icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Rahasia Gelap Kekasihku

Rahasia Gelap Kekasihku

Penulis: Alya Feliz
icon

Bab 1 Rose

Jumlah Kata:1322    |    Dirilis Pada: 06/04/2024

kaian serba hitam yang melekat di tubuhnya merasa terganggu. Ia melangkah layaknya model Vic

i oleh beberapa pengunjung salah satu klub malam di Portland. Ia memesan cocktail dengan waj

bartender berambut coklat sambi

Dengan santai ia menyesap sedikit minuman itu. Jemari kirinya mengetuk-nge

a wanita terdengar berisik mendekatinya. Ia kembali tersenyum miring, ter

hat seperti Queen Bee di sekolah SMA, menatapnya dengan sinis. "Jal*ng sepertimu benar-benar tuli, h

iapa tahu otaknya yang geser karena pukulanmu tadi bisa kembali ke tempatnya semula," sahut teman Mela

idak ada di sana. Hal itu membuat Melanie geram bukan main. Dengan kasar

di siang, hah? Kalau bukan karena Albert, kau pasti sudah mati!" teriak M

n sebelah alisnya, lalu

on gadis itu. Tak menyangka sikapnya berubah total dan sangat jauh be

t tenaga. "Dasar pel*cur! Rasakan ini! Kau tidak akan mampu untuk men

Melanie ditangkap dan dicengkeram dengan sangat kuat, hingga gadis itu berteriak kesakitan. Tak a

sampah sepertimu, gadis bodoh." Tangannya semakin kuat mencengker

ng hanya karena didekati oleh Albert, kekasih Melanie, bisa mematahkan pergelangan tangan Melanie dengan begitu

ang mendengar mereka. "Laporkan aku ke polisi jika kau berani. Tapi kau tidak akan pernah bisa b

yang tak pernah ia ceritakan pada teman-teman satu gengnya, karena ia tidak ingin mereka menjauhinya. Selam

ntuk berpura-pura tidak mengenalku ketika di kampus, kan? Aku sangat mengerikan ketik

ujung rambut palsunya dengan centil. "Senang sekali bisa bertemu denganmu di

u mendengar gaya bicara Rose yang tiba-tiba berubah lagi. Mulutnya membuka dan menutup, matanya melotot

lan

tawa geli sambil mendekati Melanie yang berdiri seperti patung. Sebelah tang

tidur bukanlah tempat yang strategis untuk menyembunyikan kokain, bukan? Bilang pada adikmu untuk

tu meneguk ludah dengan susah payah,

n senyum miring. "Enyahlah dari hadap

nnya yang masih kebingungan. Beberapa orang yang tadi sempat memperhatikan mereka, kini

uk menyesap minumannya. Bartender yang sejak tadi memper

n membereskan kekacauan

nya tak acuh. "Kau pa

an?" tanya Brad sambil mengamati sekelil

a hari ini," jawabnya sambil men

a teman-temannya," gumam Brad

usan berada di posisi ini. Tapi ia terpaksa harus melaku

g-senang tanpa adanya ga

et," kata Brad lagi tanpa

li lagi. "Aku benci kekerasan, k

palsunya sebelum berdiri. Gadis itu melangkah dengan senyum menggoda dan lirikan m

mencuci tangannya di westafel. Bunyi pintu yang ditutup membuat

nar. "Tak kusangka kau berada di tempat

ekap di depan dada. "Usaha yang bagu

n alisnya tak menge

ati Albert dengan perlahan, sengaja ingin menggoda pria i

an yang dikenakan oleh gadis itu. Dengan cepat Albert berbali

n mend

pa kau ketakutan, Albert? Bukankah terlalu berlebihan jik

semakin gemetaran. "Kubilang jangan

elama sekian detik. Begitu membuka mata, tak ada lagi sorot centil dan meng

kau.

t membenci siapapun yang menyentuh kulitk

ing. Dengan refleks pria itu mengusap t

ngai dengan pisau kecil di tangannya. "Dan aku sangat menyukai darah. Aku s

in yang bisa jatuh kapan saja dari dahan pohon. Kedua mata bi

au kerasukan! Menjauhl

as dan seringai menakutkan, membuat Albert me

membenci pela

ti! Ber

O

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka