icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Kelakuan Papa Mertua

Bab 5 Syarat Dari Ibu

Jumlah Kata:939    |    Dirilis Pada: 20/03/2024

yanyian seorang diva dunia. "Orang tua kamu

n menunduk. Hatinya masih menimbang-nimbang. Semua ucapan Ibu tadi memang b

Apalagi jaman sekarang, di mana berita seperti angin. Bisa bergerak ke mana pun, mampir di telinga

ndanya dia mau," kata Ibu memecah kesunyian. "Begi

desis Ria

gas dia menghampiri menantunya itu, Mama merangk

meng

elas dalam kalimat dan bahasa tubuh wanita yang masih ca

napas lega. Papa tanpa sadar sampai bertepuk

Riana menjadi melengking. Hal itu membuat sua

lamatkan keluarga kita." Mama memeluk Riana kembali. "Sebutk

sahut Pap

erkata, "I-ini a-adalah bayi pertama dan terak

... kami mengerti,

tua Riana. "Papa hari ini benar-benar telah diselamatkan. Peristiwa ini akan menjadi pelajaran buat Papa ke depannya agar lebih

impali. Senyumnya yang paling lebar di antara semua. "Ibu hanya minta, Nak

berkulit putih itu menunduk, saat tak senga

h menemukan solusi," ceplos Bapak. Yang

," kata Ibu. Dengan wajah berseri-seri Ibu menatap Riana, lalu bera

jangka KPR-nya masih empat belas tahun lagi. Baru juga setahun

a mungkin akan lahir tiga bulan lagi, nah saat bayi itu l

"Lebih bagus dari rumah

ana yang akan pilih sendiri peruma

i memandang besannya. "Anak saya ini penurut kok, Pak Sulis saja yang atur. Ya

dan Riana harus pinda

ggal di sini. Lingkungan

saja sama tetangga baru kalian bahwa bayi itu adalah anak kandung kalian, supaya tidak ada pertanyaan an

dengan nada samar. Kepal

usil di kantornya," sambung Mama. Tangan Mama bergerak mengelus pundak Riana. "Ri, sebaiknya mul

gat. Namun Jagat

-gimana, kami beneran susah payah loh berusaha menyekolahkan Riana sampai lulus kuliah. Maklum kami orang susah, bed

ekadar usaha kecil-kecil

terang benderang. Keduanya saling

mahrib. Setelah menunaikan ibadah, ke

k?" Jagat berkata tulus. Mengingat perj

langnya, ini sudah gelap," sahut

g tua tetaplah orang tua. Riana membayangkan jalan yang harus ditempuh Bapak. Selain cukup menanjak,

erpenting masalah dalam keluarga kita

. Kali ini Jagat sudah bisa ikut t

aku kalau sudah sampai rumah," kata Ri

telinga anak sulungnya itu, "Begjo, kamu, Ri. Tuhan kala

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Kelakuan Papa Mertua
Kelakuan Papa Mertua
“Papa mertuanya yang berbuat, Riana yang dipaksa ikut bertanggung jawab. Namun yang lebih mengherankan adalah sikap orang tua Riana. Hmm ... sepertinya ada persekongkolan yang sengaja mereka rencanakan, tetapi apa ya?”