icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Bab 7
Dipaksa Aborsi
Jumlah Kata:1024    |    Dirilis Pada:30/12/2022

Sekarang Scarlet tidak memiliki siapa pun yang bisa dia andalkan. Dia hanyalah seorang siswa yang baru berusia 19 tahun.

Kyra sudah merencanakan untuk berpura-pura baik pada Scarlet sehingga dia akhirnya akan patuh untuk menandatangani surat itu. Namun, dia tidak pernah menyangka Scarlet akan bersikap sangat keras kepala dan tidak tahu berterima kasih.

Merasa sangat marah, dia menahan rahang Scarlet dengan satu tangan dan tangan lainnya menunjuk ke arah kontrak, memaksanya untuk segera menandatanganinya.

Scarlet melirik ke arah Nolan yang duduk di hadapannya. Dia adalah ayah kandungnya, tapi dia sama sekali tidak peduli saat melihat Kyra menyerangnya secara fisik dan hanya menonton dengan menunjukkan ekspresi acuh tak acuh di wajahnya.

Meskipun Scarlet sudah sangat terbiasa dengan sikap dingin Nolan padanya, dia masih tetap merasa patah hati.

Mereka terus memaksanya untuk menandatangani dan bahkan mencap kontrak itu.

Sebenarnya, Scarlet bisa saja memberikan semuanya pada mereka tanpa melakukan perlawanan, tapi mereka memilih untuk bersikap jahat padanya, ini hanya menunjukkan orang seperti apa mereka.

Nolan tidak pantas untuk menjadi seorang ayah. Ketiga orang ini tidak memiliki sedikit pun rasa kemanusiaan di hati mereka.

Sekarang Scarlet tidak berdaya untuk melawan mereka. Bahkan jika dia ingin menuntut mereka, mereka akan menemukan cara untuk membungkamnya. Dia tidak punya pilihan selain mengakui kekalahannya.

"Apa aku sudah bisa pergi sekarang?"

Scarlet berdiri, menegakkan punggungnya, dan mengepalkan tinjunya dengan kesal. Dia menekankan setiap kata-kata yang diucapakannya, menolak untuk membungkuk di hadapan orang-orang yang mengerikan itu.

"Kamu sama persis seperti ibumu. Pelacur itu bisa saja menyelamatkan kita dari banyak masalah jika dulu dia setuju untuk menceraikan ayahmu saat pertama kali ayahmu memintanya. Kenapa dia harus sangat keras kepala? Dia benar-benar wanita bodoh!" kutuk Kyra.

Mendengar hinaan yang ditujukan pada mendiang ibunya, Scarlet merasa sangat marah dan merasa seperti baru saja ditusuk tepat di jantungnya.

Dia bersumpah pada dirinya sendiri bahwa dia akan membalas dendam pada mereka suatu hari nanti. Dia akan melakukannya untuk ibunya yang sudah meninggal, untuk adiknya yang hilang, dan untuk semua rasa sakit yang sudah dia derita selama bertahun-tahun karena ketiga orang ini.

Suatu hari nanti, dia akan menjadi orang yang tertawa terakhir. Saat ini, dia masih terlalu lemah untuk melawan, dan tidak ada orang yang mendukungnya. Dia harus bekerja keras dan membangun kehidupannya terlebih dahulu.

Tanpa menunggu tanggapan dari mereka, Scarlet berbalik dan hendak pergi, tapi Colleen langsung menghalangi jalannya dan menghentikannya.

"Apa lagi yang kamu mau dariku?" tanya Scarlet sambil mengerutkan keningnya. Mereka sudah mendapatkan uangnya. Apa lagi yang mereka inginkan darinya?

Colleen mengarahkan matanya melihat perut Scarlet, tatapan itu membuat Scarlet merasa sedikit tidak nyaman.

Merasakan jantungnya seakan melompat ke tenggorokannya, Scarlet secara refleks langsung melindungi perutnya.

"Levon selalu berada di luar negeri sejak kalian berdua menikah. Bagaimana bisa kamu hamil? Kamu benar-benar luar biasa. Aku tidak percaya kamu berani berhubungan dengan pria lain. Bagaimana jika Keluarga Fabianto mengetahui bahwa kamu sudah selingkuh dari Levon? Jika kamu tidak ingin berurusan dengan bajingan itu, kami bisa membantumu untuk menyingkirkannya. Keluarga Fabianto tidak perlu tahu tentang ini."

"Bagaimana kamu bisa tahu ...." Scarlet mulai merasa gugup.

Dia saja baru tahu tentang kehamilannya dan dia juga tidak memberi tahu siapa pun tentang itu. Bagaimana bisa Colleen mengetahuinya?

Scarlet sekarang mengerti kenapa keluarganya menawarkan bantuan padanya untuk menyingkirkan bayinya. Mereka pasti percaya bahwa dia selingkuh saat menikah dengan Levon.

Jika Keluarga Fabianto tahu bahwa dia mengandung anak dari pria lain saat dia masih menjadi istri Levon, mereka pasti akan mengambil kembali semua yang sudah diberikan Levon padanya saat penyelesaian perceraian mereka. Itu artinya Keluarga Benvolio tidak akan mendapatkan apa-apa.

Nolan, Kyra, dan Colleen mulai berjalan mendekati Scarlet. Mereka mengitarinya seperti sekumpulan hiu yang baru saja mencium bau darah di dalam air.

"Kalian ... jangan bertindak macam-macam. Anak yang kukandung ini ... bayi ini adalah milik Levon. Jangan berani-berani menyentuhku, atau Levon akan marah dan tidak akan pernah melepaskan kalian!"

Colleen mencibir, "Kamu benar-benar seorang pembohong yang buruk, Scarlet. Aku tahu kamu dan Levon hanya bertemu dua kali. Pertama kali saat kalian menikah, yang kedua dan terakhir saat kalian bercerai. Sekarang kamu sedang hamil tiga bulan. Tiga bulan lalu, kamu hanya di rumah saja, dan dia sedang berada di luar negeri. Jadi, tidak mungkin anak itu miliknya."

"Tahan dia dan bawa dia ke rumah sakit untuk melakukan aborsi. Kita harus membereskan masalah ini hari ini juga," perintah Kyra.

Mereka takut Scarlet akan melawan, jadi mereka sudah lebih dulu menyiapkan obat bius dan langsung menyuntik obat itu di lengannya.

Mereka tidak bisa menyuntikkan setiap tetes obat itu karena Scarlet berjuang keras melawan mereka, tapi mereka bisa menyuntikkan cukup banyak untuk membuat tubuhnya lemas.

Mereka kemudian langsung membawanya ke rumah sakit.

Scarlet merasa lemas karena pengaruh obat bius yang diberikan padanya, tetapi dia masih cukup sadar untuk mengetahui bahwa dia kini sudah dibawa ke ruang operasi. Dia ingin meronta, tetapi dia merasa terlalu lemah untuk melakukan apa pun.

Dia hanya bisa menyaksikan saat dokter melebarkan kakinya dengan perasaan ngeri. Dari tempatnya berbaring, dia bisa melihat beberapa pisau bedah stainless steel yang mengilap dan peralatan bedah lain di sekitarnya.

"Tidak, kumohon ... aku tidak ingin melakukan aborsi. Tolong, jangan lakukan itu ...." Scarlet menangis dan memohon belas kasihan dari mereka.

Dia belum memutuskan apakah akan melakukan aborsi atau tidak. Jujur, dia memang sempat berpikir untuk menyingkirkan anak ini. Namun, jelas itu bukan waktu yang tepat, dan saat ini, dia tidak ingin kehilangan bayinya di luar keinginannya sendiri.

Dia ingin menyerah untuk berjuang dan menerima takdir hidupnya.

Berbaring di meja operasi yang dingin, dia merasa sangat ketakutan.

Tidak bisa! Dia tidak boleh membiarkan mereka membunuh anaknya. Bayinya tidak bersalah.

Dia tidak punya keluarga di dunia ini. Dia sangat kesepian selama ini. Anaknya adalah kesempatannya untuk memiliki keluarga sendiri.

Jika bukan karena keinginan terakhir dari ibunya, Scarlet tidak akan bisa bertahan.

Dia ingin melindungi anak ini, seperti bagaimana ibunya selalu melindunginya sepanjang hidupnya.

Perawat memberitahunya bahwa hanya tiga persen kemungkinan kontrasepsi gagal. Itu adalah kesempatan yang sangat tipis, tapi dia ternyata tetap hamil. Scarlet hanya bisa berpikir bahwa anak ini memang sudah ditakdirkan untuk diberikan padanya.

Dia harus bisa menjaga bayinya, melahirkannya, dan membesarkannya seorang diri.

Bahkan tanpa bantuan Levon, Scarlet percaya bahwa selama dia terus menghujani anak mereka dengan cinta dan perhatian yang cukup, semuanya akan baik-baik saja.

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
1 Bab 1 Menceraikannya2 Bab 2 Aku Memiliki Orang Lain di Hatiku3 Bab 3 Hamil4 Bab 4 Urusanku Tidak Ada Hubungannya denganmu5 Bab 5 Dia Tidak Menggunakan Uang Keluarganya6 Bab 6 Aku Akan Mematahkan Kakimu7 Bab 7 Dipaksa Aborsi8 Bab 8 Siapa yang Berani Merampas Harta Mantan Istriku 9 Bab 9 Apa Levon Akan Menikahinya 10 Bab 10 Ibu Akan Melindungimu11 Bab 11 Bagaimana Aku Bisa Melindungimu 12 Bab 12 Tidak Ada Cedera yang Ditimbulkan Secara Sengaja13 Bab 13 Jahat dan Pendendam14 Bab 14 Itu Tidak Tergantung pada Kalian15 Bab 15 Anak Haram16 Bab 16 Apa Kamu Sakit 17 Bab 17 Meluruskan Salah Paham18 Bab 18 Kacau Balau19 Bab 19 Apa Kamu Sudah Sadar Sekarang 20 Bab 20 Apa Kamu akan Membiarkan Seseorang yang Tidak Kamu Cintai Melahirkan Anakmu 21 Bab 21 Dijebak22 Bab 22 Bertemu di Lift23 Bab 23 Grup Fabianto24 Bab 24 Menggoda25 Bab 25 Jaga Sikapmu, Tuan Fabianto26 Bab 26 Adegan yang Intim27 Bab 27 Kamu Bukan Gadis Seperti Itu, Bukan 28 Bab 28 Badai Petir29 Bab 29 Menginap di Vila Malam Ini30 Bab 30 Menginap31 Bab 31 Apa Pria Ini Impoten 32 Bab 32 Aku Akan Menemanimu Sampai Kamu Tertidur33 Bab 33 Sangat Perhatian34 Bab 34 Makan di Tengah Malam35 Bab 35 Berutang Budi Padanya36 Bab 36 Mengusirnya37 Bab 37 Mengantarnya Pulang38 Bab 38 Aku Tidak Suka Mengulangi Perkataanku39 Bab 39 Levon Menginap Semalam40 Bab 40 Akhirnya Aku Menemukanmu41 Bab 41 Aku Benar-Benar Tidak Memiliki Perasaan Untukmu42 Bab 42 Kamu Sudah Terlalu Banyak Bicara Hari Ini43 Bab 43 Wanita Itu Terlihat Akrab44 Bab 44 Saingan Cintaku Ternyata adalah Profesor Salvano45 Bab 45 Mengantarnya Pulang46 Bab 46 Kesalahan Pribadi47 Bab 47 Menguping Pembicaraannya48 Bab 48 Ciuman Penuh Gairah49 Bab 49 Menerima Telepon dari Ibu Levon50 Bab 50 Orang-orang yang Tidak Bisa Melihat Kebaikanmu51 Bab 51 Pernikahan52 Bab 52 Persyaratan Nenek53 Bab 53 Kesempatan Hidup Bersama Selama Tiga Bulan54 Bab 54 Mulai Hari Ini55 Bab 55 Aku Akan Bertanggung Jawab Padamu56 Bab 56 Perusak Hubungan57 Bab 57 Yasmin Mengetahuinya58 Bab 58 Terjadi Sesuatu pada Nona Benvolio59 Bab 59 Penyelamat60 Bab 60 Apa Anda Tidak Ingin Memperjuangkannya 61 Bab 61 Lakukan Saja Apa yang Kamu Mau62 Bab 62 Kebahagiaan yang Sederhana adalah yang Tersulit63 Bab 63 Nutrisi64 Bab 64 Kamu Melanggar Peraturan Keluarga65 Bab 65 Kebencian Evie66 Bab 66 Permintaan Maaf yang Tidak Tulus67 Bab 67 Aku Tidak Akan Pernah Berbohong Padamu68 Bab 68 Penjara Seumur Hidup69 Bab 69 Balas Dendam70 Bab 70 Mereka Pasti Memiliki Hubungan Rahasia71 Bab 71 Tunangan72 Bab 72 Scarlet adalah Wanita Perusak Hubungan73 Bab 73 Pengkhianat74 Bab 74 Mencari Saksi75 Bab 75 Apa Ini Cinta 76 Bab 76 Kepercayaan Tanpa Syarat77 Bab 77 Perlindungan78 Bab 78 Itu Bukan Salah Pak Salvano79 Bab 79 Demi Masa Lalu Kita80 Bab 80 Selera Orang Berbeda-beda81 Bab 81 Kunjungan82 Bab 82 Apa Aku Harus Melapor Padanya 83 Bab 83 Apa Berat Badanmu Naik 84 Bab 84 Dewey Mengakui Plagiarisme85 Bab 85 Dimanfaatkan86 Bab 86 Menanggung Semua Kesalahan87 Bab 87 Dia Salah Paham Pada Marlon88 Bab 88 Levon Cemburu89 Bab 89 Levon Sakit90 Bab 90 Levon Telah Membantunya Secara Diam-diam91 Bab 91 Menyuapi Obat92 Bab 92 Menangis Untuknya93 Bab 93 Merman94 Bab 94 Apa Kamu Pernah Berjuang Untuk Mendapatkannya 95 Bab 95 Pria yang Menjawab Telepon96 Bab 96 Mempertaruhkan Nyawa Anaknya yang Belum Lahir97 Bab 97 Panggilan Larut Malam98 Bab 98 Menjaga Perilaku99 Bab 99 Konspirasi100 Bab 100 Tinggal di Mansion