icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Dewa Perang Terbaik

Bab 6 Alfonso sangat Murka

Jumlah Kata:1047    |    Dirilis Pada: 15/09/2023

angan Wilona. "Aku ingi

Aku tidak mau dipaksa menikah dengan orang yang tid

Wilona sehingga kalau ada tembakan ke arah Wilo

embawa tubuh Alfonso yang terus dia todo

i di kejauhan sana, mendekati Daniel dan bertanya,

apa yang menurutmu baik. Aku

handphonenya langsung mengirimkan perintah kepada pesawat tempur terd

rapa rekannya di tim IT militer, sudah meminta drone drone militer yang mem

s ditembak oleh drone-drone untuk melindungi sang jende

ng berkata, "lebih baik kalian lepaskan aku. Kalian tidak akan bisa lepas dari sini. Kal

aja apa yang akan terjadi, jenderal. Yang jelas, saat in

ntuan dari pihak kepolisian. Kalian tidak akan mampu keluar dari sini kecuali kalau kalian mampu membua

g sudah memanggil angkatan udara untuk membantu jenderal besar besar me

sil keluar dari pintu utama rumah ini, dia me

sambil menunjuk ke arah mobil ya

mana cara kita keluar dari sini, kak?

el. Setelah itu, dia langsung membuka pintu belakang mobil yang di

Thomas yang sedang menyeret tubuh Alfonso. Juno juga melihat di

lisi itu tiba-tiba mengepulkan asap karen

eh Thomas sangat kaget melihat mobil-mobil anak buahnya yang berd

ejauhan sana dan ini membuat

ret Alfonso hingga ke dekat

tembakan dari lima buah drone, membuat mereka tidak b

ada Thomas. "Patahk

Wilona yang berada dalam mobil

atahkan kaki Alfonso sambil berkata, "ini hukum

akitan sambil mengucapkan su

MEMENJARAKAN KAMU DAN TEMAN-TEMANMU ITU! KALAU TIDAK BERHASIL PEN

samping Juno, dia mencengkeram leher Alfonso dan berbisik, "k

dan menendang Alfonso hingga Alfonso tersungku

r kendaraannya untuk m

kepada anak buahnya yang baru saja kel

sakit. Kakiku sakit," ujar Alfonso sambil meneruskan

atangan sudah di tembak oleh

drone tapi drone baru menghancurkan mobil di saat para polis

dakan-ledakan keras dari mobil yang meledak tap

dari para polisi untuk memberikan efek jera kepada para polisi untuk tidak m

, melewati tempat ini dengan hanya ada satu dua tembakan yang tertuju ke arah mobil itu karen

kini terus menelpon anak buahnya di markas untuk mena

ya menangkap atau membunuh Daniel dan kawan-kawannya dan yang

salah seorang anak buahnya anak buahnya i

jelas! Ada apa, ha

baru saja aku keluarkan. Pesawat militer itu mengancam akan melakukan penembakan

kalau pesawat itu adalah pesawat militer kit

jenderal. Jadi, apa yang ha

iter kita, maka mereka tidak akan berani menembak." Alfonso sudah sangat murka kepada T

ade mobil kita, akan terus b

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
1 Bab 1 1 Penyambutan Besar-Besaran2 Bab 2 Pernikahan Wilona3 Bab 3 Ketakutan di Wajah Wilona4 Bab 4 Tangisan Wilona5 Bab 5 Menyelamatkan Wilona6 Bab 6 Alfonso sangat Murka7 Bab 7 Harusnya Aku Datang Sejak Awal8 Bab 8 Di Dekat Markas Musuh adalah Tempat Paling Aman9 Bab 9 Kita Lihat saja Nanti10 Bab 10 Aku Ragu kalau Jenderal Mengenalmu11 Bab 11 Perintah dari Atasan12 Bab 12 Menyambut sang Jenderal Besar13 Bab 13 13 Mempermalukan si Pembohong14 Bab 14 Hukuman untuk Gary15 Bab 15 Gadis Kecil Penolong16 Bab 16 Kertas Jawaban17 Bab 17 Semoga Kamu bisa Menjawab dengan Benar18 Bab 18 Satu Jawaban Benar19 Bab 19 Dilamar sang Jenderal20 Bab 20 Katakan Siapa Dia21 Bab 21 Diancam Richard22 Bab 22 Richard Ditangkap23 Bab 23 Agen Rahasia Musuh24 Bab 24 Mengejar Agen Rahasia Musuh25 Bab 25 Menghabisi Agen N11026 Bab 26 Jenderal Raven Tidak akan Memaksa27 Bab 27 Kedatangan Seorang Pangeran28 Bab 28 Kelakuan sang Pangeran29 Bab 29 Menyingkirkan William dari Sisi Wilona30 Bab 30 Berusaha Meyakinkan Wilona31 Bab 31 Geng Kapak32 Bab 32 Pemandangan yang Tidak Menakutkan33 Bab 33 Satu Lawan Lima Ratus34 Bab 34 Senjata Makan Tuan35 Bab 35 Memalsukan Peristiwa36 Bab 36 Pencuri Data Intelijen37 Bab 37 Serangan Tiba-tiba38 Bab 38 Dikejar Dua Pengawal39 Bab 39 Mengejar si Hacker40 Bab 40 Sang Hacker41 Bab 41 Hacker Bernama Suzane42 Bab 42 Rencana Menolong Orang43 Bab 43 Agen 00744 Bab 44 Kecelakaan Massal45 Bab 45 Kedatangan Drone-Drone Musuh46 Bab 46 Ancaman itu sangatlah Nyata47 Bab 47 Melawan Pesawat Tempur Musuh48 Bab 48 Pintu Perbatasan Terkunci49 Bab 49 Perang Hampir Terjadi50 Bab 50 Berlindung di Pos Penjagaan Perbatasan51 Bab 51 Melawan dengan RPG52 Bab 52 Akses Sampai ke Komando Tertinggi53 Bab 53 Membicarakan Sebuah Hal Penting54 Bab 54 Harus Gerak Cepat55 Bab 55 Lamaran Diterima. Tapi... 56 Bab 56 Berebut Meja57 Bab 57 Istri yang Dipermalukan58 Bab 58 Aku mencintaimu59 Bab 59 Naikkan Penawaranmu60 Bab 60 Terompet Ungu61 Bab 61 Papa yang Sakit62 Bab 62 Mengkhawatirkan Wilona63 Bab 63 Menolong Wilona64 Bab 64 Kencan di Atas Motor65 Bab 65 Kencan di Kota Tua66 Bab 66 Bertemu Orang Sombong67 Bab 67 Hukuman untuk Orang Sombong68 Bab 68 Meja dan Makan Gratis69 Bab 69 Bibir Perawan70 Bab 70 Jikan Yo Tomare71 Bab 71 Pengkhianatan di Masa Lalu72 Bab 72 Tekanan pada Perdana Menteri73 Bab 73 Melindungi Saksi74 Bab 74 Melindungi Putri Jenderal75 Bab 75 Demo untuk Jenderal Hernandez76 Bab 76 Keputusan Terbaik di Hidupku77 Bab 77 Tender Proyek Dibuka untuk Wilona78 Bab 78 Membalas dengan Elegan79 Bab 79 Arsitek Nomor Satu di Kawasan Timur80 Bab 80 Dapat Proyek tapi Dimarahi Ayah81 Bab 81 Operasi Menolong Jenderal Hernandez82 Bab 82 Ruang Kepala Rumah Tahanan83 Bab 83 Aku Tidak Pernah Melepaskan 84 Bab 84 Bersiap untuk Melompat85 Bab 85 Penumpang Gelap