icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Silakan Ambil Suamiku, Pelakor!

Bab 7 7. Tuduhan

Jumlah Kata:1056    |    Dirilis Pada: 13/05/2023

mejamkan mata saat mendengar u

itu. Ia tidak tahu nanti anaknya akan bertanya banyak hal perihal telepon itu. Arsa menatap kepergia

dari wanita itu akan membuat Arsa lupa dengan segalanya. Beruntung anak-anak t

kejut karena men

semua rusak hanya karena Prita menggandung. Hari ini justru ada berita jika wanita itu mengalami pendarah

ru yang memang sempat mendengar suara seorang w

yang menggantikan. Papa kalian yang nantinya mungkin akan menggant

lah caranya mempertahankan rumah tangganya. Hanya saja, sepertinya memang citra Arsa

ada yang teman laki-laki?" Arusha sangat

bisa bekerja sama. Papa kalian itu tugasnya menangani banyak kasus kejahatan. Jadi, wajar jika

ti. Bukan hal yang mudah membuat kebohongan untuk menutup kebohongan yang lainnya. Kebohongan

selesai. Seperti saat ini, panggilan dari wanita itu membuatnya lupa dengan masalah besar yang sed

rumah sakit besar di kota ini. Prita memberitahukan lokasi di mana sekarang berada. Gegas ia berla

ya Fajar yang baru saja memeriksa

Pak." Arsa saat ini sangat gugup k

enjenguk?" Fajar memancin

Tidak mungkin karena istri pertamanya bahkan tidak tahu siapa yang

k rumah sakit. Saudara saya berada di rum

saat ini. Tidak mungkin salah masuk rumah sakit ketika keadaan sed

saya permisi," pamit Fajar dengan s

meninggalkannya, ia harus kembali terkejut mendengar ucapan atasannya itu.

ertugas ia jatuh dan mengalami pendarahan." Arsa langs

embuat Arsa tidak punya nyali saat ini. Apapun yang dilakukan dalam pantauan F

menjawab ucapan atasannya itu. "Tapi, saya benar-benar bukan

n bagaimana wajah Arsa saat ini. Sosok atasannya itu tentu saja tidak akan membenarka

ajar yang kini sudah kesulitan berjalan karena perutnya

dak akan ada habisnya. Sebaiknya kamu fokus nanti saat persiapan

n Prita. Ia masih punya rasa takut karena kemungkinan Fajar tahu jika Prita masuk

rlebih cara yang diambil oleh Arsa adalah salah. Diam-diam menjalin hubungan dengan wanita lain.

i lap lalu di masukkan dalam salah lemari kitchen set. Ia sama sekali tidak menyadari jika

Arsa langsung membentak Amelia

erlepas dari tangannya. Suara benturan piring pada lantai itu membuat Amelia terhenyak. Arsa kembal

Amelia dengan kasar dan mengakibatkan s

Ambil saja ponselku. Ada di atas meja rias," lanjut Amelia yang k

. Ia segera meraih tangan istrinya. Amelia menolaknya dan langsung menuju ke wastafel u

. Juga pesan masuk dan keluar. Semua tidak pernah saya hapu

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Silakan Ambil Suamiku, Pelakor!
Silakan Ambil Suamiku, Pelakor!
“"Mas Arsa ... bukan aku tidak mencintaimu lagi. Hanya saja ...." Amelia Putri tidak bisa melanjutkan ucapannya karena tidak sanggup. "Hanya saja apa? Karena Prita?" Arsa kini berani menyebutkan nama wanita simpanannya saat mereka sedang sidang mediasi perceraian. Rumah tangga mereka sudah diujung tanduk dan karir Arsa pun akan hancur sebagai polisi. Video hubungan intim Arsa dan Prita Yuliana tersebar. Bukan Arsa jika tak pandai mengelak. Ia menggunakan uang keluarga besarnya untuk memusnahkan video itu. Bukan menutup mata dari apa yang dilakukan sang suami, tetapi Amelia memilih diam saat ini. Diam, agar rumah tangganya baik-baik saja. Ia tidak ingin bercerai demi anak-anaknya. Sayang apa yang dilakukannya ternyata tidak dihargai oleh Arsa dan keluarganya. Fakta sulit dan menyakitkan terpampang di depan mata Amelia. Ibu mertuanya yang selama ini dianggap menyayangi dengan tulus ternyata hanya berpura-pura. Sakit dan sesak dada Amelia ketika harus mengetahui kenyataan jika Ratna--sang ibu mertua lebih merestui hubungan Arsa dengan pelakor itu. Kini Amelia dihadapkan dengan dilema; menuntut cerai sang suami harus siap keluar dari rumah mereka berdua. "Ada calon anak kamu yang membutuhkan ayahnya kelak. Aku akan ikhlas dengan semua ini. Mari kita berpisah dan jalani hidup masing-masing." Amelia mengambil sikap tegas kali ini. "Apa?!' Arsa tidak bisa menerima kenyataan itu karena sudah jelas karirnya akan hancur. Akankah Arsa bisa meluluhkan hati Amelia setelah penghianatannya selama empat tahun? Lalu bagaimana dengan Amelia yang harus berusaha menghidupi ketiga anaknya? Akankah sosok cantik itu mampu bertahan dengan kerasnya hidup? Atau Amelia harus menyerah dan memilih hidup bertiga dengan madu-nya?”