icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Seatap Dengan Maduku

Seatap Dengan Maduku

icon

Bab 1 Satu

Jumlah Kata:1012    |    Dirilis Pada: 19/01/2024

untuk menerima kehadiran perempuan perusak itu. Bukan karena pasrah, tapi lebih kepada cinta dan menjaga mental sang anak. Pagi itu Laila sedang sibuk memasak untuk s

terlihat tertawa bahagia. Tasya yang saat itu masih berdiri di depan pintu langsung berjalan ke arah yoga. Perlahan dia pun duduk di samping laki-laki tampan dan berbadan kekar itu. "Mas, aku jadikan tinggal di sini bersama kalian? Aku yakin setelah Laila mengenalku dia akan berubah baik kepadaku," ucap Tasya sambil bersandar di bahu Yoga. "Tinggal disini, dirumah ini. Mas kamu tidak akan memintanya tinggal di sini bersama kita 'kan?" tanya Laila dengan wajah penasaran. "Sebenarnya aku ingin membelikan Tasya apartemen, tapi setelah aku pikir-pikir lebih baik dia disini. Karena aku khawatir kalau dia akan kesepian jika berada di apartemen sendirian," jawab Yoga sambil membelai rambut Tasya. "Tidak, Mas. Kamu tidak bisa membawanya tinggal bersama kita di sini, aku tidak setuju." "Kenapa! Kenapa aku tidak boleh mengajak Tasya tinggal disini? Bukankah ini rumahku, dan aku berhak menentukan siapa saja yang boleh tinggal di rumah ini!" bentak Yoga sambil berdiri dari tempat duduknya. "Aku istrimu, Mas. Jadi aku juga punya hak atas kamu dan rumah ini!" teriak Laila sambil menangis. "Istri! Sejak kapan kamu menjadi istriku? Apa sejak ijab kabul pernikahan kita itu, asal kamu tahu sampai kapanpun aku tidak akan mengganggap kamu sebagai istri ku," jelas Yoga sambil menatap wajah Laila. "Ya ampun, Mbak. Masalah seperti ini saja sudah heboh, lagipula wajarkan seorang laki-laki menikah lebih dari dua kali," jawab Tasya sambil merapikan rambutnya. "Wajar kamu bilang. Sekarang aku tanya sama kamu, apa kamu yakin Mas Yoga bisa adil dengan kita berdua? Apa kamu tidak takut jika dia hanya adil padaku," ucap Laila sambil mengusap air matanya. "Aku yakin Mas Yoga bisa adil kepada kita. Mbak lihat saja rumah ini cukup mewah dan aset Mas Yoga cukup banyak jadi tentu dia bisa membagi rata antara aku dan Mbak Laila," jawab Tasya sambil berjalan di samping Laila. "Kamu salah Tasya. Adil itu bukan hanya tentang materi dan uang, tapi juga tentang waktu dan kasih sayang. Mungkin memang dia bisa menyayangi mu tapi pasti tidak kepada ku, bukan beg

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Seatap Dengan Maduku
Seatap Dengan Maduku
“Setiap wanita pasti berharap jika hanya dia yang menjadi wanita satu-satunya di hati suaminya. Begitu juga yang diharapkan Laila, seorang gadis desa yang kini telah menikah dengan Yoga seorang pria kaya dari kota. Pernikahan mereka memang terjadi karena perjodohan. Namun, Laila berharap Yoga bisa mencintainya seiring berjalannya waktu. Tetapi semua itu ternyata hanyalah sebuah mimpi bagi Laila. Yoga yang memang tidak pernah menerima perjodohan ini diam-diam telah menikah dengan Tasya seorang wanita yang bekerja sebagai resepsionis di hotel miliknya. Tidak hanya itu, Yoga pun akhirnya mengajak Tasya untuk tinggal bersama dengan Laila dalam satu atap. Mampukah Laila menjalani hidup dalam satu atap bersama madunya?”
1 Bab 1 Satu 2 Bab 2 Dua 3 Bab 3 Tiga 4 Bab 4 Empat 5 Bab 5 Lima 6 Bab 6 Enam 7 Bab 7 Tujuh 8 Bab 8 Delapan 9 Bab 9 Sembilan 10 Bab 10 Sepuluh 11 Bab 11 Sebelas 12 Bab 12 Dua belas13 Bab 13 Tigabelas 14 Bab 14 Empat belas 15 Bab 15 Lima belas 16 Bab 16 Enam belas 17 Bab 17 Tujuh belas 18 Bab 18 Delapan belas 19 Bab 19 Sembilan belas 20 Bab 20 Dua puluh 21 Bab 21 Dua Puluh Satu 22 Bab 22 Dua Puluh Dua23 Bab 23 Dua Puluh Tiga 24 Bab 24 Dua Puluh Empat 25 Bab 25 Dua Puluh Lima 26 Bab 26 Dua Puluh Enam 27 Bab 27 Dua Puluh Tujuh 28 Bab 28 Dua Puluh Delapan29 Bab 29 Dua Puluh Sembilan 30 Bab 30 Tiga Puluh 31 Bab 31 Tiga Puluh Satu 32 Bab 32 Tiga Puluh Dua