icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Luka Semesta

Bab 5 Berlabuh pada Siapa

Jumlah Kata:1616    |    Dirilis Pada: 10/03/2023

nyimpan rahasia leb

aranya mungkin tid

nya dia ingin mengajak kakaknya main basket dil

le

n wajah sang empunya kamar yang menyern

depan kamar g

an nih dirumah, basket yuk? Lo t

nghubungi nomor Cakka, tidak l

...

nggu dilapangan bas

...

ke

ata Gabriel setelah mengambil bola

Ray semangat lalu b

angan komplek, ternyata sudah ad

h,

alan Yel, boleh gue

enggak!" Gabriel t

mau main juga" t

osan di rum

a Kak I

iatif" dumel Ray mengingat kebiasaan kakaknya m

kka yang memainkan bolanya asal. Gabriel berjalan mendekat dan mer

anget gitu? Main l

gue ketemu c

ac

k di sekola

gn

mm

man

pan ru

k b

ri, Bukan urusan gue, gitu" Cakka bercerita sambil menirukan logat bicara Agni. Wajahnya masih menunjukkan ketidaksukaan yang teramat sangat. "dan, yang paling penting nih ya

k..." Gabriel mene

s pasrah, mau

ua itu mirip loh" Sivia yang sejak tadi menyimak i

jangan ngaco Vi! gant

tu sama-sama emosian, nggak ada yang mau ngalah dan juga sama-sama manja" la

anjang lebar. Tanpa pikir panjang mereka membun

enting" Alibi Gabriel pada Sivia agar dia cepat menjauh dari mereka. Sivia

iel melepaskan bekapannya.

via, gimana wibawa Lo kalau dia liat

gatain gue mirip cewek mac

ay menyodorkan boto

ia kan emang gitu

iel hanya mengangkat bahunya asal. Membiarkan Cak

mengalihkan pembicaraan agar suasana tidak

ah kuat kak?

kka sambil berdiri, Ray mengamb

*

kan handphone Gabriel di atas kasur, Sivia baru saja akan mengambil benda itu tapi ada telepon ma

ul juga?" suara dari seberang terdengar heboh. Sivia shock mendengarnya, G

ih!" Ify kembali bersuara karen

tanpa diminta. Dia lansung lari dari rumah Gabriel, hatinya sak

tu di lapan

ai khawatir karena Sivia belum juga sampai disana. Gabriel yang

uut

uuu

uu

sore" terdengar su

el. Tadi sivia a

anya mau ngambil handpone Mas Iyel, tapi

nangis B

a nggak t

ma pergi

menit yang l

l menutup sambungan telepon s

a Cakka setelah ha

nya, balik aja yuk, udah sore juga

ke

*

uai dengan keinginannya. Bagaimana mungkin ini bisa terjadi? bukankah mereka baru saja bertemu? k

rasanya sesakit in

ara dibelakangnya, sivia berbalik

io

malah menangis lagi. Rio membiarkan saja Sivia menumpahkan rasa sakitnya disana, bagaimanapun juga dia tetap sebu

i berhenti menangis dan melepaska

? udah

kasih ya

kali ini?" tanya Rio

ye

Rio kesal, kenapa selalu

a?" tanya Rio s

a telpon dari Ify, aku angkat kan. Terus Ify bilang dia udah nung

aku aja, kenapa iyel ngga ngerti perasaan aku, emangnya sikap aku selama ini kurang jelas yaa, buat bilang kalo aku sayang banget sama dia" cerita Sivia hampir menangis lagi. Ri

nya. ingin rasanya bisa menghibur gadis ini dengan candaan atau

a kembali me

mm

udah mau de

u ada buat Lo sampai

g sahabat terbaik Aku" balas Siv

cuma sahabat'

ama Aku?" Pinta Rio denga

ji a

k gini lagi, nangisin seseoran

...

jadi berhadapan dengan Sivia. memeg

rang yang peduli dan sayang sama kamu, orang y

ang lain," Sivia melepas genggaman t

penuhnya udah buat Iyel

RRR

gguhan disetiap ucapan Sivia, hatinya sakit luar biasa, tapi dia tidak punya hak untuk melaran

gak boleh nangis kaya gini lagi" putus

, aku

nafas lain, yang diyak

n selesein ini berdua!" Rio b

ata Rio lagi kepada Gabriel y

eluar dari persembuny

a? apa mungkin dia mendengar semua

ngis, Gue nggak akan maafin

basah berjalan mendekati S

el, Sivia menoleh t

kamu, aku nggak tahu perasaan kamu yang s

gak salah kok, lagian aku juga sa

i Vi

Aku udah bisa terima sekarang" putus Sivia sebel

, Vi?" tanya

ku janji ini terakhir kali kamu liat

ngertiin aku" Gabriel meng

l" balas Sivi

gandeng tangan Sivia ke mobilnya yang terparkir tidak jauh dari sana. hatinya tersenyum tul

*

B

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Luka Semesta
Luka Semesta
“Rio tidak bisa melupakan apa yang mama dan kakaknya lakukan 8 tahun lalu, dia marah tapi tidak bisa berbuat apa-apa. Dia hanya diam, berjalan seolah mereka tidak ada, menghilang, menghindar, seolah semua anggota keluarganya sudah mati. Hingga suatu hari dia dibenturkan pada kenyataan mengejutkan, Tuhan menunjukkan padannya banyak rahasia, menguji kesetiaan dan keteguhan hatinya saat cinta yang didamba tergenggam laki-laki lain. Lalu? Apa yang terjadi? bisakah dia memperoleh kebenaran yang dia cari? Akankah dia mendapatkan cintanya kembali? selamat membaca ya... Thanks a lot!”