icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Kelakuan Papa Mertua

Bab 2 Ujaran Menantu Pertama

Jumlah Kata:744    |    Dirilis Pada: 20/03/2024

il bayi itu, betul-betul peremp

a ada di dalam mobil, menuju pulang ke Jakarta. Sedari Vivi mengangkat koper dan keluar

ku pun bisa tersinggung kalau kamu terus menerus menjelek-jelekkan Papa. Aku tau Papa salah, tapi enggak ada gunany

ngannya dilipat dep

apas Vivi. Semakin lama napas perempuan cantik

perbuatan serendah itu, ternyata sekarang keluargamu juga. Padahal tadinya aku b

ala istrinya. Dia elus dengan sayang pe

ua ini," kata Tyo pelan. Lelaki itu menatap Vivi seki

-anaknya? Tidak masuk akal," jawab V

n dia tidak dituruti. Mama sama sekali tidak egois, dia yang paling menderi

amatkan

a imbasnya kan? Bayangkan seandainy

terkepal kencang. "Aku ingin be

idak mau bayi itu, ya udah. Habi

rempuan kampung itu? Jujur, aku memang tidak suka dengan Riana sejak awal

, lahir dan besar di kampung.

yang dari kampung, perempuan Jawa juga, tapi

n di luar yang biasanya dia nikmati sepanj

kalau Mama benar-benar mema

lau membujuk mungkin iya," timpa

perselingkuhan. Astaga ... kenapa Papa bisa berbua

di luar dugaan bahwa Papa mertua mereka yang berprofesi dosen

Vi," kata Tyo. Dia sudah meng

rmalam di kota ini, besok pagi baru balik ke Ja

pagi, bahkan koper berisi pakaian belum sempat dibongkar. Seperempat jam

r Vivi. Dia meninggikan volume gawainya. Terdengarlah suara khas per

ebahkan badannya. Sedang Vivi menuju

pa Vivi begitu panggilan te

alah panggilan pertama dari kakak iparnya itu, selam

atau masih di ruma

pu-pulan

ih kalau ngomong t

membuat Riana bertambah gugup

kamu dipaksa Mama unt

ebelahnya. "Ka-kami masih mau mikir dulu,

as, Ri. Bukannya mau ngajarin kamu melawan mertua, tapi permintaan Mama itu udah keterlaluan. Orang berselingkuh itu kalau dibela, akan melakukan ha

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Kelakuan Papa Mertua
Kelakuan Papa Mertua
“Papa mertuanya yang berbuat, Riana yang dipaksa ikut bertanggung jawab. Namun yang lebih mengherankan adalah sikap orang tua Riana. Hmm ... sepertinya ada persekongkolan yang sengaja mereka rencanakan, tetapi apa ya?”