icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Asal kalian puas

Bab 5 bagian 5

Jumlah Kata:1127    |    Dirilis Pada: 11/04/2024

emegangi ku tak ma

mencicipi kemolekan d

hendak menjamah leher namun ia sediki

mbil memegangi

ahnya tepat di

um bibir yang telah ba

ukan oleh pak Karmin yaitu melumat bib

ulurkan lidah, lalu ia memagu

nnya begitu kuat, m

terbenam menciumi

ali menghisap sampai mengg

inggalkan beberapa

ala memamerkan bagian ketiak p

mencukur habis bulu ket

kaan ketiak, mencium aroma wangi

pai berdiri mene

ian paling putih dan terdapat

sa sangat lici

dan kanan. Sesekali kembali menciumi leher,

merasakan kegelian

anti dengan erangan-erangan kecil yang membuat mereka

osisi, nampak asyik memijat

masih terhalang oleh

an menyusup ke b

nya yang terhimpit oleh bh s

merupakan bos ku, sudah bere

nung sembari memainka

aras ku. Lebih tepatnya kemo

kenikmatan yang sesunggu

tidak di duga-duga, namun sayangnya orang t

ih leluasa untuk menggauli pembantunya. Tanpa

bil cuti, terus pergi ke s

encari cara agar bisa me

uatu cara sebagai solus

ga. Dan pasti istriku

hati sembari

.

mas buah kembar

an terbata-bata keluar dari mulut,

ngemut punyamu" tangan sembari memelintir dua

asa di ujung buah kembarku di pel

yang ku kenakan dan melor

ang ada di genggaman. Kondisi disini masih gelap,

ng tangan kiri asyik menekan kuat buah ranum dan kenya

memagut dan mengemut ujung kecil mungil ber

lai tersengal memburu. Deta

ruh tubuh, mendapatkan rang

u belum

h beruntung d

erak liar menjelajahi setiap inci paha m

an paha dalamku. Juga sesekali

organ kewanitaanku yang masih tertutup celana pe

ngenai permukaan kulit dan bulu halusku, yang t

lu-bulu hitam halus yang sebagian men

memejam keenakan merasakan sensasi se

mulai berani melorotkan celan

i di ujung kacang kecil y

ahh" aku me

as, paha bergetar seakan tubuh i

u telah larut dalam kenikmatan

gat untuk terus menjila

mpur liur dari para tukang yang menjamah tubuhku. Rasa

un masih asyik di jilati d

nan dan kiri, tubuh terangkat se

a

hh . Eeeeuu

pertamaku menyem

i muka p

n menghabiskan cairan bening yan

an organ intim kewanitaanku. Hanya untuk

luu

glai dan tak mungkin untuk me

Nih kalau mau kita a

k mau menjawab pertanya

kraman tangannya, lalu menghidupkan

nampak lah sedikit cairan bek

sok-sokan menolak, namun akhirnya mera

au di minta. Giliran di pake m

n, kita gili

kiri dan kanan, pak Darmaji memegang kak

njadi split tapi sa

itu indah di mata mereka. Atau bahkan di mata setiap l

yang menganga karena kedua kak

celah, nampak sangat jelas. Jelas sek

hadapan dengan bij

ya, beberapa saat men

melorotkan celana bes

yang berukuran besar panjang, s

rat agar ia tidak memasukkan benda itu pa

i apa yang ku pinta, badannya s

ngkok di depan

ekan di permukaan bela

eb

masuk ke dalam ro

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Asal kalian puas
Asal kalian puas
“Kedua orang yang memegangi ku tak mau tinggal diam saja. Mereka ingin ikut pula mencicipi kemolekan dan kehangatan tubuhku. Pak Karmin berpindah posisi, tadinya hendak menjamah leher namun ia sedikit turun ke bawah menuju bagian dadaku. Pak Darmaji sambil memegangi kedua tanganku. Mendekatkan wajahnya tepat di depan hidungku. Tanpa rasa jijik mencium bibir yang telah basah oleh liur temannya. Melakukan aksi yang hampir sama di lakukan oleh pak Karmin yaitu melumat bibir, namun ia tak sekedar menciumi saja. Mulutnya memaksaku untuk menjulurkan lidah, lalu ia memagut dan menghisapnya kuat-kuat. "Hhss aahh." Hisapannya begitu kuat, membuat lidah ku kelu. Wajahnya semakin terbenam menciumi leher jenjangku. Beberapa kecupan dan sesekali menghisap sampai menggigit kecil permukaan leher. Hingga berbekas meninggalkan beberapa tanda merah di leher. Tanganku telentang di atas kepala memamerkan bagian ketiak putih mulus tanpa sehelai bulu. Aku sering merawat dan mencukur habis bulu ketiak ku seminggu sekali. Ia menempelkan bibirnya di permukaan ketiak, mencium aroma wangi tubuhku yang berasal dari sana. Bulu kudukku sampai berdiri menerima perlakuannya. Lidahnya sudah menjulur di bagian paling putih dan terdapat garis-garis di permukaan ketiak. Lidah itu terasa sangat licin dan hangat. Tanpa ragu ia menjilatinya bergantian di kiri dan kanan. Sesekali kembali menciumi leher, dan balik lagi ke bagian paling putih tersebut. Aku sangat tak tahan merasakan kegelian yang teramat sangat. Teriakan keras yang tadi selalu aku lakukan, kini berganti dengan erangan-erangan kecil yang membuat mereka semakin bergairah mengundang birahiku untuk cepat naik. Pak Karmin yang berpindah posisi, nampak asyik memijat dua gundukan di depannya. Dua gundukan indah itu masih terhalang oleh kaos yang aku kenakan. Tangannya perlahan menyusup ke balik kaos putih. Meraih dua buah bukit kembarnya yang terhimpit oleh bh sempit yang masih ku kenakan. .. Sementara itu pak Arga yang merupakan bos ku, sudah beres dengan kegiatan meeting nya. Ia nampak duduk termenung sembari memainkan bolpoin di tangannya. Pikirannya menerawang pada paras ku. Lebih tepatnya kemolekan dan kehangatan tubuhku. Belum pernah ia mendapati kenikmatan yang sesungguhnya dari istrinya sendiri. Kenikmatan itu justru datang dari orang yang tidak di duga-duga, namun sayangnya orang tersebut hanyalah seorang pembantu di rumahnya. Di pikirannya terlintas bagaimana ia bisa lebih leluasa untuk menggauli pembantunya. Tanpa ada rasa khawatir dan membuat curiga istrinya. "Ah bagaimana kalau aku ambil cuti, terus pergi ke suatu tempat dengan dirinya." Otaknya terus berputar mencari cara agar bisa membawaku pergi bersamanya. Hingga ia terpikirkan suatu cara sebagai solusi dari permasalahannya. "Ha ha, masuk akal juga. Dan pasti istriku takkan menyadarinya." Bergumam dalam hati sembari tersenyum jahat. ... Pak Karmin meremas buah kembar dari balik baju. "Ja.. jangan.. ja. Ngan pak.!" Ucapan terbata-bata keluar dari mulut, sembari merasakan geli di ketiakku. "Ha ha, tenang dek bapak gak bakalan ragu buat ngemut punyamu" tangan sembari memelintir dua ujung mungil di puncak keindahan atas dadaku. "Aaahh, " geli dan sakit yang terasa di ujung buah kembarku di pelintir lalu di tarik oleh jemarinya. Pak Karmin menyingkap baju yang ku kenakan dan melorotkan bh sedikit kebawah. Sayangnya ia tidak bisa melihat bentuk keindahan yang ada di genggaman. Kondisi disini masih gelap, hanya terdengar suara suara yang mereka bicarakan. Tangan kanan meremas dan memelintir bagian kanan, sedang tangan kiri asyik menekan kuat buah ranum dan kenyal lalu memainkan ujungnya dengan lidah lembut yang liar. Mulutnya silih berganti ke bagian kanan kiri memagut dan mengemut ujung kecil mungil berwarna merah muda jika di tempat yang terang. "Aahh aahh ahh," nafasku mulai tersengal memburu. Detak jantungku berdebar kencang. Kenikmatan menjalar ke seluruh tubuh, mendapatkan rangsangan yang mereka lakukan. Tapi itu belum cukup, Pak Doyo lebih beruntung daripada mereka. Ia memegangi kakiku, lidahnya sudah bergerak liar menjelajahi setiap inci paha mulus hingga ke ujung selangkangan putih. Beberapa kali ia mengecup bagian paha dalamku. Juga sesekali menghisapnya kadang menggigit. Lidahnya sangat bersemangat menelisik menjilati organ kewanitaanku yang masih tertutup celana pendek yang ia naikkan ke atas hingga selangkangan. Ujung lidahnya terasa licin dan basah begitu mengenai permukaan kulit dan bulu halusku, yang tumbuhnya masih jarang di atas bibir kewanitaan. Lidahnya tak terasa terganggu oleh bulu-bulu hitam halus yang sebagian mengintip dari celah cd yang ku kenakan. "Aahh,, eemmhh.. " aku sampai bergidik memejam keenakan merasakan sensasi sentuhan lidah di berbagai area sensitif. Terutama lidah pak Doyo yang mulai berani melorotkan celana pendek, beserta dalaman nya. Kini lidah itu menari-nari di ujung kacang kecil yang menguntit dari dalam. "Eemmhh,, aahh" aku meracau kecil. Tubuhku men”