icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Seatap Dengan Maduku

Bab 5 Lima

Jumlah Kata:1037    |    Dirilis Pada: 19/01/2024

n di ruang IGD. Hingga tiba-tiba seorang p

saat itu melihat Tasya dengan pakaian rapi. "Mau kemana pun aku itu bukan urusanmu, lebih baik kamu pikirkan saja bagaimana caranya agar kamu bisa sembuh dan tidak merepotkan ku," jawab Tasya sambil menatap mata Yoga. "Ma-maafkan aku Ta-tasya, aku janji akan se-segera sembuh." Yoga berusaha berbicara walaupun dengan terbata-bata. "Baguslah kalau begitu, aku akan menunggu kesembuhanmu." Tasya yang saat itu duduk di hadapan Yoga terlihat langsung berdiri saat mendengar suara klakson mobil. Rian yang selama ini menjadi kekasih gelap Tasya kini sudah ada di depan rumah. Yoga yang saat itu tidak bisa melakukan apa-apa hanya bisa menangis saat melihat Tasya mencium bibir laki-laki itu. Laila yang baru saja datang terkejut saat melihat kemesraan Tasya dengan Rian. "Astagfirullahaladzim, Tasya." Setelah beberapa saat melihat ke arah Tasya, Laila langsung duduk di hadapan Yoga. Dengan lembut dia mengusap air mata sang suami dengan tissue yang ada di tangannya. Perasaan cinta yang besar dari Laila kini terlihat jelas saat Yoga menderita sakit parah. "Kamu yang sabar ya, Mas. Aku yakin suatu hari nanti kamu pasti akan sembuh," ucap Laila sambil mengusap air mata Yoga. "Ma-maafkan aku Laila," ucap Yoga sambil menatap Laila dengan lembut. "Kamu tidak pernah melakukan kesalahan apapun, Mas. Aku adalah istrimu dan akan selamanya menjadi istrimu," ucap Laila sambil tersenyum. Hari-hari berat dilalui Laila, hampir 24 jam Laila tidak dapat memejamkan mata dengan nyenyak. Yoga yang selama ini tidur dengan Tasya kini kembali tidur satu kamar bersama Laila. Bukan karena permintaan Yoga, melainkan atas permintaan Tasya yang tidak ingin istirahatnya terganggu oleh Yoga. Hampir 2 tahun Yoga menjalani hidup dengan kondisi stroke. Jangankan untuk bergerak, untuk berbicara saja dia tidak mampu. Segala pengobatan dan terapi sudah dilakukan, bahkan pengobatan tradisional dengan biaya termahal pun telah dijalankan. Namun, hal itu tetap tidak dapat membuat Yoga pulih. "Tasya, mau kemana kamu?" tanya Laila yang saat itu melihat Tasya membawa barang-barangnya. "Aku akan pergi dari rumah ini, karena aku tidak bisa hidup dengan laki-laki lumpuh seperti Mas Yoga," jawab Tasya sambil menoleh ke arah Yoga. "Tasya, a-aku mohon be-berikan aku kesemp

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Seatap Dengan Maduku
Seatap Dengan Maduku
“Setiap wanita pasti berharap jika hanya dia yang menjadi wanita satu-satunya di hati suaminya. Begitu juga yang diharapkan Laila, seorang gadis desa yang kini telah menikah dengan Yoga seorang pria kaya dari kota. Pernikahan mereka memang terjadi karena perjodohan. Namun, Laila berharap Yoga bisa mencintainya seiring berjalannya waktu. Tetapi semua itu ternyata hanyalah sebuah mimpi bagi Laila. Yoga yang memang tidak pernah menerima perjodohan ini diam-diam telah menikah dengan Tasya seorang wanita yang bekerja sebagai resepsionis di hotel miliknya. Tidak hanya itu, Yoga pun akhirnya mengajak Tasya untuk tinggal bersama dengan Laila dalam satu atap. Mampukah Laila menjalani hidup dalam satu atap bersama madunya?”
1 Bab 1 Satu 2 Bab 2 Dua 3 Bab 3 Tiga 4 Bab 4 Empat 5 Bab 5 Lima 6 Bab 6 Enam 7 Bab 7 Tujuh 8 Bab 8 Delapan 9 Bab 9 Sembilan 10 Bab 10 Sepuluh 11 Bab 11 Sebelas 12 Bab 12 Dua belas13 Bab 13 Tigabelas 14 Bab 14 Empat belas 15 Bab 15 Lima belas 16 Bab 16 Enam belas 17 Bab 17 Tujuh belas 18 Bab 18 Delapan belas 19 Bab 19 Sembilan belas 20 Bab 20 Dua puluh 21 Bab 21 Dua Puluh Satu 22 Bab 22 Dua Puluh Dua23 Bab 23 Dua Puluh Tiga 24 Bab 24 Dua Puluh Empat 25 Bab 25 Dua Puluh Lima 26 Bab 26 Dua Puluh Enam 27 Bab 27 Dua Puluh Tujuh 28 Bab 28 Dua Puluh Delapan29 Bab 29 Dua Puluh Sembilan 30 Bab 30 Tiga Puluh 31 Bab 31 Tiga Puluh Satu 32 Bab 32 Tiga Puluh Dua