The Arrogant Boss

The Arrogant Boss

MariaGusti

5.0
Komentar
222K
Penayangan
155
Bab

Austin O'pry seorang CEO di O'Pry Enterprises Holdings menyabet gelar Arogant, angkuh dan memiliki integritas cukup disiplin dalam perusahaan besar ia miliki. Mengganggap wanita semua sama 'murahan' termasuk pada Aurora Wihelmina, wanita polos dan sederhana bekerja di perusahaannya karena masa lalu menyakitkan ditinggalkan sang tunangan. Aurora yang melihat Austin tampak biasa, seolah tidak tertarik pada kesempurnaan tubuh ia miliki membuat pria bermata biru menggebu. Tidak akan ada wanita yang tidak bisa ia takhlukan dan berakhir di ranjang berderit yang menjadi kebiasaannya. Emosi, penasaran, ingin mengenal, membenci menyatu. Hasrat Austin semakin gila menginginkan Aurora yang terusan menolak dan ingin menjadikannya wanita penghangat ranjang. Ketika, Aurora mulai nyaman ia menyadari kalau ia telah bertunangan dengan pengawal setia Austin. Mampukah Aurora mengakui kebohongan pada Austin ketika pria itu mulai mempercayai cinta? Apakah mereka tetap bertahan ketika Grace mulai berusaha mendapatkan Austin kembali dalam pelukannya? IG : MariaGustiSilaban

The Arrogant Boss Bab 1 Come Back

Hari ini adalah jadwal kepulangan pria bertubuh sempurna tak bercela kalau kata kaum hawa sebut. Atletikus merupakan bentuk tubuh yang ideal. Ya, pria itu sudah meraih predikat untuk kesempurnaan banyak diimpikan semua kaum wanita apalagi warna mata begitu mencolok ketika orang menatap, berwarna biru.

Bentuk tubuhnya memiliki perawakan bak olahragawan, kepala dan dagu yang terangkat ke atas, dada penuh, perut rata-berkotak, dan lengkung tulang belakang dalam batas normal.

Ia sudah memutuskan kembali dalam beberapa bulan ke Indonesia. Negara itu banyak kenangan untuknya. Kenangan pahit tentu ada, kenangan indah? Entahlah. Austin O'pry masih mengingat kenangan yang membuat menjadi pribadi pemarah, hingga sikap pria melekat dengan kata 'arogan'.

Tiket khusus kelas bisnis itu masih ia tatap, tatapan sendunya menatap tiket itu. Di ruangan apartemen luas bak sebuah gedung besar mewah, Austin tersenyum arogan. Dan diruangan ini ia banyak menghabiskan waktu hanya bekerja.

Austin menatap hiruk pikuk di negara yang terkenal dengan kincir angin. Menatap dari gedung yang menjulang tinggi, mata biru semakin mencolok. Seakan memikirkan sesuatu tapi entahlah, ia masih sibuk berpikir.

Austin meraih ponsel keluaran terbarunya. Setelah menekan nomor yang di tuju, ia memasukkan tangan kanan ke saku celana jas slim ia kenakan sembari berdiri lugas.

"Aku ingin semuanya tertutup. Jangan sampai ada seorang pun yang melihat kepulanganku," ucapnya di selular dan masih memasang wajah angkuh.

"Saya sudah prepare kepulangan Tuan Muda, keamanan sudah cukup ketat setiba Tuan nanti dan untuk mobil dua jam sebelum sampai sudah menunggu."

"Kamu tidak melupakan sesuatu 'kan?!" Austin menekankan setiap kalimat tercetus dari bibir seksinya.

"Semuanya aman Tuan Muda. Sudah saya persiapkan jauh sebelum keputusan Tuan kembali." Seseorang di selular berkata.

Austin bernapas lega, "Bagus kalau begitu. Jadwal keberangkatan beberapa jam lagi. Kamu sudah selesai dengan urusanmu?"

"Sudah Tuan muda, semua yang Tuan butuhkan di Indonesia nanti semuanya sudah saya aman."

"Oke, mobil sudah menunggu di bawah?"

"Sudah Tuan, saya sudah menyiapkan mobil. Saya sedang menunggu Tuan di bandara, mengantisipasi ada orang melihat."

"Aku tidak sia-sia memperkerjakanmu Frank."

"Terimakasih Tuan Muda atas kepercayaannya."

Austin menatap jam tangan pattek phillipe dari balik jas blue navy slim fitnya. "Baiklah, aku akan bersiap." Mematikan ponsel tanpa mendengarkan jawaban lagi.

Dengan langkah elegan, akhirnya ia keluar dari Apartemen pribadi mewah itu.

Sebelum dia pergi, Austin pergi menuju kantor mengambil beberapa berkas perusahaan di Indonesia. Setiap pegawai yang menoleh langsung tertunduk menghormati, memberikan salam disiplin. Tidak pernah seumur hidup mengeluarkan senyum natural. Hanya senyum sekadar menghargai terpancar, itu juga hanya terjadi di rapat kantor.

Austin terus berjalan keluar kantor setelah mendapatkan berkas yang dicari, dengan langkah teratur dan tenang tanpa membalas sapaan pegawai.

Mobil Audi khusus telah menunggu, ia keluar. Sekilas ia menatap kantornya itu, ia akan pergi ke Indonesia selama enam bulan. Sudah sangat lama kantor di sana tidak ada yang mengurus, jadi Austin akan pergi sembari menikmati liburan.

Belajar dari masa lalu yang kelam menjadikan hidup lebih baik dan pastinya membuat siapa pun tidak ingin ke lubang yang sama lagi. Hidup harus tetap dilanjutkan seburuk apa pun masa lalu.

Austin sudah menjadi pria sukses, memiliki semuanya kecuali pendamping. Di umur yang sudah sangat matang belum juga menikah. Jangan tanya berapa wanita yang sudah ditidurinya.

Ajudan itu membuka pintu untuknya, mempersilahkannya duduk, sengaja pulang dengan stelan jasnya, ia ingin dipandang orang dengan sebutan pria kaya.

Mobil pun melaju meninggalkan perusahaan Austin Enterprise Holdings, perusahaan ternama dan terbesar di negara itu.

Sesampainya di Bandar Udara Internasional Schiphol, Austin sudah dinantikan pengawal merangkap sebagai sopir pribadi. Tidak lama menunggu, Frank sudah hadir di depan menundukkan kepala, memberikan hormat untuk atasannya.

"Semua oke?" tanya Austin dengan bibir sensual.

"Semua yang Tuan perlukan sudah beres. Pesawat bisnis juga sangat jauh dari orang bawah."

"Bagus kalau begitu," Austin berjalan angkuh.

Beberapa karyawan di Bandara yang mengenal memberi hormat dan menundukkan kepala. Bagaimana tidak, Austin hampir menanamkan semua saham di setiap perusahaan yang sedang berkembang pesat. Termasuk saham di Bandara ini.

Sesampai di dalam pesawat kelas bisnis, tak henti Austin menatapi sekeliling.

"Tuan semuanya aman," Frank sepertinya mengerti maksud pencarian Austin.

"Aku hanya ingin memastikan saja." Austin merebahkan tubuh sembari memejamkan mata.

"Tuan," Frank memanggil sopan.

"Hmm ...." Austin hanya berdehem, mata masih terpejam.

Frank berdehem, menjelaskan sebaik mungkin. "Nona Grace. Pihak bandara di sana sudah mencoba menghentikan kedatangannya tapi dia terlalu memaksakan keinginan Tuan."

"Apa maunya lagi?" Austin muak.

"Saya juga belum tahu pasti Tuan. Aku pikir nona Grace masih mengharapkan Tuan Muda."

"Apa kamu mengatakan sesuatu dengannya?"

"Ada Tuan, saya mengatakan kalau kedatangan Tuan tidak ingin diganggu siapa pun termasuk dia."

"Lalu?"

"Tapi seperti yang Tuan ketahui, dia tetap bersikeras ingin menjemput kedatangan Tuan."

"Perempuan munafik! Tidak tahu diri." Austin mengungkapkan penuh dengan emosi yang mulai terbakar.

"Kalau Tuan mau, saya bis-"

"Tidak Frank." Austin memotong ucapan Frank lalu menatap serius.

Frank tidak ingin membalas, ia akan tetap mendengarkan setiap perkataan tajam Austin. Pria itu membenci dibantah.

"Biarkan saja. Aku sudah tidak tertarik dengannya, bahkan aku sangat muak melihatnya."

"Kalau Tuan keberatan saya bisa menugaskan petugas keamanan di sana untuk mengusir Nona Grace dari bandara."

"Tidak Frank. Itu tidak perlu. Karena aku sudah tidak perduli tentang kehidupan dia lagi."

"Maaf Tuan, akan saya laksanakan semua perintah Tuan." Frank menunduk patuh.

Austin memilih memejamkan mata kembali. Tak lama kemudian Frank menuju belakang dan ikut merebahkan tubuh. Mereka akan berada di atas awan untuk beberapa jam ke depan.

Setelah penerbangan yang memakan waktu cukup lama akhirnya mereka mendarat di Bandara Soekarno-Hatta. Dengan sigap, Frank menelpon para pengawal yang sudah hadir di Bandara. Langkah Elegan membuat orang terhenyak menatap ketampanan luar biasa. Mata biru mencolok yang pasti membuat para wanita ingin dalam dekapannya.

"Tuan, saya sudah menyiapkan mobil Tuan yang ada di sebelah sana," ucap Frank menunjuk beberapa meter letak mobil hitam kilat terparkir.

"Semua sudah sangat aman," Frank melanjutkan maksud Austin memendarkan pandangan.

Austin memberikan senyum kecil untuk pengawal pribadi itu. Frank sudah bekerja untuknya semenjak ia berumur lima tahun hingga kini usia semakin matang di angka tiga puluh tahun, kesetiaan membuat Frank menjadi kepercayaan keluarga O'pry.

Austin terus berjalan dengan anggun menuju mobil yang sudah di siapkan untuknya.

"Austin!" Seru sosok wanita berambut cukup jreng, merah cerah tersebut.

Austin hapal suara itu, suara pernah mengisi hari, suara yang

Menghancurkan hidupnya. Austin tidak menatap tapi langkah berhenti menunggu.

Merelakan apa saja demi pria ia cintai sudah menunggu sedari malam, menantikan kedatangan yang menurutnya mendadak. Tapi, terkait tentang Austin ia akan siap menunggu selama apa pun itu.

'Mantan tunanganku, apa kabarmu. Apa kamu masih mengingat kisah kita dulu? Kisah yang mungkin sudah kamu lupakan tapi aku ... aku masih mengingatnya.'

Pesawat kelas bisnis mendarat di Bandara, walau menatap dari kejauhan. Tadi malam ia berhasil mengontak Frank, keberangkatan malam dan akan sampai siang ini. Langkah kaki dibalut sepatu hitam mengkilatnya itu melangkah anggun menuju mobil yang sedari subuh menunggu di tempat cukup jauh dari kerumunan orang.

Ia ingin melihat wajah tampan dengan mata binar, apa dia juga-ingin-menemui?

"Austin!" Panggilnya lagi setelah langkah terhenti.

Austin memunggungi, dia tidak menatap. Grace masih mencintai, meski kenangan indah itu ia hancurkan dulu tapi kini yakin ada setetes cinta yang tersisa untuknya.

Grace Novita ingin ke pelukkan Austin, kembali menjadi wanita yang hebat di ranjang bersamanya. Austin belum menikah, bahkan dia masih memegang CEO terkaya di negara Belanda juga di Indonesia.

Mata indah yang tidak akan bisa dilupakan, walau saat itu dia masih merintis kekayaan tapi karena rasa sabar hilang Grace meninggalkannya padahal waktu itu pernikahan mereka tinggal hitungan hari.

"Austin," Grace berjalan sedikit cepat dan berhasil menatap wajah setelah beberapa tahun lamanya.

Dia masih tidak menatap, wajah keras membuat Grace semakin ingin dalam dekapan.

"Apa kamu tidak merindukanku?" tanya Grace.

"Tidak."

"Tap-tapi aku sudah menunggumu sangat lama. Aku- aku ...."

"Aku apa? Berpikirlah yang jernih dan gunakan pikiranmu itu sebaik mungkin."

"Austin, aku masih mencintaimu." Grace menjelaskan bernada serak.

"Jangan jadi wanita yang bodoh!"

Grace memberanikan menyentuh lengan dipenuhi bulu halus . "Kamu pasti masih mencintaiku 'kan? Kenangan indah kita, tidak akan pernah kamu lupakan sayang."

"Lepaskan!" Austin berseru dengan wajah seringai.

"Austin ...."

Austin menyingkirkan tangan Grace, merasa terpojok dengan kelakuan. Menyesal sudah meninggalkan di saat hidup Austin sedang bangkrut, kemiskinan melarat.

Austin menatap Grace pada akhirnya, "Jangan pernah memanggil namaku lagi. Aku harap ini pertemuan terakhir kita," ucap Austin pergi meninggalkan Grace mematung.

Grace terdiam, air mata jatuh menahan rasa menyesal. Dia bukan Austin yang dulu. Sekarang dia menjadi pria dingin yang angkuh, kasar, arrogant.

Tapi Grace berjanji, akan mengambil hati kembali. Karena saat ini dia sudah menjadi pria kaya, memiliki lebih dari empat perusahaan ternama dengan begitu hidup Grace juga tidak akan kekurangan lagi.

Lanjutkan Membaca

Buku lain oleh MariaGusti

Selebihnya

Buku serupa

Cinta yang Tersulut Kembali

Cinta yang Tersulut Kembali

Calli Laplume

Dua tahun setelah pernikahannya, Selina kehilangan kesadaran dalam genangan darahnya sendiri selama persalinan yang sulit. Dia lupa bahwa mantan suaminya sebenarnya akan menikahi orang lain hari itu. "Ayo kita bercerai, tapi bayinya tetap bersamaku." Kata-katanya sebelum perceraian mereka diselesaikan masih melekat di kepalanya. Pria itu tidak ada untuknya, tetapi menginginkan hak asuh penuh atas anak mereka. Selina lebih baik mati daripada melihat anaknya memanggil orang lain ibu. Akibatnya, dia menyerah di meja operasi dengan dua bayi tersisa di perutnya. Namun, itu bukan akhir baginya .... Bertahun-tahun kemudian, takdir menyebabkan mereka bertemu lagi. Raditia adalah pria yang berubah kali ini. Dia ingin mendapatkannya untuk dirinya sendiri meskipun Selina sudah menjadi ibu dari dua anak. Ketika Raditia tahu tentang pernikahan Selina, dia menyerbu ke tempat tersebut dan membuat keributan. "Raditia, aku sudah mati sekali sebelumnya, jadi aku tidak keberatan mati lagi. Tapi kali ini, aku ingin kita mati bersama," teriaknya, memelototinya dengan tatapan terluka di matanya. Selina mengira pria itu tidak mencintainya dan senang bahwa dia akhirnya keluar dari hidupnya. Akan tetapi, yang tidak dia ketahui adalah bahwa berita kematiannya yang tak terduga telah menghancurkan hati Raditia. Untuk waktu yang lama, pria itu menangis sendirian karena rasa sakit dan penderitaan dan selalu berharap bisa membalikkan waktu atau melihat wajah cantiknya sekali lagi. Drama yang datang kemudian menjadi terlalu berat bagi Selina. Hidupnya dipenuhi dengan liku-liku. Segera, dia terpecah antara kembali dengan mantan suaminya atau melanjutkan hidupnya. Apa yang akan dia pilih?

Gairah Liar Dibalik Jilbab

Gairah Liar Dibalik Jilbab

Gemoy

Kami berdua beberapa saat terdiam sejanak , lalu kulihat arman membuka lilitan handuk di tubuhnya, dan handuk itu terjatuh kelantai, sehingga kini Arman telanjang bulat di depanku. ''bu sebenarnya arman telah bosan hanya olah raga jari saja, sebelum arman berangkat ke Jakarta meninggalkan ibu, arman ingin mencicipi tubuh ibu'' ucap anakku sambil mendorong tubuhku sehingga aku terjatuh di atas tempat tidur. ''bruuugs'' aku tejatuh di atas tempat tidur. lalu arman langsung menerkam tubuhku , laksana harimau menerkam mangsanya , dan mencium bibirku. aku pun berontak , sekuat tenaga aku berusaha melepaskan pelukan arman. ''arman jangan nak.....ini ibumu sayang'' ucapku tapi arman terus mencium bibirku. jangan di lakukan ini ibu nak...'' ucapku lagi . Aku memekik ketika tangan arman meremas kedua buah payudaraku, aku pun masih Aku merasakan jemarinya menekan selangkanganku, sementara itu tongkatnya arman sudah benar-benar tegak berdiri. ''Kayanya ibu sudah terangsang yaa''? dia menggodaku, berbisik di telinga. Aku menggeleng lemah, ''tidaaak....,Aahkk...., lepaskan ibu nak..., aaahk.....ooughs....., cukup sayang lepaskan ibu ini dosa nak...'' aku memohon tapi tak sungguh-sungguh berusaha menghentikan perbuatan yang di lakukan anakku terhadapku. ''Jangan nak... ibu mohon.... Tapi tak lama kemudian tiba-tiba arman memangut bibirku,meredam suaraku dengan memangut bibir merahku, menghisap dengan perlahan membuatku kaget sekaligus terbawa syahwatku semakin meningkat. Oh Tuhan... dia mencium bibirku, menghisap mulutku begitu lembut, aku tidak pernah merasakan ini sebelumnya, Suamiku tak pernah melakukannya seenak ini, tapi dia... Aahkk... dia hanya anakku, tapi dia bisa membuatku merasa nyaman seperti ini, dan lagi............ Oohkk...oooohhkkk..... Tubuhku menggeliat! Kenapa dengan diriku ini, ciuman arman terasa begitu menyentuh, penuh perasaan dan sangat bergairah. "Aahkk... aaahhk,," Tangan itu, kumohooon jangan naik lagi, aku sudah tidak tahan lagi, Aahkk... hentikan, cairanku sudah keluar. Lidah arman anakku menari-nari, melakukan gerakan naik turun dan terkadang melingkar. Kemudian kurasakan lidahnya menyeruak masuk kedalam vaginaku, dan menari-nari di sana membuatku semakin tidak tahan. "Aaahkk... Nak....!"

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku
The Arrogant Boss The Arrogant Boss MariaGusti Romantis
“Austin O'pry seorang CEO di O'Pry Enterprises Holdings menyabet gelar Arogant, angkuh dan memiliki integritas cukup disiplin dalam perusahaan besar ia miliki. Mengganggap wanita semua sama 'murahan' termasuk pada Aurora Wihelmina, wanita polos dan sederhana bekerja di perusahaannya karena masa lalu menyakitkan ditinggalkan sang tunangan. Aurora yang melihat Austin tampak biasa, seolah tidak tertarik pada kesempurnaan tubuh ia miliki membuat pria bermata biru menggebu. Tidak akan ada wanita yang tidak bisa ia takhlukan dan berakhir di ranjang berderit yang menjadi kebiasaannya. Emosi, penasaran, ingin mengenal, membenci menyatu. Hasrat Austin semakin gila menginginkan Aurora yang terusan menolak dan ingin menjadikannya wanita penghangat ranjang. Ketika, Aurora mulai nyaman ia menyadari kalau ia telah bertunangan dengan pengawal setia Austin. Mampukah Aurora mengakui kebohongan pada Austin ketika pria itu mulai mempercayai cinta? Apakah mereka tetap bertahan ketika Grace mulai berusaha mendapatkan Austin kembali dalam pelukannya? IG : MariaGustiSilaban”
1

Bab 1 Come Back

16/07/2022

2

Bab 2 Resign

16/07/2022

3

Bab 3 Arrogant!

16/07/2022

4

Bab 4 Hate You

16/07/2022

5

Bab 5 Boss Sucks

16/07/2022

6

Bab 6 Draw Attention

16/07/2022

7

Bab 7 Confusing Smile

16/07/2022

8

Bab 8 Dizzy

16/07/2022

9

Bab 9 Nervous

16/07/2022

10

Bab 10 First Kiss

16/07/2022

11

Bab 11 Curious

19/07/2022

12

Bab 12 Secret Relationship

19/07/2022

13

Bab 13 Burning Seeing You

19/07/2022

14

Bab 14 Making Choices

19/07/2022

15

Bab 15 Low Trap

19/07/2022

16

Bab 16 Aurora's Second Kiss

19/07/2022

17

Bab 17 Don't Believe in Love

19/07/2022

18

Bab 18 Man with Mature Charm

19/07/2022

19

Bab 19 Dinner Together

19/07/2022

20

Bab 20 Love Vibration

19/07/2022

21

Bab 21 On Purpose

19/07/2022

22

Bab 22 Shameful Attitude

19/07/2022

23

Bab 23 Rough Love

19/07/2022

24

Bab 24 Where Are You

19/07/2022

25

Bab 25 Badminton

19/07/2022

26

Bab 26 What is This Feeling

19/07/2022

27

Bab 27 Kina Fell in Love

19/07/2022

28

Bab 28 Signs of Falling in Love

19/07/2022

29

Bab 29 Opium

19/07/2022

30

Bab 30 Go to the Officer Together

19/07/2022

31

Bab 31 Ingin Saling Menghangatkan

01/08/2022

32

Bab 32 Memendam Hasrat

03/08/2022

33

Bab 33 Pesona Austin

03/08/2022

34

Bab 34 Mempercayai Ungkapanmu (Rate 18+)

05/08/2022

35

Bab 35 Hasrat Terlarang Ternikmat

06/08/2022

36

Bab 36 Jatuh Cinta Sebenarnya

06/08/2022

37

Bab 37 Kumau, Hanya Aku

07/08/2022

38

Bab 38 Saling Terbakar Menginginkan

08/08/2022

39

Bab 39 Sebuah Fakta

09/08/2022

40

Bab 40 Pria Itu, Frank

11/08/2022