icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Menaklukkan Duda Dingin

Bab 2 Jangan Menguji Kesabaranku

Jumlah Kata:1138    |    Dirilis Pada: 22/12/2022

panci ke dalam cangkir. Sama sekali tidak ada penyesalan

"Tidak ada satu orang pun yang bisa men

sebuah kursi di dekat jendela. Dari situ, ia dapat melihat salju t

lam ini akan a

ngembalikan kedamaian. Namun, semakin banyak salju yang turun, semakin jauh ta

... mampukah

menggeleng cepat. Tidak seharusnya baya

an perempuan itu? Di

li mengangkat cangkir. Namun, belum semp

sebelum meletakkan cangkir di pinggir jendela. Setelah mengetuk-ngetu

erutunya sambil membuka pintu. Tanpa berpiki

in saat melihat tidak ada yang berdiri di pinggir jal

edipan tegas, ia menoleh ke kanan. Sedetik kemudian, ekspresi datarnya beruba

n senter ke dalam saku. Secepat kilat, ia m

yang dingin pun diam. Tak ingin dituduh sebagai pembunuh, sang pria bergegas me

dekat pemanas. Kini ia dapat melihat betapa birunya bibir wani

a? N

kesadaran. Merasa putus asa, Tuan Dingin pun berdecak kesal. "Tidak

sarung tangan Amber. Sambil meremas jemari pucat

u dicap sebagai pembunuh! Salahmu sendiri

Napasnya bahkan hampir tidak terdeteksi. Tak ingin

a melakukannya. Jangan menyalahka

selimut dari sofa. Sembari membentang kain tebal itu, ia menangkup punggung Amber dengan tubuhnya. S

*

k kaca pemanas. Mendapati pemandangan yang tidak biasa itu, ia pun ter

telah berkedip-kedip cepat, barulah ia mendesah l

itu pula, kain yang menutupi tubuhnya tersingkap. Dalam sekejap, keceriaan di wa

guk. Tak mendapati apa yang ia cari, Amber spontan

ntingnya terdengar hingga ke ruang depan. Mengetahui keberadaan "sang pelaku", Amber p

r. Rasa syukur yang sempat tumbuh mendadak lenyap. Yang ter

berair. "Aku mengerti sekarang. Pantas saja kau membiarkanku kedinginan di luar san

ntak mengernyit. "Kau tidak tahu terima kasih, rupanya.

gkeram baju laki-laki yang jauh lebih tinggi darinya

nggikan dagu. "Berhentilah mengada-ada

bergetar. "Bukankah buktinya sudah jel

lau aku menyingkirkan pakaianmu? Bukankah kau ingin selama

hipotermia semalam. Satu-satunya cara untuk menyelamatkanmu adalah dengan berbagi kehangatan .

itu?" sela Amber sambil mendongakkan wajah. Tangannya

kira aku tertarik padamu?" Sembari menggeleng, pria itu menyipitkan mata. "S

s dari mulut Amber. "Kot

masih suci. Aku tahu, perempuan sepertimu

a, Amber kembali meruncingkan telunjuk. "Jaga mulutmu! Aku bukan perempua

ah, Tuan Dingin membalas tatapan Amber ding

l yang tidak melakukan itu ketika bersama perem

an geraham, ia mendorong pundak Amber hingga tersudut di salah satu din

saja aku tahu kau seberisik ini, aku pas

an ekspresi kesalnya. Dengan agak ter

oten," gumam wanita itu

ala Amber. Menyaksikan tindakan spontan itu, sang wanita spontan memekik

suara rendah yang membuat Amber bergidik ngeri. "Kau

pintu dibanting dari arah depan. Mengetahui Tuan Dingin tidak lagi bersamanya, sang wanita la

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Menaklukkan Duda Dingin
Menaklukkan Duda Dingin
“Amber Lim terkenal akan gaya hidup yang mewah dan kecantikan yang memukau. Namun sayang, perempuan itu juga dikenal sebagai perusak hubungan orang alias pelakor internasional. Menyesali sikap buruknya, ia pun bertekad untuk memulai hidup baru. Tanpa memedulikan musim dingin ekstrem yang sedang berlangsung, Amber pergi ke utara untuk berguru dengan Adam Smith, desainer perhiasan terbaik dunia yang misterius. Malangnya, di tengah perjalanan, Amber dirampok dan ditinggalkan di sebuah hutan. Hanya ada sebuah pondok kecil yang dapat menyelamatkannya dari beku, dan hanya ada satu orang yang dapat membantunya bertahan hidup-Tuan Dingin. Tidak ada yang tahu nama asli Tuan Dingin. Ia sengaja hidup menyendiri dan sangat tidak suka diganggu. Penduduk desa terdekat bahkan memanggilnya kanibal karena minimnya rasa kemanusiaan dalam diri pria itu. Padahal sesungguhnya, Tuan Dingin hanyalah seorang duda yang sangat membenci wanita, apalagi pelakor. Lantas, apa yang akan terjadi selanjutnya? Mampukah Amber menaklukkan Tuan Dingin dan pulang dengan selamat? Atau justru ... berakhir menjadi santapan lezat sang duda?”