icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Menaklukkan Duda Dingin

Bab 5 Puas

Jumlah Kata:1313    |    Dirilis Pada: 22/12/2022

ak perlu membuktikannya," ujar Amber sambil memaksakan otak untuk mene

Tuan Dingin seraya

udah bertekad, aku bisa melakukan apa saja, seperti mengurus ru

adi pelayan di rumah ini?" s

Aku bisa menyingkirkan semua debu dari perabotan, mencuci piring-piring

isa me

ep makanan enak," angguk Amber, berh

egitu, buatkan aku makan siang. Jika masakanmu enak, kau bisa menjadi pel

ktikan kalau aku koki yang hebat. Kau tidak akan menyesal telah membebaskank

Dingin mengibas-ngibaskan

g dari hadapan sang pria. Ia tidak boleh menyia-n

am. Sambil melihat ke arah dapur, ia bergumam. "Kenapa pere

hingga pergelangan tangannya terlihat. Sembari menghela na

. Perempuan bodoh itu tetap harus men

*

banyak tomat?" desah Amber ketika melihat ke dalam panci. Su

makan?" gumamnya sam

l terlihat sangat tidak cantik. Menyadari

at ini," pikirnya sebelum mendesah cemas. "Haruskah aku ka

i ia gunakan. Tak jauh di sampingnya, roti gandum masih terbungkus utu

melakukannya, bahkan dengan mata terpejam." Setelah menjentikkan ja

uh lapisan atas pada roti ketiga, suara l

siangku? Aku

terbelalak. Tanpa berpikir panjang, wanita berpakaian seli

esai plating," serunya deng

selesai? Memangnya, apa yang kau masak? Daging manusi

ata, "Aku terlalu lama berpikir tadi. Sekara

ringkan kepala, ia menerobos masuk. Sang wanita pun terkesiap dan langsung panik.

k sabar sekali? Aku hanya butuh dua menit

enaga. Hanya dalam sekejap, Tuan

uk membuat tiga potong roti l

ada tinggi dan raut kaku. Tampak jelas bahwa ia sedang menutupi s

n saat melihat panci yang m

isa dikecilkan, ia terbata-bata. "Itu ... s-sup tomat ken

nah mendengarnya," gumam sang

er lagi-lagi merentangkan tangan. "Tunggu

pa detik, punggungnya telah tiba di hadapan kompor, sementara laki-

gin terheran-heran. "Kau

tahu," sanggah Amber sambil mendongak menatap sang pria. Ia sudah sia

ng yang tidak dikupas? Kau

atin, "Oh, ternyata itu penyebab

mehkan masakanku! Apa kau tidak tahu berapa banyak orang yang berharap aku menjadi koki m

Tuan Dingin seraya melirik ke

endongakkan dagu. "Ya, ini enak.

pannya. Sedetik kemudian, ia mulai mengaduk-aduk sup dan mengambil s

n?" tanya pria itu se

as meski sadar bahwa keb

ni. Jika kau berhasil menghabiskannya, b

ku, ia menunjuk isi panci yang mengkhawatirkan itu. "Kau ingin aku menghabiskannya s

u lebih memilih roti lapis ini dibandingkan sup lumpur itu." Sedetik kem

am mangkuk. Dalam hati, wanita itu sangat ingin menangis. "Bagaimana mungki

*

mpur itu tidak enak?" selidik Tuan Dingin sembari melip

ulut, Amber hanya bisa mengibas-ngibask

anya. Apakah itu berarti, se

ksakan kerongkongan untuk menelan. "Tidak. Ini sangat e

au bisa menjadi pelayan di rumah ini. Sekarang cepat habiskan makananmu. Tuga

akanku?" tanya Ambe

layan karena masakanmu enak," teran

etika mengembang. "Apa tugas

ia menariknya kembali ke kursi. "Habiskan dulu

. Ia benar-benar tidak suka rasa tanah dari sup lumpur itu. "Kau tahu? A

Dengan santai, Tuan Dingin menyodor

ndok di depannya. Malangnya, ia tidak punya pilihan lain se

asa sepuas itu. "Tunggu saja, Nona Lim. Aku akan membuatmu jauh lebih menderita. Ini baru permula

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Menaklukkan Duda Dingin
Menaklukkan Duda Dingin
“Amber Lim terkenal akan gaya hidup yang mewah dan kecantikan yang memukau. Namun sayang, perempuan itu juga dikenal sebagai perusak hubungan orang alias pelakor internasional. Menyesali sikap buruknya, ia pun bertekad untuk memulai hidup baru. Tanpa memedulikan musim dingin ekstrem yang sedang berlangsung, Amber pergi ke utara untuk berguru dengan Adam Smith, desainer perhiasan terbaik dunia yang misterius. Malangnya, di tengah perjalanan, Amber dirampok dan ditinggalkan di sebuah hutan. Hanya ada sebuah pondok kecil yang dapat menyelamatkannya dari beku, dan hanya ada satu orang yang dapat membantunya bertahan hidup-Tuan Dingin. Tidak ada yang tahu nama asli Tuan Dingin. Ia sengaja hidup menyendiri dan sangat tidak suka diganggu. Penduduk desa terdekat bahkan memanggilnya kanibal karena minimnya rasa kemanusiaan dalam diri pria itu. Padahal sesungguhnya, Tuan Dingin hanyalah seorang duda yang sangat membenci wanita, apalagi pelakor. Lantas, apa yang akan terjadi selanjutnya? Mampukah Amber menaklukkan Tuan Dingin dan pulang dengan selamat? Atau justru ... berakhir menjadi santapan lezat sang duda?”