icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Silakan Ambil Suamiku, Pelakor!

Bab 3 3. Sopir Taksi

Jumlah Kata:1071    |    Dirilis Pada: 13/05/2023

ereka akan pulang. Rutinitas setiap hari yang dilakoni sebagai seorang ibu dari ketiga anaknya--antar j

ang suami tidak banyak mengajaknya berbicara. Ia sudah memikirkan matang-matang perce

angkan?" tanya Amelia kepada dua a

n hal yang menyenangkan. Tapi, ga akan aku kerjakan, karena P

kan tugas itu." Sashi ikut menim

jauh lebih mementingkan pekerjaannya. Amelia berusaha menyembunyikan wajah sedihnya

merasakan ada yang tidak beres dengan kedua orang tuanya. Amelia pun tida

n jalan-jalan bareng. Ga setiap waktu Papa kalian akan kerja terus. Kita n

ji mau antar. Tapi, apa? Papa harus ke kant

apa ga kerja, kita nanti bagaimana?" Amelia masih berusaha memuji s

" Arusha malas berdebat

ntuk naik angkutan umum demi menghemat pengeluaran transportasi. Ia sudah tidak mau lagi mem

menghentikan langkahnya dan meminta

i siapa?" tanya Amelia yang m

a sopir taksi

n taksi. Maaf, mungki

ana bisa tidak memesan jasa taksi online, tetapi dihubungi oleh s

Sashi sambil mendongak

e kok ditelepon sama sopirnya." Amelia segere memasukk

arah seorang laki-laki yang sedang be

uluh empat tahun itu berkerut. Ia pernah melihat sosok itu, tetapi di mana? Amelia menjadi seorang

Sas." Amelia sama sekali tidak ingat dengan

pir taksi tadi pagi," kata

nnya. Matanya memicing untuk memastikan ucapan sang anak. Otaknya tidak mampu lagi u

saja," kata Sultan denga

ki-laki yang ada di depannya, tetapi gagal. Sultan paham dan hanya terse

gan siapa pun. Patah hati, alasan klasik yang membuat sosok tampan dan mapan itu setuju melanjutka

gan sopan kepada sosok yang ti

ata Sultan yang memang bernama le

af-maaf, apa Bapak yang tadi menghubungi saya?" tanya Ameli

asih sama dengan belasan tahun yang lalu. Wajah cantik dan tampak sede

dang melaju.,mulai gelisah karena kegerahan. Cuaca sangat mendung dan membuat badan anak bungsunya gerah.

ah gerimis loh," kata Sashi yang memang m

in pas harus sempit-sempitan di angkot." A

an salah membawa dompet. Hanya dompet berisi beberapa uang sepuluh ribuan. Perbedaan ongkos taksi onl

ada angkutan umum yang lewat." Amelia berusaha menolak halus tawaran dar

sang anak lapar dan haus. Ia segera membuka tas dan mengambil air untuk diminumk

l, Ma. Udah, ah, aku mau ikut Om ini aja," k

aja, Aron langsung diam saat berada di dalam mobil milik Sultan. Sesekali, Sultan mencuri pand

Bentakan itu membuat Amelia dan ketiga anaknya te

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Silakan Ambil Suamiku, Pelakor!
Silakan Ambil Suamiku, Pelakor!
“"Mas Arsa ... bukan aku tidak mencintaimu lagi. Hanya saja ...." Amelia Putri tidak bisa melanjutkan ucapannya karena tidak sanggup. "Hanya saja apa? Karena Prita?" Arsa kini berani menyebutkan nama wanita simpanannya saat mereka sedang sidang mediasi perceraian. Rumah tangga mereka sudah diujung tanduk dan karir Arsa pun akan hancur sebagai polisi. Video hubungan intim Arsa dan Prita Yuliana tersebar. Bukan Arsa jika tak pandai mengelak. Ia menggunakan uang keluarga besarnya untuk memusnahkan video itu. Bukan menutup mata dari apa yang dilakukan sang suami, tetapi Amelia memilih diam saat ini. Diam, agar rumah tangganya baik-baik saja. Ia tidak ingin bercerai demi anak-anaknya. Sayang apa yang dilakukannya ternyata tidak dihargai oleh Arsa dan keluarganya. Fakta sulit dan menyakitkan terpampang di depan mata Amelia. Ibu mertuanya yang selama ini dianggap menyayangi dengan tulus ternyata hanya berpura-pura. Sakit dan sesak dada Amelia ketika harus mengetahui kenyataan jika Ratna--sang ibu mertua lebih merestui hubungan Arsa dengan pelakor itu. Kini Amelia dihadapkan dengan dilema; menuntut cerai sang suami harus siap keluar dari rumah mereka berdua. "Ada calon anak kamu yang membutuhkan ayahnya kelak. Aku akan ikhlas dengan semua ini. Mari kita berpisah dan jalani hidup masing-masing." Amelia mengambil sikap tegas kali ini. "Apa?!' Arsa tidak bisa menerima kenyataan itu karena sudah jelas karirnya akan hancur. Akankah Arsa bisa meluluhkan hati Amelia setelah penghianatannya selama empat tahun? Lalu bagaimana dengan Amelia yang harus berusaha menghidupi ketiga anaknya? Akankah sosok cantik itu mampu bertahan dengan kerasnya hidup? Atau Amelia harus menyerah dan memilih hidup bertiga dengan madu-nya?”