dari Hati11 Bab 11 Takdir yang Kejam12 Bab 12 Kotak Hitam13 Bab 13 Saling Menjauh14 Bab 14 Sebenarnya Kenapa 15 Bab 15 Salah Paham16 Bab 16 Bos Mafia17 Bab 17 Yang Tinggal dan Meninggalkan18 Bab 18 Persaingan Oh Persaingan19 Bab 19 Tumbal Pujaan Hati20 Bab 20 Pengakuan21 Bab 21 Peringatan Pertama22 Bab 22 Tidak Baik-baik Saja23 Bab 23 Teman Baru dan Konflik Baru24 Bab 24 Kamu yang Meninggalkan Perih25 Bab 25 Perihnya Berjanji26 Bab 26 Menekan Emosi27 Bab 27 Pengakuan Akan Berdosa28 Bab 28 Satu Persatu Akan Mati29 Bab 29 Janji yang Benar Janji30 Bab 30 Hal yang Harus Diselesaikan31 Bab 31 Dunia Penuh Kenyamanan32 Bab 32 Kehancuran Beruntun33 Bab 33 Pertandingan Memperebutkan Keegoisan34 Bab 34 Datang dan Tak Kembali35 Bab 35 Lepaskan dan Pergilah