icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Silakan Ambil Suamiku, Pelakor!

Bab 8 8. Tuduhan(2)

Jumlah Kata:1031    |    Dirilis Pada: 13/05/2023

engambil ponsel milik sang istri. Benda pipih lawas dengan model yang sudah ketinggalan zaman

r. Arsa berulangkali mencocokkan setiap nomor ponsel dalam ponsel milik Amelia.

k yang tersudut dan selalu salah. Ia lupa bagaimana perjuangan Amelia dulu. Bukan

pang hidup pada Arsa. Miris dan sangat menyedihkan setelah kepergian kedua orang tua Amelia dan

ma istri Arsa memilih tidur di kamar anak bungsunya itu. Arsa memb

kini semakin kurus. Wajah yang banyak tekanan dan mata yang selalu sembab. Ya, Amelia menangis setiap

yang tidak pernah ada untuknya dan ibu mertua yang membencinya. Apapun yan

melia yang mendada

anya Arsa dengan setengah berbis

karena menangis. Entah berapa kali sejak perselingkuhan sang suami air mata

t ini sudah menyerah. Fisik, mental, dan pikirannya dihajar habis-habisa oleh A

lagi mengusik kebahagiaan sahabat baiknya itu. Sudah saatnya pengantin baru itu m

sebentar?" tanya Ar

ngun. Mereka berdua kini duduk di halaman rumah samping kiri. Ada sebuah gazebo yang kini sangat jarang digunakan oleh Arsa.

a muda yang menjadi simpanannya. Ada banyak cara yang dilakukan Arsa dan wanita itu agar bisa tetap bersam

imkan pesan pada ajudannya. Pesan yang sebenarnya untuk Arsa. Ya, bukan rahasia lagi jika a

a setelah mereka diam

ta bisa sama-sama berjuang dan mempertahankan rumah tangga ini bersa

tampak putus asa itu kini menatap Amelia penuh harap. Berharap jika sang istri menerima keberadaan wa

ain hati. Tidak akan ada laki-laki yang akan benar-benar adil ketika sudah membagi hatinya." Ucapan Amelia membuat tubuh Arsa menegang karena terkejut. "

Arsa tidak percaya dengan ap

kamu berpaling. Satu hal lagi, jangan pernah membahas tentang sebuah keadilan jika kamu tidak pernah mendengarku lagi!" Amelia kini terengah saat setelah mengatakan isi hatinya pada Arsa. "Aku dia

i berdiri dari tempatnya itu benar-benar sedang emosi. Arsa tidak pernah

nnya sangat aman dari siapa pun. Tidak, tidak akan se-aman seperti yang dipikirkan

Perasaanku tidak bisa kutahan begitu saja. Seperti jatuh cinta pada pandangan pertama

bungan terlarang kalian." Amelia mengatakan

rmasuk lebih banyak menghabiskan waktu bersamamu dan anak-anak.

ah ada panggilan dari pengadilan agama. Kamu tenang saja, aku tidak akan merepotkan kamu lagi. Sebisa mungkin aku akan menghi

rhenti karena suara tangis Aron y

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Silakan Ambil Suamiku, Pelakor!
Silakan Ambil Suamiku, Pelakor!
“"Mas Arsa ... bukan aku tidak mencintaimu lagi. Hanya saja ...." Amelia Putri tidak bisa melanjutkan ucapannya karena tidak sanggup. "Hanya saja apa? Karena Prita?" Arsa kini berani menyebutkan nama wanita simpanannya saat mereka sedang sidang mediasi perceraian. Rumah tangga mereka sudah diujung tanduk dan karir Arsa pun akan hancur sebagai polisi. Video hubungan intim Arsa dan Prita Yuliana tersebar. Bukan Arsa jika tak pandai mengelak. Ia menggunakan uang keluarga besarnya untuk memusnahkan video itu. Bukan menutup mata dari apa yang dilakukan sang suami, tetapi Amelia memilih diam saat ini. Diam, agar rumah tangganya baik-baik saja. Ia tidak ingin bercerai demi anak-anaknya. Sayang apa yang dilakukannya ternyata tidak dihargai oleh Arsa dan keluarganya. Fakta sulit dan menyakitkan terpampang di depan mata Amelia. Ibu mertuanya yang selama ini dianggap menyayangi dengan tulus ternyata hanya berpura-pura. Sakit dan sesak dada Amelia ketika harus mengetahui kenyataan jika Ratna--sang ibu mertua lebih merestui hubungan Arsa dengan pelakor itu. Kini Amelia dihadapkan dengan dilema; menuntut cerai sang suami harus siap keluar dari rumah mereka berdua. "Ada calon anak kamu yang membutuhkan ayahnya kelak. Aku akan ikhlas dengan semua ini. Mari kita berpisah dan jalani hidup masing-masing." Amelia mengambil sikap tegas kali ini. "Apa?!' Arsa tidak bisa menerima kenyataan itu karena sudah jelas karirnya akan hancur. Akankah Arsa bisa meluluhkan hati Amelia setelah penghianatannya selama empat tahun? Lalu bagaimana dengan Amelia yang harus berusaha menghidupi ketiga anaknya? Akankah sosok cantik itu mampu bertahan dengan kerasnya hidup? Atau Amelia harus menyerah dan memilih hidup bertiga dengan madu-nya?”