icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Menaklukkan Duda Dingin

Bab 3 Bagian Favoritku

Jumlah Kata:1133    |    Dirilis Pada: 22/12/2022

Beruang Gila itu?" sesal Amber sambil berusaha mengatur napa

ki itu tidak meniduri

meriksa apakah ada yang aneh pada bagian bawah tubuhnya. Se

erutu Amber sebelum terdiam sesaat. "Tapi, apa maksudnya de

ajahi dapur. Tanpa sadar, tangannya bergerak

emeriksa apa yang ada di atas meja. Begitu menemukan tumpuka

Tanpa berpikir panjang, ia mulai

memeriksa ruangan. "Akan sempurna jika ada susu

membulat. Puluhan botol berisi cai

? Kenapa warnany

utup lemari dan beralih ke kulkas. Di

ini

n sebotol susu dan langsung mengenggakny

na aku kelaparan?" gumam wanita itu sebe

angnya, semua pintu yang ingin ia periksa terkunci rapat. Alhasil, wanita

er sambil terus menggeledah. Sayangnya, tidak ada informasi yang bisa didapat.

? Apakah Tuan Dingin benar-benar seorang psikopat?"

gkung maksimal. Aneka bentuk tulang ter

ng tidak diisi dengan tulang. Gumpalan kertas memenuhi ruangnya. Penasaran, ia pun

H KANIBA

itu, Amber pun mengeru

resi, ia mengambil

ERTIMU TIDAK

enyusun bukti-bukti yang telah ditemukan-papan peringatan yang tidak manusiawi, omongan Tuan Dingin tentang memakannya bulat-bulat,

dengan mata bulat. Seketika, kering

an kasar. Sedetik kemudian, Tuan Dingin

matanya bergerak-gerak mengamati Amber yang terbelalak, lemari yan

i, ia pun membentur lemari. Beberapa tulang berjatuhan di dekat kakinya.

eru pria itu sambil

nita itu sadar bahwa dirinya tidak akan bisa lolos dari terkaman sang pri

u kurus untukmu. Kau tidak akan merasa k

Dengan raut heran, ia memperhatikan wanita yang menghindari tatapan m

sud mengganggumu. Kedatanganku ke sini hanyalah sebuah kebetulan, dan aku menyesal telah me

etelah melihat tulang-tulang dalam lemari dan tulisan

ya dalam hati. Sedetik kemudian

cukup untuk menyelamatkanmu?" tan

nya mengintip lewat sudut atas matanya. "Apa yang harus kulak

ah lama tidak mema

gerian wanita itu kini tumbuh berlipat ganda. "T-tapi, kau

ria terangkat maksimal.

. "Tidak. Aku tidak mencurinya,

lu memohon agar aku tidak m

kepala. "Sungguh. Aku tidak mencuri ma

atkan hidungnya ke wajah Amber. Selagi perempuan yang mas

r pria itu sebelum memicingkan mata

nya. Bahkan, untuk berpikir saja, wanita itu sudah tidak sanggup. Ia hanya bisa membayangk

u," bisiknya hampir tak terde

s, sang pria menggelen

getahui "si Kanibal" hendak menggigit, sang wanita pun membe

lalu kurus untukmu!" pekik

tenaga. Tangannya terus mend

n! Lepas

Dingin agar menjauh. Ia tidak peduli jika selimut tak la

agresif. Selang beberapa detik, ia telah berhasil menjepit

jika memakannya!" seru wanita yang tidak bisa lagi berpikir normal. Apa pun yang t

menahan tawa. Ia gembira melihat si perempuan bodoh menderita. "Sekarang,

semakin dekat dengan mulut sang pria. Begitu Tuan Dingin

lutnya. Bekas luka pudar yang melintang di pergelangan sang wani

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Menaklukkan Duda Dingin
Menaklukkan Duda Dingin
“Amber Lim terkenal akan gaya hidup yang mewah dan kecantikan yang memukau. Namun sayang, perempuan itu juga dikenal sebagai perusak hubungan orang alias pelakor internasional. Menyesali sikap buruknya, ia pun bertekad untuk memulai hidup baru. Tanpa memedulikan musim dingin ekstrem yang sedang berlangsung, Amber pergi ke utara untuk berguru dengan Adam Smith, desainer perhiasan terbaik dunia yang misterius. Malangnya, di tengah perjalanan, Amber dirampok dan ditinggalkan di sebuah hutan. Hanya ada sebuah pondok kecil yang dapat menyelamatkannya dari beku, dan hanya ada satu orang yang dapat membantunya bertahan hidup-Tuan Dingin. Tidak ada yang tahu nama asli Tuan Dingin. Ia sengaja hidup menyendiri dan sangat tidak suka diganggu. Penduduk desa terdekat bahkan memanggilnya kanibal karena minimnya rasa kemanusiaan dalam diri pria itu. Padahal sesungguhnya, Tuan Dingin hanyalah seorang duda yang sangat membenci wanita, apalagi pelakor. Lantas, apa yang akan terjadi selanjutnya? Mampukah Amber menaklukkan Tuan Dingin dan pulang dengan selamat? Atau justru ... berakhir menjadi santapan lezat sang duda?”