icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

The Arrogant Boss

Bab 6 Draw Attention

Jumlah Kata:1458    |    Dirilis Pada: 16/07/2022

skan napas terusan berat, mengingat kebaikan Pa

n banyak cobaan setelah masuk nanti, bulu roma bergidik ngeri dengan kondisi

o

setidaknya dia menden

n ruangan khusus untuknya begitu luas seperti lapangan basket. Tenggorokan ter

kilas menatap ruangan besarnya ini lagi. Ruangan yang tertata rapi, dan ini kali

mendekor ruang

i

rora memaksa senyum da

tidak perlu basa

ati bawahan seperti Aurora? Mengesalkan. Sejenak

kas mengenai laporan keuangan. Saya mewak

u, lalu menatap Aurora.

ah karena kegugupan. Ruangan ini memang tidak ada yang salah, bahkan ruangan ini

itu sesaat membuat terhanyut. Aroma tubuh yang

itu ada yang salah atau apa keningnya terlihat mengkerut. Tapi yakin, sebelum ia keruang

erjamu?" Dia

itu tanpa sengaja Aurora ja

jakan." Rora berkata sambil

alah!" Bentaknya melempa

g dirasakan saat ini, tida

belum saya datang. Saya pastikan semuanya

ambil menunjuk berkas, lalu dia

Austin, dia menghamburkan potongan ke

tidak. Ia tidak akan menangis di hadapan pria arogant tersebut. Mencoba te

engandalkanmu yang jelas tidak punya kemampuan di bidang

kan akan saya perbaiki lagi dan saya ak

n dan ketiga pekerjaanmu begitu buruk. Kecantikan tida

gembuskan

kamu harus lembur malam ini. Dan, laporannya haru

pas, "Baiklah Pak-

angan saya. Saya muak harus

ya air mata ingin jatuh tapi berus

ermisi." Aurora menu

sesak dengan ucapannya. Dia memang pria yang

aginya terkutuk. Tapi sekuat hati menahan tangis sedari tadi tertahan,

bali dan menatap komputer,

" tanya Chika terus

han rasa sedih,

s laporan k

an di

man di nerak

Kenapa aku harus berhadapan dengan Austi

ape

kita diganti atau secepatnya berla

dalam bange

emari sanking me

angnya Ra,

mbentak

riu

rora habis

gimana s

tu dan memberikan pada pria kejam itu.

ah

gepang usus dua belas

pang. Eh- gimana kamu ngep

njutkan pekerjaan

a lalu mulai sibuk dengan pekerjaannya

dak tahu kenapa ia mulai tertarik tentang wanita itu. Sebenarnya laporan tidak a

laporan. Menyenangkan membuat gugup seperti tadi,

p intens, dia bahkan memiliki ketertarikan itu bisa ia nilai d

-gila pada Austin O'pry. Tidak boleh ada seorang wanita pun menolak. Ia memiliki bany

h pukul enam sore namun kedatangannya belum juga terlihat. Austin menekan tombol remote tirai berlapis kaca hita

gah menuju kendaraan

Akan ia buat menyesal sedalam mungkin, Austin

berikan semangat sembari m

dan keep smile,"

erkata apa pun lagi, mendengus ti

erah." Aurora mengetuk p

an buruk, sepertinya itu dia. Ia mengatur posisi untuk duduk

ap Austin masi

napas, memberi

kan hasil laporan keuangan ter

uduk." Semena

akasih Pak," ucapnya sem

hasilnya masih sa

urangan. Tapi aku

akasih." Aurora

dasi tatapan maut menatap Aurora. Embusan napas s

anmu?" Austin a

aksudn

kamu akan p

akan pul

tor atau

us setiap harinya," ucapny

ikuk, terlihat dari panca

kamu yakin Bis

ada pak," jawab

arkan pulang bersama. Sialan! Apa ia ingin

nya Austin santai, seolah tidak berg

o menatap Austin

k kantor bisa mengantarmu pulang." Austi

api saya akan pulang naik bus saja," tola

penasaran, Austin ingin meniduri Aurora. Entah ke

s saya lakukan Pak?" Aurora

noth

alau begitu say

baik

mungil nan ramping dan

... Au

, perlahan membalikkan tubuh

an. Apa yang terjadi dengan Austin, kenapa menjadi seperti

arut malam. Tidak baik wanita

biasa Pak, semuanya akan baik saja. Tapi s

-kata agar kamu lebih was-was." Austin berkilah,

, saya p

k. Dan, Aurora berlalu

napa dia masih tidak tertarik, tapi Austin sudah bertekat akan men

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
The Arrogant Boss
The Arrogant Boss
“Austin O'pry seorang CEO di O'Pry Enterprises Holdings menyabet gelar Arogant, angkuh dan memiliki integritas cukup disiplin dalam perusahaan besar ia miliki. Mengganggap wanita semua sama 'murahan' termasuk pada Aurora Wihelmina, wanita polos dan sederhana bekerja di perusahaannya karena masa lalu menyakitkan ditinggalkan sang tunangan. Aurora yang melihat Austin tampak biasa, seolah tidak tertarik pada kesempurnaan tubuh ia miliki membuat pria bermata biru menggebu. Tidak akan ada wanita yang tidak bisa ia takhlukan dan berakhir di ranjang berderit yang menjadi kebiasaannya. Emosi, penasaran, ingin mengenal, membenci menyatu. Hasrat Austin semakin gila menginginkan Aurora yang terusan menolak dan ingin menjadikannya wanita penghangat ranjang. Ketika, Aurora mulai nyaman ia menyadari kalau ia telah bertunangan dengan pengawal setia Austin. Mampukah Aurora mengakui kebohongan pada Austin ketika pria itu mulai mempercayai cinta? Apakah mereka tetap bertahan ketika Grace mulai berusaha mendapatkan Austin kembali dalam pelukannya? IG : MariaGustiSilaban”