icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Pedang Naga Siluman

Bab 2 Sang penguasa Kelamping

Jumlah Kata:1540    |    Dirilis Pada: 29/05/2023

orang-orang disana menyebut kapur dengan Gamping sehingga lama k

k oleh eyang buyutnya ketempat ini, akan tetapi lama kelama

ai dengan melompati bebatuan sungai ya

berlompatan menuju ke ar

n dengan anak-anak kecil seusianya. Dan bahkan mungkin k

yak di manfaatkan oleh penduduk desa karena di anggap angker dan

i adalah tempat berdiamnya banyak makhlu

ngai yang sudah ada entah sejak kapan yang di percaya penduduk secara turun-temur

ngnya kurang lebih lima meter dan berdiameter

g kayu ini tidak pernah berpindah dari tempatnya walaupun di terjang b

intas dekat batang kayu ini mendadak d

, tapi kau tak menghiraukan aku Guno!" suara

gera menghenti

no seraya menangkupkan kedua telapak tanganny

sehingga terlihat menjulang tinggi dan kini di uj

at takutnya, dia segera bersemb

h bertapa, sehingga aku tidak ingin men

ngan anak kecil yang selalu kamu ajak k

ari yang lain," lanjut

ng aku didik dan kelak jika sudah dewasa dia akan meng

g tentang hal-hal yang tidak

k tidak jauh dari tempat itu, sedang-kan si ular raksasa telah kembali ke wujudnya s

na sangatlah takut, sehingga selalu berada di belakang Mbah Gu

bayangan seperti orang berjongkok di ke

pikir Satya , seperti

tampak tidak pernah

a pada cuc

dari bentuk-bentuk pikiranmu saja, coba pikirkan menjadi bentuk-

ada anak atau cucu) menjumpai hal-h

anaspati, mereka sebenarnya juga sama seperti kita sebagai makhluk ciptaan Gusti

n wejangan-wejangan p

ra sedikit membuka matanya dan melirik dari sudut matanya, karena sejak tad

nyataan bahwa itu han

berani berjalan sendiri tanpa

hal-hal yang menakutkan menjadi hal-hal ya

bing berbatu kapur yang menjulan

ibak gerumbul semak-semak belukar, sehingga tampaklah

dan mengajak cucu buyutnya merangkak me

meter terdapat satu ruangan agak lebar yan

g dewasa tidak bisa b

elihatannya sudah sangat kuno dan tua tapi masih terl

n anak kunci yang juga terliha

Wiguno mengajak Satya un

up kembali pintu dan m

ini," ajak Mbah Wiguno pada

e ke tempat lain,"

a sang cucu kepada

an mengetahuinya Le

ubuh Mbah Guno keluar cahaya kemerah-merahan melingkupi tubuh rentanya dan selanjutnya ca

ngan dan secara bertahap berubah jadi caha

layang di angkasa dan suatu s

ra mendapati dirinya tengah duduk bersila di sebua

dan tampaknya sedang berbicara dengan seseorang yang duduk di sebua

adir beberapa orang yang semuanya duduk di depan or

et, dia berpikir apakah dia diajak ol

n Eyang buyutnya berada di dalam nya? pi

inya sedang diajak nonton ket

telapak tangannya menyembah orang yang duduk di singgasana sepert

g yang di lakukan di sebuah kerajaan antah ber

g akan meneruskan ilmu-ilmu hamba dan akan meneruskan posisi ha

harus tetap diadakan ujian bagi cucu buyutmu itu jika waktunya telah tib

karena Sang Ratu Surodilogo mendengarkan juga lapo

apnya dengan kepala bertelekan di paha

i sekitarnya gelap sekali, sehingga di

dimana ini?" Tan

bahu Satya untuk menenangkannya! Satya seg

a selalu diajak Mbah Guno ke Klamping unt

*

usan dari sekolah dasar sudah hampir tiba, ibu sudah memperingatkan Satya untuk menguran

sti tidak akan betah belajar, h

nya membolak-balik buku tanpa tahu apa yang di

aja peringkat satu atau d

kolah dasar ini selalu saja menjadi juara kelas, atau kadang di per

alam hal kepandaian adalah teman

dewasa dan banyak di idolakan tema

kepunyaan Pak Salim yang dekat rumahnya, m

i sana, dengan otak yang encer, ilmu agama y

ah tidak menghampiri Satya, karena sudah di beritah

iguno meng

ang disuruh ibunya hanya membolak-balikkan

ma kali adalah ke rumah Hartono yang paling dekat dengan rumahnya, hanya

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Pedang Naga Siluman
Pedang Naga Siluman
“Satya Wiguna seorang pemuda yang sejak kecil hidup dalam kekurangan dan kesederhanaan, akan tetapi dia selalu memandang penuh semangat akan hidup. Dibawah bimbingan eyang buyudnya yang bernama Mbah Wiguna, diapun tumbuh menjadi seorang pemuda sederhana yang kuat dan rendah hati. Bersama beberapa sahabatnya dia kemudian telah menjelajah ke mas lampau untuk ikut berjuang menumpas kejahatan. Dan ketika kekuatan raga nya semakin mapan dan sempurna, dia telah di percaya para penghuni dunia Sukma sebagai sang Senopati perang menghadapi iblis kegelapan yang hendak menguasai dunia nyata. Dengan Pedang Naga Siluman, Satya Wiguna Harus berjuang mempertahankan alam moksa dari serangan Sang Raja Iblis kegelapan.”
1 Bab 1 Masa masa kecil yang penuh keceriaan2 Bab 2 Sang penguasa Kelamping3 Bab 3 Bertemu dengan Banaspati 4 Bab 4 Hancurnya Harga Diri Banaspati 5 Bab 5 Gadis Baik dan Gadis Judes6 Bab 6 Kecurangan Galang 7 Bab 7 Kedatangan Dinda di rumah Satya8 Bab 8 Kemarahan Pak Haryono9 Bab 9 Pencarian Harta Karun serdadu Jepang10 Bab 10 Pak Jamin dan Putrinya 11 Bab 11 Orang-orang tak di kenal 12 Bab 12 Perasaan anak muda13 Bab 13 Di ruang ICU 14 Bab 14 Penyesalan Galang 15 Bab 15 Kehidupan buruh tani16 Bab 16 Sahabat baru17 Bab 17 Ke sungai 18 Bab 18 Keseruan Di Sungai 19 Bab 19 Nikmatnya Kebersamaan 20 Bab 20 Jurus Pedang Naga Siluman21 Bab 21 Panembahan Raga Jambe22 Bab 22 Curug Sewu Ludiro 23 Bab 23 Hasil Mesu diri di Alam Sukma24 Bab 24 Anak elang yang belajar terbang25 Bab 25 Raja raja Jawa yang Moksa 26 Bab 26 Surat Ancaman27 Bab 27 Rencana Penculikan 28 Bab 28 Ulo kayu29 Bab 29 Penculikan 30 Bab 30 Penculikan Ratih 31 Bab 31 Padepokan di tengah hutan Jati 32 Bab 32 Aji Sosro Birowo33 Bab 33 Sedikit tentang Aryo Penangsang 34 Bab 34 Pertolongan Kakek Tua 35 Bab 35 Wong Samin 36 Bab 36 Sedikit Tentang Wong Samin37 Bab 37 Kenangan masa lalu38 Bab 38 Sepemggal Kisah Perang Kemerdekaan yang Terlupakan 39 Bab 39 Detik-detik penyerangan tangsi Belandla 40 Bab 40 Sejarah yang terlupakan 41 Bab 41 Keluar dari hutan42 Bab 42 Rencana Ki Ageng Wening Pati 43 Bab 43 Baju Zirah44 Bab 44 Kedatangan orang-orang padepokan Gagak Rimang 45 Bab 45 Penyanderaan keluarga Pak Wibisono