icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Bisakah Untuk Tidak Memilih

Bab 2 Perkenalan

Jumlah Kata:2167    |    Dirilis Pada: 15/05/2024

ar di kampus itu. Walau sangat terlihat banyak yang jelas-jelas berbisik-bisik menggosipi mereka juga menatap mereka heran tapi nyatany

anya salah seorang si

ak popular di angkatan kita, senior aja tau kok tentang mereka," cetus seo

mereka itu, kayaknya anak baru deh. Setahu aku mereka kan selalu berenam aja, cuma Yadi, Jova

anya mengikuti langkah si mahasiswa popular, penasaran dengan cewek baru diant

baru tapi kenapa akrab banget yah sama mereka? Kita aja yang dah lama bareng bahkan sekelas sama mereka tapi nggak pernah akrab-akrab,

ereka popular di kampus ini makanya dia ikut nimbrung sama mereka supaya terkenal juga. Tapi ngomong-ngomong kok kamu yakin

mbahan dan karena aku cuma sendiri jadi disuruh kerja kuis aja di kantor admin. Terus aku dengar Pak Syam ngomong sama admin kalau baka

," ujar salah satu penggemar FRR, Jenar, berusaha menenangkan p

upu-sepupu anak FRR ada di luar nege

get mau tau dia siapa!" Daisy berjalan meninggalkan teman-temannya yang kebetulan sekelas sama sekelompok anak-anak yang diberi sebutan dengan nama FR

ena, dan Janette tidak mempedulikan tentang sebutan itu. Mereka bukannya sombong tapi karena sejak kecil mereka selalu bersama makanya mereka lebih nyaman bersama gengnya dibandingkan ikut nimbrung dengan

a. Itulah salah satu kenapa mereka bisa menjadi popular dan selain itu banyak kontroversi yang beredar mengenai mereka di kampus itu kalau salah satu dari mereka yaitu Liora adalah salah satu anak dari penyumbang investasi terbanyak untuk kampus itu. Banyak

*

ewek yang menjadi kontroversi tadi. "Baik anak-anak, sebelum saya mulai perkuliahan kita pada hari ini, saya mau memperkenalkan sama kalian mahasiswa baru yang akan masuk di kelas kalian. Sebelumnya ibu panggil dia dulu

at berharap kalian semua dapat menerima saya dengan baik dan membantu saya dalam mengejar ketertinggalan

l, okey baik anak-anak ki

ping tempat duduk Yadi, "Aku duduk di sini yah." Rachel dengan

u, nanti ditegur sama dosen di depan loh," ujar Ya

Mana yang lain tempat duduknya udah sebelah-sebalahan nggak ada space buat aku." Kelak

adi mengakhiri adu mulut itu denga

h bagus juga aku!" ejek Daisy sam

at sinis ke kamu gara-gara deketin salah satu prince di kampus ini,"

ngajak ngobrol, mau konsen belajar ini, aku udah ketinggalan banyak terus kalian nggak mau nolongin pula," pungkas Rachel lalu berbalik ke depan

*

ah kosong karena sebagian sudah lari ke kantin akibat perut yang sudah keroncongan. "Rachel, mau ikutan ke ka

agian aku nggak lapar juga kok. Nanti sebelum masuk kita ke ruangan biasa yah, ada yang

l." Mereka meninggalkan Rachel y

udian melanjutkan kembali aktivitas mencatatnya. Hanya dilihat seperti itu, cewek itu langsung geram tidak terima, "Sok banget yah anak baru, pake acara dekat-dekat sama

dekat-dekat sama anak FRR supaya ikut terkenal kan kayak mereka! Emang kamu bisa apa sih dibandingkan dengan anak FRR yang berbakat dalam segala bidang, nggak punya baka

kenapa kalau aku deketin mereka, mereka aja nggak ada yang komplen kok aku deketin begitu kenapa jadi kalian yang sewot? Kalian jug

lah keganjenan dekat mereka!" Daisy menunjuk gaya busana Rachel dari atas sampai bawah, harus Rachel akui kalau mungkin dia tidak sylish. Rachel hanya memakai baju kemeja biasa dan celana jeans biasa ditambah dengan sekarang dia memakai ka

ebih tepat untuk dipakai ke mall dari pada ke kampus. Hal itu malah membuat Rachel tersenyum tipis menahan tawa yang malah dipandang seba

habis pulang kampus, buang-buang waktu aja

au masih mau datang ke kampus ini dengan baik-baik mending kam

yang mustinya memandang diri kalian sendiri karena malah membully orang lain, kalian pikir anak FRR yang kalian

itu musti dikasih pelajaran supaya ngerti tempat!" Niatan Daisy untu

kita jadi mending kamu turunkan tangan kamu dan kembali ke tempat duduk kamu sebelum kamu menyesal!" Orang itu adalah Yadi. Dai

gin kamu bicarakan." Yadi menatap tajam semua

elum selesai mencatatn

eka akhirnya ikut nimbrung. Tanpa banyak berkata-kata, Yadi langsung menarik Rachel keluar dari kel

*

lau penyuka teman-temannya sefanatik itu padahal mereka bukan artis. "Apaan sih Rachel, udah

membawa nama kampus kan mereka juga bisa." Rachel tertawa lagi setelah mengingat-ingat bagaimana menyebalkannya wajah Daisy melihat tingkah Rose yang tidak takut sama sek

in apa sih?!" tanya Tristan yang su

ifat emosian kamu berangsur hilang pas aku pergi eh malah len

u apa yang kamu mau omongin." Jo

snya dengan main-main lagi, akhirnya Rachel memulai pembicaraan mereka, "Aku rasa banyak teman seangk

ka ke kampus buat lihat gimana aktivitas aku di kampus baru setelah itu mereka ke Kanada buat urusan ke

jawab merek

udah mata kuliah akhir kan?" mohon Tristan, kelihatan banget anak ini lagi malas belajar. Setelah kejadian tidak mengenakkan

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Bisakah Untuk Tidak Memilih
Bisakah Untuk Tidak Memilih
“Hidup tidak pernah berjalan sesuai dengan rencana kita dibalik itu semua sangat banyak pilihan yang berikan kepada kita. Jalan yang kita ambil menurut kita mungkin bagus tapi semua pilihan pasti ada kosekuensinya. Kita sebagai manusia yang berakal harus pandai melihat pilihan dan situasi ke depannya. Apakah kita mau memilih dari salah satu pilihan yang diberikan ditambah dengan konsekuensinya masing-masing? Bisa saja kita tidak memilih apapun, berjalan mengikuti arah angin tapi tetap saja itu punya konsekuensi tersendiri. Pikirkanlah itu semua, jangan menyesal karena telah salah menjatuhkan pilihan.”
1 Bab 1 Come Back Home2 Bab 2 Perkenalan 3 Bab 3 Awal Mula Segalanya4 Bab 4 Ada Apa Dengannya 5 Bab 5 Pertemuan Dengan Orang Baru6 Bab 6 Penyamaran yang Terbongkar7 Bab 7 Mimpi yang Nyata8 Bab 8 Pertemuan Dari Mimpi9 Bab 9 Semua Apakah Baik-baik Saja 10 Bab 10 Ketika Dari Hati11 Bab 11 Takdir yang Kejam12 Bab 12 Kotak Hitam13 Bab 13 Saling Menjauh14 Bab 14 Sebenarnya Kenapa 15 Bab 15 Salah Paham16 Bab 16 Bos Mafia17 Bab 17 Yang Tinggal dan Meninggalkan18 Bab 18 Persaingan Oh Persaingan19 Bab 19 Tumbal Pujaan Hati20 Bab 20 Pengakuan21 Bab 21 Peringatan Pertama22 Bab 22 Tidak Baik-baik Saja23 Bab 23 Teman Baru dan Konflik Baru24 Bab 24 Kamu yang Meninggalkan Perih25 Bab 25 Perihnya Berjanji26 Bab 26 Menekan Emosi27 Bab 27 Pengakuan Akan Berdosa28 Bab 28 Satu Persatu Akan Mati29 Bab 29 Janji yang Benar Janji30 Bab 30 Hal yang Harus Diselesaikan31 Bab 31 Dunia Penuh Kenyamanan32 Bab 32 Kehancuran Beruntun33 Bab 33 Pertandingan Memperebutkan Keegoisan34 Bab 34 Datang dan Tak Kembali35 Bab 35 Lepaskan dan Pergilah