icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Asal kalian puas

Asal kalian puas

icon

Bab 1 1. (rumah baru)

Jumlah Kata:1077    |    Dirilis Pada: 11/04/2024

i rumah ini.Rumah yang sangat mewah dan

n ibuku.Kata mbok Yem majikannya butuh seorang pembantu lagi k

tak kunjung datang kembali ke rumah ini.Menjadi pembantu sebenarnya aku terpaksa, karena keadaan eko

l pekerjaanku ketika masi

erjaanku di sini

mbayar kami 3x lipat dari g

bersedia k

sini, semua terlihat baik baik dan wajar2 saja.

agak canggung bila ingin menyuruhku tak seperti bos wanita

ruhku bahkan sampai menasehatiku soal pekerjaan yang harus aku

ngat baik. Bisa di bilang "perhatian". Perlakuan nya pa

.. bi nur t

pria dari

i piringbergegas ke ru

uan ad

gup sambil menu

u ya, bersikap seperti biasa aja nur. Kaya kamu sama mbok Yem.

menase

ajahnya sam

.baik

esin tumpahan kopi saya t

iya

g mengambil pe

menepuk bokongku entah itu di sengaja atau refleksn

la

nepak bokongku. Son

w.

menatap tajam

alasan dengan se

i lantainya jadi lengket nyebar ke ma

juga, aku tak jadi be

ti pelannya de

atas sofa wajahnya menghadap ke layar laptopnya n

padanya dia langsung foku

a dia seperti cu

endak pergi ke kamarku karena i

njak pergi dia

g depan terus kamu pel, mau

g tuan?"

nur,. Iyal

sambil terse

ati, padahal ini sudah waktunya

kan sudah aku bersihkan

ja ngedumel dalam hati sambil cemberut, tan

ikat oleh ikat rambut memperlihatkan gestur wajahku secara ut

r membusung menonjolkan dua titiknya di balik

i bagian favorit yang di liat oleh bosku .Karena m

ngan pekerjaan ini, ku u

keringatku, sehingga tonjolan dua gunung

akan di lakukannya, aku tetap fokus pada

na bosku muncul membawa s

erikanny

ulu, haus ba

l menyodorkan

-repot sampai biki

bawel udah minum a

ngsung menenggak minuman itu, lagi pula aku

ketika aku menghabiskan

jaan ku yang sedikit

nya seles

namun belum sempat sebentar lagi hanya beberapa langkah ke

r-benar pusing sekali rasanya. aku tak

aku berada di suatu kamar

-samar, tubuhku terasa lemah dan letih

bulat, tangan dan kakiku di ikat di tiap ujung ranjang sehingg

anya aku berteriak tapi aku ta

tak bisa ku bendung lagi m

ku seperti ini,Lalu pintu kamar itu te

nget ban

, air mata ini sema

ngat ku kenal

l pula datang dengan membawa jaru

ang-senang" ucap wanita paruh baya

gkol menjebakku demi mem

2 malam ini sayang, mumpung n

tikan yang di baw

s, menyuntikkannya di ketiak kiri dan kanan.B

kering rasa

cang menyembul nampak sensual tanp

emerah karena kepanasan efek dar

tiba datang melanda.Melihat reaksiku bos ku langsung melancarkan aksinya,Dia melumat bibir

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Asal kalian puas
Asal kalian puas
“Kedua orang yang memegangi ku tak mau tinggal diam saja. Mereka ingin ikut pula mencicipi kemolekan dan kehangatan tubuhku. Pak Karmin berpindah posisi, tadinya hendak menjamah leher namun ia sedikit turun ke bawah menuju bagian dadaku. Pak Darmaji sambil memegangi kedua tanganku. Mendekatkan wajahnya tepat di depan hidungku. Tanpa rasa jijik mencium bibir yang telah basah oleh liur temannya. Melakukan aksi yang hampir sama di lakukan oleh pak Karmin yaitu melumat bibir, namun ia tak sekedar menciumi saja. Mulutnya memaksaku untuk menjulurkan lidah, lalu ia memagut dan menghisapnya kuat-kuat. "Hhss aahh." Hisapannya begitu kuat, membuat lidah ku kelu. Wajahnya semakin terbenam menciumi leher jenjangku. Beberapa kecupan dan sesekali menghisap sampai menggigit kecil permukaan leher. Hingga berbekas meninggalkan beberapa tanda merah di leher. Tanganku telentang di atas kepala memamerkan bagian ketiak putih mulus tanpa sehelai bulu. Aku sering merawat dan mencukur habis bulu ketiak ku seminggu sekali. Ia menempelkan bibirnya di permukaan ketiak, mencium aroma wangi tubuhku yang berasal dari sana. Bulu kudukku sampai berdiri menerima perlakuannya. Lidahnya sudah menjulur di bagian paling putih dan terdapat garis-garis di permukaan ketiak. Lidah itu terasa sangat licin dan hangat. Tanpa ragu ia menjilatinya bergantian di kiri dan kanan. Sesekali kembali menciumi leher, dan balik lagi ke bagian paling putih tersebut. Aku sangat tak tahan merasakan kegelian yang teramat sangat. Teriakan keras yang tadi selalu aku lakukan, kini berganti dengan erangan-erangan kecil yang membuat mereka semakin bergairah mengundang birahiku untuk cepat naik. Pak Karmin yang berpindah posisi, nampak asyik memijat dua gundukan di depannya. Dua gundukan indah itu masih terhalang oleh kaos yang aku kenakan. Tangannya perlahan menyusup ke balik kaos putih. Meraih dua buah bukit kembarnya yang terhimpit oleh bh sempit yang masih ku kenakan. .. Sementara itu pak Arga yang merupakan bos ku, sudah beres dengan kegiatan meeting nya. Ia nampak duduk termenung sembari memainkan bolpoin di tangannya. Pikirannya menerawang pada paras ku. Lebih tepatnya kemolekan dan kehangatan tubuhku. Belum pernah ia mendapati kenikmatan yang sesungguhnya dari istrinya sendiri. Kenikmatan itu justru datang dari orang yang tidak di duga-duga, namun sayangnya orang tersebut hanyalah seorang pembantu di rumahnya. Di pikirannya terlintas bagaimana ia bisa lebih leluasa untuk menggauli pembantunya. Tanpa ada rasa khawatir dan membuat curiga istrinya. "Ah bagaimana kalau aku ambil cuti, terus pergi ke suatu tempat dengan dirinya." Otaknya terus berputar mencari cara agar bisa membawaku pergi bersamanya. Hingga ia terpikirkan suatu cara sebagai solusi dari permasalahannya. "Ha ha, masuk akal juga. Dan pasti istriku takkan menyadarinya." Bergumam dalam hati sembari tersenyum jahat. ... Pak Karmin meremas buah kembar dari balik baju. "Ja.. jangan.. ja. Ngan pak.!" Ucapan terbata-bata keluar dari mulut, sembari merasakan geli di ketiakku. "Ha ha, tenang dek bapak gak bakalan ragu buat ngemut punyamu" tangan sembari memelintir dua ujung mungil di puncak keindahan atas dadaku. "Aaahh, " geli dan sakit yang terasa di ujung buah kembarku di pelintir lalu di tarik oleh jemarinya. Pak Karmin menyingkap baju yang ku kenakan dan melorotkan bh sedikit kebawah. Sayangnya ia tidak bisa melihat bentuk keindahan yang ada di genggaman. Kondisi disini masih gelap, hanya terdengar suara suara yang mereka bicarakan. Tangan kanan meremas dan memelintir bagian kanan, sedang tangan kiri asyik menekan kuat buah ranum dan kenyal lalu memainkan ujungnya dengan lidah lembut yang liar. Mulutnya silih berganti ke bagian kanan kiri memagut dan mengemut ujung kecil mungil berwarna merah muda jika di tempat yang terang. "Aahh aahh ahh," nafasku mulai tersengal memburu. Detak jantungku berdebar kencang. Kenikmatan menjalar ke seluruh tubuh, mendapatkan rangsangan yang mereka lakukan. Tapi itu belum cukup, Pak Doyo lebih beruntung daripada mereka. Ia memegangi kakiku, lidahnya sudah bergerak liar menjelajahi setiap inci paha mulus hingga ke ujung selangkangan putih. Beberapa kali ia mengecup bagian paha dalamku. Juga sesekali menghisapnya kadang menggigit. Lidahnya sangat bersemangat menelisik menjilati organ kewanitaanku yang masih tertutup celana pendek yang ia naikkan ke atas hingga selangkangan. Ujung lidahnya terasa licin dan basah begitu mengenai permukaan kulit dan bulu halusku, yang tumbuhnya masih jarang di atas bibir kewanitaan. Lidahnya tak terasa terganggu oleh bulu-bulu hitam halus yang sebagian mengintip dari celah cd yang ku kenakan. "Aahh,, eemmhh.. " aku sampai bergidik memejam keenakan merasakan sensasi sentuhan lidah di berbagai area sensitif. Terutama lidah pak Doyo yang mulai berani melorotkan celana pendek, beserta dalaman nya. Kini lidah itu menari-nari di ujung kacang kecil yang menguntit dari dalam. "Eemmhh,, aahh" aku meracau kecil. Tubuhku men”