icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

HILDA PERAWAN TUA

Bab 4 AKU LELAH

Jumlah Kata:1193    |    Dirilis Pada: 27/03/2023

e rumah Ibu saja, nanti sore Ibu ada di rumah) aku m

-cepat pulang ke rumah, teringat Em

ang tamu, piring dan sendok bekas makan tercecer di lantai, juga tumpahan susu yang sudah mengering kulihat telah menodai kurs

g basah, mereka tersenyum saat melihatku yang sed

lah minta di kelonin," Risa mengerling ke arah suaminya dengan genit.

" Tanyaku, menahan s

wat gofood," jawab Risa. Aku teringat uang

ana E

tapi katanya ia belum lapar," jawab Risa yang

ada makanan apa pun. Kepalaku pun terasa pusing kar

kusi roda dengan sebelah tangannya, kulihat

lapar," kata Emak sa

cepat. Aku tak sempat masak." Senyumku merek

, menatapku penuh harap. Sesaat aku terperangah, pengeluaran ku semenjak ada Risa dan keluarganya di ru

, nanti M

gangguk, dan segera masuk ke kamar. Setelah berganti pakaian dengan p

n mangkuk-mangkuk bakso yang kotor menumpuk di b

Iseng kubuka gawaiku, terlihat ada dua pesan yang masuk. Satu pesan dari Yustin

a enggak jadi

ing sambil berpikir apa maksud

nggak jad

ekarang aku mau mengantar

pa, semoga Tanteny

u, teri

dekat bantalku dan tak lama ak

nku lalu bangkit dan keluar kamar. Kondisi rumah masih seperti tadi, hancur dan beranta

ya Risa, menyimpan gawai

anyaku karena tak melih

k apa-apa, kami hanya makan semangkuk bakso. Terus Emak di dapur makan apa? Aku segera berlari ke dapur dan mendapati Emak sedan

njat kaget melihat

u di atas kompor dan sebagian dari nasi goreng itu tiba-tiba melayang ke udara d

t. Aku berlari dan se

anti biar aku masakin," aku berkata lirih pada Emak, i

embersihkan kompor akibat nasi goreng yang berceceran karena t

amu tak bangun juga. Emak tadi panggil-panggil k

, lain kali aku akan selalu masak buat Em

api ketika Emak mau makan, Emak lihat ayam goreng itu sudah tak ada lagi di meja ma

ib berjamaah dan kita akan makan nasi gorengnya berjamaah pula, tapi kalau yang ini engg

jamaah," Emak tergelak, tawanya begitu renyah. Aku ikut tertawa cekikikan. Suatu m

reng lumayan banyak karena Risa dan keluarganya pun pasti sudah lapar.

uang tengah, sementara aku mencuci piring lalu mem

*

aku ke dapur dan memasak untuk kami sekeluarga. Seperti biasa, ditengah kesi

karang Emak makan dulu ya?" Aku menyendok nas

rambut yang masih berantakan, terlihat

ta sarapan dulu." Jawabk

u bangunkan M

emandikan Emak di kamar mandi, sedi

ja dulu," pamitku pada Risa.

*

ganku di tarik oleh Pak Edi. Aku menepiskan ta

apa,

mukan isteri saya dengan Ibu, apakah hari ini Bu Hilda ada waktu

harus aku lakukan. Sementara Pak Edi masi

, saya ad

ah, kalau begitu nanti siang aku aka

mpat yang nyaman untuk melakukan pertemuan itu, aku

sekali menyunggingkan senyumnya ke arahku. Ia menyiapkan peral

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
HILDA PERAWAN TUA
HILDA PERAWAN TUA
“Kecerdasan intelektual yang dimiliki Hilda telah mengantarkannya pada sebuah kesuksesan dan puncak karirnya. Namun semua yang diraihnya justeru berbanding terbalik dengan kisah percintaan yang selalu putus sebelum sempat bersatu. Miris, semua itu terjadi karena ulah Emaknya yang selalu mencampuri urusan pribadinya. Sikap materialistis yang dimiliki Emaknya membuat sang Emak sangat selektif dalam mencari jodoh anaknya. Tak disangka, sikap itulah yang menjerumuskan Hilda pada sebutan perawan tua. Berbagai macam konflik dalam hidupnya selalu datang silih berganti. Ternyata, bukan hanya tentang jodoh yang membuat Hilda semakin terpuruk. Perlakuan Emak yang pilih kasih terhadap dirinya dan adiknya pun telah membuat kehidupan Hilda nyaris hancur. "Adikmu mempunyai penyakit jantung bawaan dari lahir. Jantungnya bocor hingga mencapai satu cm." Kata Emak. Penyakit yang diderita adiknya itulah yang menjadi sebab Emak selalu mengutamakan adiknya tanpa mempedulikan perasaannya. Akankah Hida sanggup menghadapi sikap Emak yang merupakan sebab dari semua masalah dan sakit hatinya? Mampukah Hilda menemukan jodohnya di tengah badai konflik yang tiada habisnya? Ikuti terus kisah Hilda dalam judul HILDA PERAWAN TUA”
1 Bab 1 PENYESALAN SEORANG IBU2 Bab 2 DILAMAR PRIA BERISTRI3 Bab 3 BIMBANG4 Bab 4 AKU LELAH5 Bab 5 AKU DILAMAR PAK EDI DI DEPAN ISTRINYA6 Bab 6 KECELAKAAN7 Bab 7 PULANG KE RUMAH8 Bab 8 KEDATANGAN ANGGA DAN ESTI9 Bab 9 TAMPARAN UNTUK RISA10 Bab 10 TANGIS EMAK UNTUK RISA11 Bab 11 PERTENGKARAN RISA DAN ESTI12 Bab 12 PROBLEMA HIDUP13 Bab 13 TANGISAN ESTI14 Bab 14 AMELIA SAKIT15 Bab 15 TAMU TAK DIUNDANG16 Bab 16 AKU HARUS BAGAIMANA 17 Bab 17 RAFAEL18 Bab 18 MAS ADAM19 Bab 19 PUTUS DENGAN MAS ADAM20 Bab 20 RAFAEL, ESTI, KEMANA KALIAN 21 Bab 21 KEDATANGAN ANGGA DI PAGI BUTA22 Bab 22 TERNYATA IA SEORANG DOKTER23 Bab 23 PERMINTAAN BU MISKA24 Bab 24 KEKACAUAN DI MINI MARKET25 Bab 25 MAKAN SIANG DENGAN MAS ADAM26 Bab 26 KEPERGIANKU27 Bab 27 SUASANA DI RUMAH MAS ADAM28 Bab 28 PINGSAN DI RUMAH MAS ADAM