icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Menaklukkan Duda Dingin

Bab 6 Tamparan Keras

Jumlah Kata:1185    |    Dirilis Pada: 22/12/2022

sofa. Wajah pucatnya tidak lagi bersemangat, sem

juga?" gerutu wanita itu sebelum terpejam menahan mual. Malangny

pusing saja," lanjutnya

g? Apakah karena

Dengan tampang datar, ia menjawab, "Ya, tapi bukan karena rasanya. Sup toma

dari dapur itu mengangguk-angguk. "Kalau

kirkan semua debu dari ruang ini. Tidak bisakah kau memberikan aku waktu istirahat?" prote

kau harus menuruti semua perintahku. Sekarang," Tuan Dingin memuta

njak dari sofa. "Kanibal sepertimu punya kamar tidur? Apaka

pakaian beraneka aroma membuatnya tidak layak ditempati. Belum lagi debu yang menggunung dan sarang laba-lab

a jauh lebih bersih dari ruangan ini," seru wa

eri komentar. Sekarang, mulailah bergera

kali tidak peduli dengan raut jijik di wajah Amber. Laki-laki

seraya mengibas-ngibas debu yang menghalangi pandangannya. "Dingin,

ur, ada sebuah lemari, meja, dan kursi di dalamnya. Semua perabotan itu

Kenapa banyak sekali? Lalu untuk apa dia punya lemari?" gerutu Amber s

ng melengkung maksimal. Di luar dugaan, pakai

mental? Kenapa hanya baju-baju ini yang dia jaga denga

rah di dasar lemari. Penasaran, ia pun membukanya. Ketika

a pusing dan mual yang sempat meradang seketika lenyap tergantikan kek

melihat ujung sweater yang hampir mengenai lututnya. "

i tubuhnya. "Dia pasti tidak keberatan kalau aku meminjam." Tanpa s

*

dah habis.

pintu. Sambil mengelap hidung dengan punggung tangan, ia

dan kursi yang belum kubereskan," tera

Dingin pun terbelalak. Sambil menggertakkan

ter ini?" hardiknya samb

erut tak senang. "Aku menemukannya di lemari. Daripada

gkar barang-barang pribadiku

. Sembari menyingkirkan tangan sang pria dari lengannya,

at b

lebih dulu menarik sweaternya ke atas. Tak ingin tubuhnya terlihat,

aian ini dari t

gu du

lekat di tubuhnya. Akan tetapi, Tuan Dingin tidak kenal iba

i kamar!" pekik Amber di

p lagi bersabar, Amber akhirnya melayangkan tamparan keras.

h sopan? Bagaimanapun, aku ini seorang wanita. Kau tidak boleh menarik-narik bajuku seperti tad

ini milikku. Rumah yang kau injak ini juga milikku. Kau seharusnya tahu d

sudah tidak teredam. "Koreksilah omonganmu itu! Aku bukan mengobrak-abrik,

mengenakan pakaianku! Kau tahu? Aku sangat menyesal telah m

berada di sini? Aku terpaksa. Hanya pondok kumuh ini harapanku untuk bertahan hidup. Dan

. Kau bisa keluar kapan saja, dan aku tidak akan melarang,

apas yang bergemuruh, Amber menusuk-nusuk pundak sang pria dengan telunjuk runcing

dah berbaik hati menjemur mantelmu di luar. Apakah kau mengharapkan aku juga ya

jendela di dekat sofa. Setelah menyingkap tirai,

ar tadi pagi?" sesal wanita itu sebelu

a terbungkus sweater, tidak butuh waktu lama untuk Amber mulai menggigil. Ke

Karena itukah Dia mengirimku kemari? Untuk

! Aku tidak akan menyerah. Malam ini juga, aku akan keluar dari pondok t

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Menaklukkan Duda Dingin
Menaklukkan Duda Dingin
“Amber Lim terkenal akan gaya hidup yang mewah dan kecantikan yang memukau. Namun sayang, perempuan itu juga dikenal sebagai perusak hubungan orang alias pelakor internasional. Menyesali sikap buruknya, ia pun bertekad untuk memulai hidup baru. Tanpa memedulikan musim dingin ekstrem yang sedang berlangsung, Amber pergi ke utara untuk berguru dengan Adam Smith, desainer perhiasan terbaik dunia yang misterius. Malangnya, di tengah perjalanan, Amber dirampok dan ditinggalkan di sebuah hutan. Hanya ada sebuah pondok kecil yang dapat menyelamatkannya dari beku, dan hanya ada satu orang yang dapat membantunya bertahan hidup-Tuan Dingin. Tidak ada yang tahu nama asli Tuan Dingin. Ia sengaja hidup menyendiri dan sangat tidak suka diganggu. Penduduk desa terdekat bahkan memanggilnya kanibal karena minimnya rasa kemanusiaan dalam diri pria itu. Padahal sesungguhnya, Tuan Dingin hanyalah seorang duda yang sangat membenci wanita, apalagi pelakor. Lantas, apa yang akan terjadi selanjutnya? Mampukah Amber menaklukkan Tuan Dingin dan pulang dengan selamat? Atau justru ... berakhir menjadi santapan lezat sang duda?”