icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Seatap Dengan Maduku

Bab 2 Dua

Jumlah Kata:1001    |    Dirilis Pada: 19/01/2024

bahagia seakan sirna dalam pikirannya. "Tega sekali kamu, Mas. Apa kamu tidak berpikir tentang perasaanku saat ini," ucap Laila sambil terus menangis. Tidak ada yang bisa dia katakan saat ini. Han

a melamarmu untuk menjadi menantu apa kamu bersedia?" tanya Ajeng hingga membuat Laila terkejut. "Maaf, Nyonya bukannya saya menolak. Tetapi apa pantas pembantu miskin seperti saya bersanding dengan putra Nyonya yang kaya dan tampan," ucap Laila yang terlihat malu. Sambil terlihat berpikir. "Kalau aku rasa, kamu sangat cocok untuk Yoga putra ku." Mendengar jawaban Ajeng, Laila hanya bisa tertawa. Dia terlihat tidak menanggapi ucapan sang majikan dengan serius. Dia hanya menganggap apa yang dikatakan Ajeng hanyalah sebuah gurauan belaka. *** Hingga suatu malam, Ajeng yang belum bisa memejamkan mata memutuskan untuk ke ruang kerja Yoga. Dengan perlahan dia mulai menjalankan kursi rodanya ke arah ruang kerja sang putra. Yoga yang saat itu sedang sibuk di depan laptopnya terlihat terkejut saat melihat sang ibu sudah ada di hadapannya. "Mama! Kenapa Mama belum tidur?" tanya Yoga sambil menutup layar laptopnya dan berjalan ke arah Ajeng. "Mama tidak bisa tidur, sepertinya Mama sedang merindukanmu. maka dari itu Mama putuskan untuk kemari," jawab Ajeng sambil tersenyum. "Tapi kenapa Mama kesini sendirian? Bukankah sudah ada Laila yang seharusnya menemani Mama. Tapi Mama tidak perlu khawatir besok aku akan beritahu Laila agar tidak meninggalkan Mama sendirian lagi," ucap Yoga sambil mengecup kening sang ibu. Yoga memang sangat menyayangi sang ibu. Bahkan saat sang ayah meninggal Yoga begitu sangat memperhatikan Ajeng. Hal itu dilakukan agar Ajeng bisa melupakan rasa rindunya kepada almarhum suaminya. "Jangan, Nak. Jangan kamu marahi Laila, Mama memang sengaja kemari tanpa menekan tombol bel. Karena ada hal penting yang ingin Mama katakan kepadamu," jawab Ajeng sambil menggenggam tangan Yoga. "Baiklah kalau begitu, bagaimana kalau kita bicara di sofa." Yoga mulai mendorong kursi Roda Ajeng menuju sofa. Sesaat Ajeng terlihat tersenyum melihat wajah Yoga yang ada di hadapannya saat ini. Dia tidak menyangka jika putra kecilnya yang dulu begitu manja kini telah tumbuh menjadi laki-laki yang tamp

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Seatap Dengan Maduku
Seatap Dengan Maduku
“Setiap wanita pasti berharap jika hanya dia yang menjadi wanita satu-satunya di hati suaminya. Begitu juga yang diharapkan Laila, seorang gadis desa yang kini telah menikah dengan Yoga seorang pria kaya dari kota. Pernikahan mereka memang terjadi karena perjodohan. Namun, Laila berharap Yoga bisa mencintainya seiring berjalannya waktu. Tetapi semua itu ternyata hanyalah sebuah mimpi bagi Laila. Yoga yang memang tidak pernah menerima perjodohan ini diam-diam telah menikah dengan Tasya seorang wanita yang bekerja sebagai resepsionis di hotel miliknya. Tidak hanya itu, Yoga pun akhirnya mengajak Tasya untuk tinggal bersama dengan Laila dalam satu atap. Mampukah Laila menjalani hidup dalam satu atap bersama madunya?”
1 Bab 1 Satu 2 Bab 2 Dua 3 Bab 3 Tiga 4 Bab 4 Empat 5 Bab 5 Lima 6 Bab 6 Enam 7 Bab 7 Tujuh 8 Bab 8 Delapan 9 Bab 9 Sembilan 10 Bab 10 Sepuluh 11 Bab 11 Sebelas 12 Bab 12 Dua belas13 Bab 13 Tigabelas 14 Bab 14 Empat belas 15 Bab 15 Lima belas 16 Bab 16 Enam belas 17 Bab 17 Tujuh belas 18 Bab 18 Delapan belas 19 Bab 19 Sembilan belas 20 Bab 20 Dua puluh 21 Bab 21 Dua Puluh Satu 22 Bab 22 Dua Puluh Dua23 Bab 23 Dua Puluh Tiga 24 Bab 24 Dua Puluh Empat 25 Bab 25 Dua Puluh Lima 26 Bab 26 Dua Puluh Enam 27 Bab 27 Dua Puluh Tujuh 28 Bab 28 Dua Puluh Delapan29 Bab 29 Dua Puluh Sembilan 30 Bab 30 Tiga Puluh 31 Bab 31 Tiga Puluh Satu 32 Bab 32 Tiga Puluh Dua