back
Unduh aplikasi
icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
GADIS BIASA VS BOSS MAFIA

GADIS BIASA VS BOSS MAFIA

Lucyana

4.9
Ulasan
87.5K
Penayangan
209
Bab

AREA DEWASA! YANG BELUM CUKUP UMUR, MINGGIR DULU YA, CARI BACAAN SESUAI UMURNYA. NEKAT BACA CERITA INI, DOSA TANGGUNG SENDIRI. Pertemuan Anne Mary yang masih berumur 18tahun dengan Marcio Lamparska, 30tahun dalam sebuah tragedi pembunuhan di Tokyo dimana Marcio sebagai pelaku pembunuhan dan Anne yang menjadi saksi matanya membuat hubungan antara Anne dan Marcio terikat dalam suatu kerjasama yang saling menguntungkan karena akibat dari tragedi pembunuhan tersebut, Anne yang merupakan orang terdekat dengan korban, tertuduh menjadi tersangka utama pembunuhan. Sebelum interpol menemukan dan menangkap Anne, Marcio bersama anak buahnya sudah terlebih dahulu menculik gadis itu dan membawanya ke Murcia, Spanyol, kediaman Marcio berada. Anne Mary yang memiliki otak jenius di atas rata-rata hanyalah seorang gadis muda yang sangat lugu, polos namun memiliki mulut yang tajam pedas dan kritis sedangkan Marcio yang tanpa dia sadari sudah jatuh cinta kepada gadis muda tersebut semakin membuatnya protektif menjaga dan memberikan pelatihan-pelatihan fisik pada Anne yang tentu saja semakin membangkitkan api dendam dalam diri Anne yang membara di dalam dadanya. Anne akhirnya bersedia membuka hatinya untuk menerima perasaan Marcio agar dia bisa lebih mudah untuk membunuh pria itu yang ternyata tanpa dia sadari masuk ke dalam perangkapnya sendiri, jatuh cinta pada Marcio. Bisakah Anne melupakan Touda Akira sepenuhnya, orang yang sudah menjadi korban pembunuhan Marcio, dimana Touda merupakan cinta pertama Anne yang mencintainya secara diam-diam dan melupakan balas dendamnya pada Marcio? Bagaimana dengan Iosef, tangan kanan musuh besar Marcio yang sejak pertama kali bertemu dengan Anne, memiliki perasaan tidak biasa terhadap gadis mungil itu. Iosef juga musuh yang pernah melukai Anne namun juga menyelamatkan gadis itu dari kematian. Demi menyelamatkan Marcio, Anne terpaksa ikut pergi dengan Iosef. Iosef yang lembut, perhatian, sangat posesif dan mencintai Anne dengan nyawanya. Cinta yang tulus dan abadi namun memahami jika gadis yang dia cintai tersebut masih mengukir nama Marcio di dalam hatinya. Dalam pelarian bersama Iosef, Anne tumbuh semakin kuat, tangguh dan sangat cantik mempesona. Ayunan pedangnya sangat cepat, akurat, dan sikapnya tegas, tidak segan membunuh siapapun yang menjadi tugas dalam misinya. Akankah pertemuan kembali Anne dan Marcio bisa menumbuhkan perasaan cinta dan kerinduan di antara mereka lagi atau mereka menjadi musuh yang akan saling membunuh? Ikuti terus cerita Anne Mary ini dari seorang gadis biasa yang jelek menjadi seorang gadis muda yang sangat cantik dan memukau namun sifatnya yang sangat tidak peka akan cinta membuat para pria yang terpikat padanya selalu salah paham akan sikapnya. “Ini bukan tentang cinta dan siapa yang kamu pilih, tapi kepada siapa kamu akan berkomitmen untuk memberikan hati yang kamu yakini dia bisa menjaga hatimu dengan sangat baik,” – Anne Mary. CERITA INI EXCLUSIVE HANYA ADA DI BAKISAH!

Bab 1
Saksi Mata

Anne berdiri terpaku saat dia membuka pintu apartemen, berjalan masuk ke ruang keluarga apartemen tersebut dan melihat apa yang terjadi di ruang keluarga.

Touda Akira, pemilik apartemen yang meminta Anne satu jam yang lalu agar datang membawa laporan yang biasa Anne kerjakan untuk pria tampan yang baik hati itu, kini sudah bersimbah darah tergeletak di lantai dengan moncong pistol masih terlihat mengeluarkan asapnya mengarah pada jantung Touda.

Pria yang memegang pistol terkejut melihat ke arah gadis muda yang berdiri kaku di ruang tengah namun dia bisa dengat cepat menguasai dirinya dan begitu pula dengan dua orang pria di belakang pria yang memegang pistol langsung waspada menatap gadis dengan penampilan sangat biasa di depan mereka itu yang juga terlihat cuek, tidak ada ketakutan di wajahnya meski yang dia lihat adalah tindakan pembunuhan.

Mata Touda melotot menatap Anne, ingin mengatakan sesuatu namun hanya terdengar nafas kasar dari pangkal tenggorokannya beberapa kali sampai tubuhnya melenting kemudian diam tidak bergerak di lantai.

Anne berjalan santai mendekati pria yang menodongkan pistol yang baru saja menurunkan tangannya, membawa tas kerja yang di bawa Anne ke arah pria tersebut.

Kedua orang pria yang berpakaian hitam di belakang bergerak maju ingin menghalangi tapi pria yang di depan menahan mereka membiarkan Anne mendekatinya.

“Berikan bayaranku!” kata Anne memecah kesunyian.

Sang pria terus menatap Anne dari awal dia datang sampai berdiri dekat dengannya sekaligus berpikir siapa sebenarnya gadis muda tersebut, menilai apa hubungannya dengan Touda Akira yang terkenal hanya berhubungan dengan wanita-wanita cantik yang seksi saja, tapi wanita di depannya ini sangat jauh dari kata seksi, bahkan wajahnya sangat biasa, tidak cantik sama sekali.

Sang pria masih diam memandangi penampilan Anne tidak menjawab apa-apa.

“Dia berjanji akan membayarku hari ini, tapi Anda sudah membunuhnya. Jadi, Anda yang harus membayarku!” ujar Anne tak gentar sama sekali di bawah tiga pasang mata yang sangat tajam menatap dan memperhatikannya.

“Berapa?” terdengar suara bariton dari mulut pria yang di depannya, matanya tetap tidak berkedip menatap ke arah gadis muda yang tidak takut melihatnya meski sedang memegang senjata api di tangannya.

“500ribu Yen!” jawab Anne tegas.

Kedua alis pria di depan Anne terlihat bertaut dengan bibir terkatup rapat, menatap semakin tajam ke dalam mata Anne yang juga menatapnya tanpa takut sama sekali.

“Itu adalah bayaran dari pekerjaanku. Ini! Adalah pekerjaan yang dia pinta untuk aku kerjakan. Silakan!” Anne memberikan tas kerja ke hadapan pria di depannya.

Pria di depan Anne menerimanya, lalu menyerahkan tas kerja kepada kedua pria di belakangnya untuk di periksa.

Kedua pria di belakang segera mengambil tas kerja, membuka dan mengeluarkan kertas-kertas laporan yang sudah di kerjakan Anne. Mereka menghampiri pria yang di depan Anne dan membisikkan sesuatu di telinga sang pria.

“Anne Mary!” ujar sang pria memastikan nama wanita muda yang sangat mungil dan berani di depannya itu.

“Ya, itu namaku. Berikan uangku dan aku tidak punya urusan lagi dengan kalian semua” jawab Anne mengangkat dagunya membalas tatapan pria di hadapannya.

“Marcio Lamparska” sang pria mengulurkan tangannya ke arah Anne setelah menyelipkan pistol ke belakang pinggangnya.

Anne terlihat tidak peduli dan tentu saja dia tidak mau menjabat uluran tangan pria yang tidak dia kenal di depannya itu. Bagi Anne adalah dapatkan bayaran agar dia bisa berbelanja keperluan hidupnya, menyetok makanan di lemari atau membayar buku pedoman

untuk tugas-tugas kuliahnya.

“Aku tidak peduli siapa namamu, berikan uangku karena ku tidak punya waktu untuk terus berada di sini!” tegas Anne berkedip sesaat tetap mengangkat dagunya menatap sombong ke arah pria yang berdiri tinggi menjulang di depannya.

Marcio memiringkan kepalanya, menjawab singkat “Oke!”

Marcio meminta salah satu pria di belakangnya untuk memberikan kartu namanya kepada gadis muda di depannya. Anne berdecak sinis melihat ke arah kartu nama tersebut karena alamatnya adalah alamat perusahaan Touda Akira yang Anne sudah sering keluar masuk di sana terkait pekerjaannya membantu pria tampan kharismatik yang sekarang sudah terbujur kaku di bawah kakinya.

“Anda ingin menipuku? CK!” desis Anne kemudian dia berbalik tidak mau membuang-buang waktunya lagi berhadapan dengan pria yang sepertinya tidak akan membayarnya tersebut. Anne harus pergi ke pekerjaan sambilannya di pom bensin yang menjadi pekerjaan sambilan Anne jika tidak ada pekerjaan dari Touda Akira, meski Touda mengatakan Anne tidak perlu melakukan pekerjaan apapun selain membantunya.

“Kami akan memberikan bayaranmu, Nona. Anda pantas mendapatkan bayaran dari pekerjaan Anda” ujar salah satu pria di belakang berkata pada Anne yang sudah berjalan mendekati pintu.

Anne tidak peduli, dia sudah hampir terlambat. Membuka pintu lalu segera pintu di belakangnya tertutup otomatis setelah Anne berada di luar. Anne segera berlari ke lift lalu memilih pintu keluar samping apartemen yang sangat sudah Anne hapal sekali rute dan jalurnya.

Gadis itu terus berlari dan menjauh sampai ke halte bertepatan bus menuju tempat kerjanya datang di halte. Anne duduk terengah-engah di dalam bus. Hatinya sangat kecut, perih dan sangat sakit. Pria yang di cintainya meregang nyawa di hadapannya, Anne tidak berbuat apa-apa untuk membantunya.

Touda Akira yang menjamin hidup Anne agar tetap bisa tinggal di Jepang dan melanjutkan kuliahnya kini sudah tidak ada lagi. Sungguh hati Anne sangat takut luar biasa saat menghadapi tiga pria bertubuh besar di unit apartemen Touda tadi akan tetapi Anne tidak mau terlihat lemah di hadapan mereka, Anne tidak mau terlihat lemah di hadapan siapapun.

Sudah lama sekali Anne tidak menangis mengeluarkan airmata, sekarang beberapa tetes airmatanya membasahi pipinya. Bahu Anne sampai bergetar menahan isak tangisnya.

Seorang anak kecil yang duduk di depan Anne, menyodorkan sapu tangan padanya.

“Arigatou” ucap Anne menerima sapu tangan tersebut dengan sedikit senyum di bibirnya yang di balas anggukan oleh anak kecil tersebut yang juga tersenyum.

Bus yang di tumpangi Anne sampai ke halte pom bensin tempat dia kerja sambilan. Anne sekali lagi mengucapkan terima kasih pada anak kecil yang memberikan sapu tangan padanya, membungkukkan badannya hormat lalu turun dari bus. Dari luar bus pun Anne kembali mengucapkan terima kasih menatap ke jendela yang anak kecil tersebut juga menatap ke arah Anne, Anne menundukkan kepalanya kembali pada anak kecil itu. Ini adalah adat dan tradisi orang Jepang dalam mengucapkan terima kasih, minimal di ucapkan tiga kali.

Anne segera mengganti pakaiannya dengan pakaian kerja, dan betapa terkejutnya dia saat melihat pria yang tadi memegang pistol di apartemen Touda Akira sudah berada di tempat kerjanya. Pria itu duduk dengan santainya di satu-satunya kursi panjang di ruangan ganti pakaian karyawan tempat Anne bekerja. Pria itu terus memperhatikan Anne yang segera meng-scan sidik jarinya melakukan absen.

“Anda hampir terlambat, Nona!” ujar sang pria yang di abaikan oleh Anne karena Anne segera berlalu pergi untuk bekerja.

Unduh Buku