icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Silakan Ambil Suamiku, Pelakor!

Bab 4 4. Ibu Mertua Yang Kasar

Jumlah Kata:1093    |    Dirilis Pada: 13/05/2023

enak. Sebentar lagi pasti akan ada cecaran pertanyaan beruntun dati Ratna--ibu mertuanya.

a menunjuk ke arah Sultan yang saat ini berdiri tepat di belakang Amelia. "Kamu minta cerai dari Arsa karena kamu menu

tidak paham?" tanya Amelia de

njuk ke arah Sultan dan membuat Amel

sama sekali tidak menyadarinya. Sudah pasti Ratna akan salah paham. Parahnya, sosok

gan beliau hari ini," jawab Amelia yang jujur karena memang tidak ing

ngantarkan penumpangnya hingga depan pintu rumahnya. Kamu pikir saya bod

n dari Ratna membuatnya terkejut dan rewel siang ini. Kedua anak kembar Amelia pun ketakuta

ama kami? Salah Mama apa sebenarnya?"

Dia itu tukang seling--" Ucapan Ratn

ai sopir taksi online jadi wajib bagi saya berbuat baik kepada penumpang saya." Sultan menunjukkan kartu tanda keanggotaan yang dibuatnya kemarin sore. "Jika Anda menuduh dan mencem

Anggapan sombong yang selalu ada pada benak wanita berusia lima puluh dua tahu

di depan pintu rumah ini. Meski hanya stiker, tapi pihak kepolis

timewa di matanya. Sebab, bagi sosok kaya raya itu status seseorang tidaklah penting u

pada saat saya mengantarkan Anda tadi." Sultan tidak ingin memperpanjang perde

mbawakan barang kedua anak saya," kata Amel

Amelia sangat cantik. Senyum itu sudah menjadi candu sejak beberapa tahun yang lalu

ng masih berdiri di depan teras. Tatapan tidak suka Ratna masih sama seperti du

Ketika usaha kedua orang tua Amelia mulai goyang dan berakhir dengan kebangkrutan, sikap Ratna berubah

ng menggendong Aron itu terhuyung dan tubuhnya menabrak tembok. Bersyukur kedu

k dan berhambur mendekat ke arahnya karena

? Kenapa Nenek selalu saja berbuat kasar pada Mama. Aku akan mengadu pada Papa na

pada pipinya pun hanya bisa ditahannya. Ia tidak mau jika sang anak juga menjadi korban.

Amelia berdiri di depan Ratna dengan

Sudah miskin, sekarang tidak tahu diri pula!" Ratna membentak Amelia dengan kasar. "Ingat, ya, aku akan bilang pada Arsa jik

--sang atasan tidak bisa mentolerir perselingkuhannya dengan Prita Yuliana. Mereka akan membuat citra k

n apa yang dilihat atasannya itu. Fajar tidak mudah percaya dengan apa yang dilakukan oleh Arsa. Tidak mun

nyidik. Tidak main-main, semua pertanyaannya sangat menjebak. Salah sedikit bisa berakibat fatal saat ini. Arsa ber

al

di simpanannya itu. Tubuhnya kini ingin istirahat. Mendadak Arsa mengingat Am

a tadi sama

kamu keluar aja dari kepolisian gimana? Kalo kita masih aktif be

pa maksudnya memintanya keluar dari kepolisian? Sedangkan saat masuk dulu sa

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Silakan Ambil Suamiku, Pelakor!
Silakan Ambil Suamiku, Pelakor!
“"Mas Arsa ... bukan aku tidak mencintaimu lagi. Hanya saja ...." Amelia Putri tidak bisa melanjutkan ucapannya karena tidak sanggup. "Hanya saja apa? Karena Prita?" Arsa kini berani menyebutkan nama wanita simpanannya saat mereka sedang sidang mediasi perceraian. Rumah tangga mereka sudah diujung tanduk dan karir Arsa pun akan hancur sebagai polisi. Video hubungan intim Arsa dan Prita Yuliana tersebar. Bukan Arsa jika tak pandai mengelak. Ia menggunakan uang keluarga besarnya untuk memusnahkan video itu. Bukan menutup mata dari apa yang dilakukan sang suami, tetapi Amelia memilih diam saat ini. Diam, agar rumah tangganya baik-baik saja. Ia tidak ingin bercerai demi anak-anaknya. Sayang apa yang dilakukannya ternyata tidak dihargai oleh Arsa dan keluarganya. Fakta sulit dan menyakitkan terpampang di depan mata Amelia. Ibu mertuanya yang selama ini dianggap menyayangi dengan tulus ternyata hanya berpura-pura. Sakit dan sesak dada Amelia ketika harus mengetahui kenyataan jika Ratna--sang ibu mertua lebih merestui hubungan Arsa dengan pelakor itu. Kini Amelia dihadapkan dengan dilema; menuntut cerai sang suami harus siap keluar dari rumah mereka berdua. "Ada calon anak kamu yang membutuhkan ayahnya kelak. Aku akan ikhlas dengan semua ini. Mari kita berpisah dan jalani hidup masing-masing." Amelia mengambil sikap tegas kali ini. "Apa?!' Arsa tidak bisa menerima kenyataan itu karena sudah jelas karirnya akan hancur. Akankah Arsa bisa meluluhkan hati Amelia setelah penghianatannya selama empat tahun? Lalu bagaimana dengan Amelia yang harus berusaha menghidupi ketiga anaknya? Akankah sosok cantik itu mampu bertahan dengan kerasnya hidup? Atau Amelia harus menyerah dan memilih hidup bertiga dengan madu-nya?”