titiktitikcahaya
2 Buku yang Diterbitkan
Buku dan Cerita titiktitikcahaya
Asal kalian puas
Romantis Kedua orang yang memegangi ku tak mau tinggal diam saja.
Mereka ingin ikut pula mencicipi kemolekan dan kehangatan tubuhku.
Pak Karmin berpindah posisi, tadinya hendak menjamah leher namun ia sedikit turun ke bawah menuju bagian dadaku.
Pak Darmaji sambil memegangi kedua tanganku.
Mendekatkan wajahnya tepat di depan hidungku.
Tanpa rasa jijik mencium bibir yang telah basah oleh liur temannya.
Melakukan aksi yang hampir sama di lakukan oleh pak Karmin yaitu melumat bibir, namun ia tak sekedar menciumi saja.
Mulutnya memaksaku untuk menjulurkan lidah, lalu ia memagut dan menghisapnya kuat-kuat.
"Hhss aahh." Hisapannya begitu kuat, membuat lidah ku kelu.
Wajahnya semakin terbenam menciumi leher jenjangku.
Beberapa kecupan dan sesekali menghisap sampai menggigit kecil permukaan leher.
Hingga berbekas meninggalkan beberapa tanda merah di leher.
Tanganku telentang di atas kepala memamerkan bagian ketiak putih mulus tanpa sehelai bulu.
Aku sering merawat dan mencukur habis bulu ketiak ku seminggu sekali.
Ia menempelkan bibirnya di permukaan ketiak, mencium aroma wangi tubuhku yang berasal dari sana.
Bulu kudukku sampai berdiri menerima perlakuannya.
Lidahnya sudah menjulur di bagian paling putih dan terdapat garis-garis di permukaan ketiak.
Lidah itu terasa sangat licin dan hangat.
Tanpa ragu ia menjilatinya bergantian di kiri dan kanan. Sesekali kembali menciumi leher, dan balik lagi ke bagian paling putih tersebut.
Aku sangat tak tahan merasakan kegelian yang teramat sangat.
Teriakan keras yang tadi selalu aku lakukan, kini berganti dengan erangan-erangan kecil yang membuat mereka semakin bergairah mengundang birahiku untuk cepat naik.
Pak Karmin yang berpindah posisi, nampak asyik memijat dua gundukan di depannya.
Dua gundukan indah itu masih terhalang oleh kaos yang aku kenakan.
Tangannya perlahan menyusup ke balik kaos putih.
Meraih dua buah bukit kembarnya yang terhimpit oleh bh sempit yang masih ku kenakan.
..
Sementara itu pak Arga yang merupakan bos ku, sudah beres dengan kegiatan meeting nya.
Ia nampak duduk termenung sembari memainkan bolpoin di tangannya.
Pikirannya menerawang pada paras ku. Lebih tepatnya kemolekan dan kehangatan tubuhku.
Belum pernah ia mendapati kenikmatan yang sesungguhnya dari istrinya sendiri.
Kenikmatan itu justru datang dari orang yang tidak di duga-duga, namun sayangnya orang tersebut hanyalah seorang pembantu di rumahnya.
Di pikirannya terlintas bagaimana ia bisa lebih leluasa untuk menggauli pembantunya. Tanpa ada rasa khawatir dan membuat curiga istrinya.
"Ah bagaimana kalau aku ambil cuti, terus pergi ke suatu tempat dengan dirinya."
Otaknya terus berputar mencari cara agar bisa membawaku pergi bersamanya.
Hingga ia terpikirkan suatu cara sebagai solusi dari permasalahannya.
"Ha ha, masuk akal juga. Dan pasti istriku takkan menyadarinya."
Bergumam dalam hati sembari tersenyum jahat.
...
Pak Karmin meremas buah kembar dari balik baju.
"Ja.. jangan.. ja. Ngan pak.!" Ucapan terbata-bata keluar dari mulut, sembari merasakan geli di ketiakku.
"Ha ha, tenang dek bapak gak bakalan ragu buat ngemut punyamu" tangan sembari memelintir dua ujung mungil di puncak keindahan atas dadaku.
"Aaahh, " geli dan sakit yang terasa di ujung buah kembarku di pelintir lalu di tarik oleh jemarinya.
Pak Karmin menyingkap baju yang ku kenakan dan melorotkan bh sedikit kebawah.
Sayangnya ia tidak bisa melihat bentuk keindahan yang ada di genggaman. Kondisi disini masih gelap, hanya terdengar suara suara yang mereka bicarakan.
Tangan kanan meremas dan memelintir bagian kanan, sedang tangan kiri asyik menekan kuat buah ranum dan kenyal lalu memainkan ujungnya dengan lidah lembut yang liar.
Mulutnya silih berganti ke bagian kanan kiri memagut dan mengemut ujung kecil mungil berwarna merah muda jika di tempat yang terang.
"Aahh aahh ahh," nafasku mulai tersengal memburu. Detak jantungku berdebar kencang.
Kenikmatan menjalar ke seluruh tubuh, mendapatkan rangsangan yang mereka lakukan.
Tapi itu belum cukup,
Pak Doyo lebih beruntung daripada mereka.
Ia memegangi kakiku, lidahnya sudah bergerak liar menjelajahi setiap inci paha mulus hingga ke ujung selangkangan putih.
Beberapa kali ia mengecup bagian paha dalamku. Juga sesekali menghisapnya kadang menggigit.
Lidahnya sangat bersemangat menelisik menjilati organ kewanitaanku yang masih tertutup celana pendek yang ia naikkan ke atas hingga selangkangan.
Ujung lidahnya terasa licin dan basah begitu mengenai permukaan kulit dan bulu halusku, yang tumbuhnya masih jarang di atas bibir kewanitaan.
Lidahnya tak terasa terganggu oleh bulu-bulu hitam halus yang sebagian mengintip dari celah cd yang ku kenakan.
"Aahh,, eemmhh.. " aku sampai bergidik memejam keenakan merasakan sensasi sentuhan lidah di berbagai area sensitif.
Terutama lidah pak Doyo yang mulai berani melorotkan celana pendek, beserta dalaman nya.
Kini lidah itu menari-nari di ujung kacang kecil yang menguntit dari dalam.
"Eemmhh,, aahh" aku meracau kecil.
Tubuhku men Anda mungkin suka
Gairah Nikmat Kopi Susu
Juliana 21+
"Pantas belum jalan, ada maunya ternyata" Ujar Fany
"hehehehe... Yuk..." Ujar Alvin sambil mencium tengkuk istrinya.
Fany segera membuka handuknya. Buah dadanya menggantung indah, perutnya yang rata dan mulus, serta area kemaluannya yang ditutupi rambut hitam langsung muncul. Alvin segera memeluk Fany dan melumat buah dadanya dengan rakus.
"Pintu sudah dikunci? " Tanya Fany
"Sudah...." Jawab Alvin disela mulatnya sedang mengenyot puting pink milik Fany
"nyalain Ac dulu" suruh Fany lagi
Sambil melepas sedotannya, Alvin mencomot remote AC lalu memencet tombol ON.
Kembali dia melumat buah dada Fany bergantian kiri dan kanan, buah dada yang putih dan terlihat urat-urat merah dan biru di buah dada putihnya, membuat Alvin makin rakus melumatnya.
Sambil menrunkan celana pendek dan celana dalamnya, dia membuka kaosnya, lalu merenggangkan paha Fany, ujung kontolnya yang belum tegak sempurna diberi ludah lewat jari tengahnya di bagian kepala, lalu menggosok gosok pelan di bibir vagina Fany.
Fany mendesah dan merasakan mulai ada rangsangan di bibir kemaluannya, lalu tiba-tiba masuk batang berurat milik Alvin di vagina Fany yg belum begitu siap dan basah, pelan2 lelehan cairan membasahi dinding vaginanya, Alvin mulai menggoyang dan naik turun, Fanny memeluk bagian pinggul suaminya, pahanya dibuka lebar.
Tidak lama kemudian..... MENIKAH DENGAN SULTAN
Evie Yuzuma “Nay! rempeyek kacang apaan kayak gini? Aku ‘kan bilang mau pakai kacang tanah, bukan kacang hijau!” pekik Natasya. Dia membanting bungkusan rempeyek yang sudah Rinai siapkan untuknya. Natasya berniat membawanya ke rumah calon mertuanya dan mengatakan jika itu adalah rempeyek buatannya.
“Maaf, Sya! Bahan-bahannya habis kemarin. Aku uangnya kurang, Sya! Uang yang kamu kasih, sudah aku pakai buat berobat ibu. Ibu lagi sakit,” getar suara Rinai sambil membungkuk hendak memungut plastik yang dilempar kakak tirinya itu. Namun kaki Natasya membuat pergerakannya terhenti. Dia menginjak-injak plastik rempeyek itu hingga hancur.
***
“Aku mau beli semuanya!” ucap lelaki itu lagi.
“T—tapi, Bang … yang ini pada rusak!” ucap Rinai canggung.
“Meskipun bentuknya hancur, rasanya masih sama ‘kan? Jadi aku beli semuanya! Kebetulan lagi ada kelebihan rizki,” ucap lelaki itu kembali meyakinkan.
“Makasih, Bang! Maaf aku terima! Soalnya aku lagi butuh banget uang buat biaya Ibu berobat!” ucap Rinai sambil memasukkan rempeyek hancur itu ke dalam plastik juga.
“Aku suka perempuan yang menyayangi ibunya! Anggap saja ini rejeki ibumu!” ucap lelaki itu yang bahkan Rinai sendiri belum mengetahui siapa namanya.
Wira dan Rinai dipertemukan secara tidak sengaja, ketika lelaki keturunan konglomerat itu tengah memeriksa sendiri ke lapangan tentang kecurigaan kecurangan terhadap project pembangunan property komersil di salah satu daerah kumuh. Tak sengaja dia melihat seoarng gadis manis yang setiap hari berjualan rempeyek, mengais rupiah demi memenuhi kebutuhannya dan sang ibu.
Mereka mulai dekat ketika Rinai menghadapi masalah dengan Tasya---saudara tirinya yang seringkali menghina dan membullynya. Masa lalu orang tua mereka, membuat Rinai harus merasakan akibatnya. Harum---ibunda Rinai pernah hadir menjadi orang ketiga dalam pernikahan orang tua Tasya.
Tasya ingin menghancurkan Rinai, dia bahkan meminta Rendi yang menanangani project pembangunan property komersil tersebut, untuk segera menggusur bangunan sederhana tempat tinggal Rinai. Dia tak tahu jika lelaki yang menyamar sebagai pemulung itu adalah bos dari perusahaan tempat kekasihnya bekerja.
Wira dan Rinai perlahan dekat. Rinai menerima Wira karena tak tahu latar belakang lelaki itu sebenarnya. Hingga pada saatnya Wira membuka jati diri, Rinai benar-benar gamang dan memilih pergi. Dia merasa tak percaya diri harus bersanding dengan orang sesempurna Wira. Wira sudah frustasi kehilangan jejak kekasih hatinya. Namun tanpa disangka, takdir justru membawanya mendekat. Rinai yang pergi ke kota, rupanya bekerja menjadi ART di rumah Wira. Bagaimanakah kisah keduanya? Akankah Rinai kembali melarikan diri ketika tahu jika majikannya adalah orang tua Wira?