My Lovely Man

My Lovely Man

bestari

5.0
Komentar
348
Penayangan
20
Bab

Dididik sedemikian keras oleh Ibunya membuat Nathasia Marieta menjadi gadis yang begitu angkuh dan dingin. Masa lalu yang kelam membuat ia begitu tak tersentuh. Pria manapun akan berpikir ribuan kali untuk mendekatinya. Belum lagi ucapan pedasnya yang selalu menyakiti lawan bicaranya. Hingga seorang pria yang tak pernah diduganya merubah cara pandangnya terhadap segala sesuatu.

My Lovely Man Bab 1 Gadis yang tak Tersentuh

Nathasia Marieta, gadis yang kerap disapa Nath itu menyisir rambut lurus sepinggang nya dengan telaten. Setelah dirasa rapi, ia keluar dari kamarnya lalu menuruni anak tangga. Di meja makan, ia sudah melihat sang panutannya sedang memakan sarapannya dengan begitu elegan. Pemandangan yang sama setiap paginya yang selalu ia dapatkan.

"Mom, apa pria tua itu menemui mom lagi?" Tanpa basa-basi Nath duduk di kursi yang ada di depan Mommynya.

Ia meminum segelas susu putih kesukaannya.

"Dia tidak akan menyerah. Tapi, aku juga akan mengeraskan hatiku!" Ujarnya sombong.

Diana Webster. Seorang wanita yang usianya hampir setengah abad itu mengambil tissu kemudian membersihkan mulutnya dari sisa makanan yang menempel. Ia dan suaminya sudah berpisah sejak dua tahun yang lalu. Penghianatan yang dilakukan oleh suami tercintanya membuat ia muak dan sangat sakit hati tentu saja. Dia pikir suaminya yang kelihatan baik itu tidak tahu menyimpang. Nyatanya, yang kelihatan baik belum tentu benar-benar baik.

Akibat perceraian yang terjadi sekitar dua tahun silam, membuat Nath, gadis belia itu membenci mahluk yang namanya pria. Rasa trauma membuat dirinya selalu membatasi diri jika berdekatan dengan pria. Begitu juga di tempat ia bekerja. Ia tidak pernah benar-benar memiliki teman yang dekat dengannya. Ia selalu membatasi diri untuk itu.

"Kemarin, dia mendatangiku ke kantor. Bisa mommy bayangkan kan? Dia berlagak seperti papa yang baik. Bahkan, ia seperti sudah tidak memiliki harga diri lagi jika mengingat perlakuannya dahulu!" Mengingat kejadian tiga hari lalu membuat Nath kembali kesal lagi.

Bagaimana tidak, ia yang selama ini berusaha mati-matian menyembunyikan identitas dirinya malah bocor hanya karena ulah papanya yang sungguh menyebalkan itu.

"Berani sekali dia? Apa dia sudah tidak punya wajah lagi?" Gerutu Diana.

"Jadi, bagaimana pekerjaan mu? Kau tidak ingin resign? Mommy siap merekrut kamu jika ingin keluar dari sana!" Bujuk Mommynya seperti yang terjadi sudah-sudah.

Sebenarnya, itu tawaran yang sangat menarik. Tetapi, Nath ingin bekerja dengan jujur. Ia tidak ingin masuk kantor hanya karena koneksi. Itu justru memperburuk citranya sebagai

seorang wanita workaholic. Nath ingin mencoba hidup mandiri tanpa harus bergantung pada oranglain terlebih Mommynya.

Mommynya memang memiliki perusahaan yang bergerak di bidang tekstil. Bidang yang sama sekali bukan jurusannya. Nath hanyalah seorang pegawai kantoran. Perusahaan yang merekrutnya merupakan salah satu perusahaan terbesar di Negaranya. Dan ia bekerja di bidang akuntan. Bidang yang membuat wajahnya jarang tersorot oleh orang-orang kantor.

Itu sebabnya ia menyukainya. Nath tidak terlalu senang menjadi bahan perhatian orang-orang. Meski ia sering mengalaminya. Ia juga selalu mengenakan kacamata bulat ke kantornya untuk menambah kesan santai di setiap penampilannya. Ia tidak ingin penampilannya terlampau mencolok sehingga menjadi perhatian banyak orang.

"Aku akan resign setelah mengumpulkan uang yang sangat banyak!" Ujarnya tanpa ragu.

Jam masih terlalu pagi untuk berangkat ke kantor. Jadi, ia ingin menghabiskan waktunya pagi ini bersama mommy cerewetnya.

"Kau tidak ingin menikah?" Tanya Diana lagi.

"Dan akhir yang aku dapatkan adalah perceraian seperti mommy dan papa? Big No. Nath nggak sudi!" Tolaknya seraya menggelengkan kepalanya cepat.

"Memiliki Mommy di hidupku sudah membuat aku merasa lengkap. Aku juga sudah tidak butuh pria lagi di hidupku. Hidupku terlalu berharga hanya untuk sebuah perceraian!" Lajutnya lagi. Dengan begitu, Diana hanya diam saja. Ia rasa ia sudah tak memiliki pembelaan lagi. Perkataan Nath putri tunggal nya itu memang benar. Untuk apa menikah jika hanya berujung perceraian.

"Kamu benar Nath sayang. Kadang mommy menyesal jika mengingat perlakuan papamu dulu. Namun, saat melihat kamu sudah sebesar ini, membuat Mommy bersyukur. Dan Mommy punya kamu. Kamu adalah alasan mengapa Mommy tidak menyerah dalam hidup ini!" Ujarnya haru.

"Jangan sedih mom. Sudahlah, aku akan terlambat jika mommy bersedih seperti ini!" Nath kemudian mengecup pipi Mommynya kemudian sedikit berlari mengambil mobilnya di garasi.

Ia mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. Menikmati semilir angin yang menerpa wajahnya karena kaca yang ia biarkan terbuka.

Setelah sampai di parkiran, Nath berjalan seraya menenteng Tote bag yang senantiasa ia bawa itu. Didalamnya hanya ada ponsel dan laptopnya. Tidak ada bekal siang atau apapun itu.

Ia terbiasa makan di kantin perusahaan. Yang harganya lumayan irit. Hingga ia bisa menabung uangnya.

Ia memasuki lift yang hampir tertutup itu dengan setengah berlari meluruskan tangannya. Dua orang pria di dalam lift itu, yang Nath sendiri tidak tahu namanya memandangnya dengan kerutan di dahi. Terlebih seorang pria yang berdiri tidak jauh darinya. Namun, Nath tak menghiraukan itu. Ia terlalu sibuk untuk hal-hal seperti itu.

"Apa anda pegawai disini?"

Nath sedikit tersentak mendengar nada bariton pria itu menyapanya. Sebenarnya ia tak ingin menjawab. Hanya saja, ada sesuatu di dalam dirinya yang mendorong agar menjawab pertanyaan pria itu.

"Ya. Kau juga pegawai disini?" Nath sedikit memutar badannya demi bisa melihat pria itu.

Nath bisa menebak jika pria itu bukanlah pegawai atau semacamnya. Dilihat dari penampilannya yang terlihat rapi dan bukan seperti orang sembarangan.

Seorang pria yang berdiri di belakang orang yang menyapanya tadi ingin menjawab. Namun di hentikan oleh temannya itu.

"Bukan. Aku memang bekerja disini. Tapi, bukan seorang pegawai!" Jawab pria itu lagi.

Kerutan di dahi Nath sedikit jelas. "Baiklah. Senang bertemu denganmu!" Ucap Nath lalu kembali ke posisinya semula.

Pria itu menatap Nath dari belakang dengan intens. Ucapan yang dilontarkan Nath tidak sesuai dengan ekspresi wajahnya yang begitu dingin, seolah ada tembok yang menahannya.

Ia berkata senang, namun wajahnya tidak menyertakan senyuman sebagai pelengkap di kalimat akhirnya. Terlebih lagi jika tatapan mata gadis itu adalah tatapan mata yang merasa bosan. Bukan tatapan memuja seperti yang biasa ia dapatkan dari wanita-wanita di sekelilingnya.

Pria itu melihat jika gadis itu berhenti di lantai 25. Lalu ia keluar setelah memberikan senyuman sarkastik nya.

"Selidiki segalanya tentang gadis itu!" Perintahnya mutlak. Gadis itu sudah menarik atensinya. Dan ia tidak suka perasaan itu. Seharusnya ia yang mendominasi. Bukan gadis kecil itu.

"Baik tuan!" Jawab sang ajudan yang masih setia berdiri di belakangnya.

"Mungkin ia bekerja di bidang akuntan. Nanti, perintahkan kepala divisi itu untuk menghadap ku!" Lanjutnya lagi.

Kedua orang itu berhenti di lantai paling akhir di gedung itu. Salah satu gedung pencakar langit yang paling tinggi di kota itu.

Dari ketinggian itu, seluruh ibukota serasa mampu ia genggam. Maka, ia tak akan membiarkan semut apapun mengusiknya. Auranya adalah sebuah bukti kepemimpinan.

Dia adalah Joseph Trenton. Pemilik serta pendiri Trenton corp. Pengusaha muda paling sukses di negaranya. Serta mulai menyebarkan taringnya ke beberapa negara tetangga dan negara-negara maju.

Lanjutkan Membaca

Buku serupa

Bosku Kenikmatanku

Bosku Kenikmatanku

Juliana
5.0

Aku semakin semangat untuk membuat dia bertekuk lutut, sengaja aku tidak meminta nya untuk membuka pakaian, tanganku masuk kedalam kaosnya dan mencari buah dada yang sering aku curi pandang tetapi aku melepaskan terlebih dulu pengait bh nya Aku elus pelan dari pangkal sampai ujung, aku putar dan sedikit remasan nampak ci jeny mulai menggigit bibir bawahnya.. Terus aku berikan rangsang an dan ketika jari tanganku memilin dan menekan punting nya pelan "Ohhsss... Hemm.. Din.. Desahannya dan kedua kakinya ditekuk dilipat kan dan kedua tangan nya memeluk ku Sekarang sudah terlihat ci jeny terangsang dan nafsu. Tangan kiri ku turun ke bawah melewati perutnya yang masih datar dan halus sampai menemukan bukit yang spertinya lebat ditumbuhi bulu jembut. Jari jariku masih mengelus dan bermain di bulu jembutnya kadang ku tarik Saat aku teruskan kebawah kedalam celah vaginanya.. Yes sudah basah. Aku segera masukan jariku kedalam nya dan kini bibirku sudah menciumi buah dadanya yang montok putih.. " Dinn... Dino... Hhmmm sssttt.. Ohhsss.... Kamu iniii ah sss... Desahannya panjang " Kenapa Ci.. Ga enak ya.. Kataku menghentikan aktifitas tanganku di lobang vaginanya... " Akhhs jangan berhenti begitu katanya dengan mengangkat pinggul nya... " Mau lebih dari ini ga.. Tanyaku " Hemmm.. Terserah kamu saja katanya sepertinya malu " Buka pakaian enci sekarang.. Dan pakaian yang saya pake juga sambil aku kocokan lebih dalam dan aku sedot punting susu nya " Aoww... Dinnnn kamu bikin aku jadi seperti ini.. Sambil bangun ke tika aku udahin aktifitas ku dan dengan cepat dia melepaskan pakaian nya sampai tersisa celana dalamnya Dan setelah itu ci jeny melepaskan pakaian ku dan menyisakan celana dalamnya Aku diam terpaku melihat tubuh nya cantik pasti,putih dan mulus, body nya yang montok.. Aku ga menyangka bisa menikmati tubuh itu " Hai.. Malah diem saja, apa aku cuma jadi bahan tonton nan saja,bukannya ini jadi hayalanmu selama ini. Katanya membuyarkan lamunanku " Pastinya Ci..kenapa celana dalamnya ga di lepas sekalian.. Tanyaku " Kamu saja yang melepaskannya.. Kata dia sambil duduk di sofa bed. Aku lepaskan celana dalamku dan penislku yang sudah berdiri keras mengangguk angguk di depannya. Aku lihat di sempat kagett melihat punyaku untuk ukuran biasa saja dengan panjang 18cm diameter 4cm, setelah aku dekatkan ke wajahnya. Ada rasa ragu ragu " Memang selama ini belum pernah Ci melakukan oral? Tanyaku dan dia menggelengkan kepala

Cinta yang Tersulut Kembali

Cinta yang Tersulut Kembali

Calli Laplume
4.9

Dua tahun setelah pernikahannya, Selina kehilangan kesadaran dalam genangan darahnya sendiri selama persalinan yang sulit. Dia lupa bahwa mantan suaminya sebenarnya akan menikahi orang lain hari itu. "Ayo kita bercerai, tapi bayinya tetap bersamaku." Kata-katanya sebelum perceraian mereka diselesaikan masih melekat di kepalanya. Pria itu tidak ada untuknya, tetapi menginginkan hak asuh penuh atas anak mereka. Selina lebih baik mati daripada melihat anaknya memanggil orang lain ibu. Akibatnya, dia menyerah di meja operasi dengan dua bayi tersisa di perutnya. Namun, itu bukan akhir baginya .... Bertahun-tahun kemudian, takdir menyebabkan mereka bertemu lagi. Raditia adalah pria yang berubah kali ini. Dia ingin mendapatkannya untuk dirinya sendiri meskipun Selina sudah menjadi ibu dari dua anak. Ketika Raditia tahu tentang pernikahan Selina, dia menyerbu ke tempat tersebut dan membuat keributan. "Raditia, aku sudah mati sekali sebelumnya, jadi aku tidak keberatan mati lagi. Tapi kali ini, aku ingin kita mati bersama," teriaknya, memelototinya dengan tatapan terluka di matanya. Selina mengira pria itu tidak mencintainya dan senang bahwa dia akhirnya keluar dari hidupnya. Akan tetapi, yang tidak dia ketahui adalah bahwa berita kematiannya yang tak terduga telah menghancurkan hati Raditia. Untuk waktu yang lama, pria itu menangis sendirian karena rasa sakit dan penderitaan dan selalu berharap bisa membalikkan waktu atau melihat wajah cantiknya sekali lagi. Drama yang datang kemudian menjadi terlalu berat bagi Selina. Hidupnya dipenuhi dengan liku-liku. Segera, dia terpecah antara kembali dengan mantan suaminya atau melanjutkan hidupnya. Apa yang akan dia pilih?

Kesempatan Kedua dengan Sang Miliarder

Kesempatan Kedua dengan Sang Miliarder

Cris Pollalis
5.0

Raina terlibat dengan seorang tokoh besar ketika dia mabuk suatu malam. Dia membutuhkan bantuan Felix sementara pria itu tertarik pada kecantikan mudanya. Dengan demikian, apa yang seharusnya menjadi hubungan satu malam berkembang menjadi sesuatu yang serius. Semuanya baik-baik saja sampai Raina menemukan bahwa hati Felix adalah milik wanita lain. Ketika cinta pertama Felix kembali, pria itu berhenti pulang, meninggalkan Raina sendirian selama beberapa malam. Dia bertahan dengan itu sampai dia menerima cek dan catatan perpisahan suatu hari. Bertentangan dengan bagaimana Felix mengharapkan dia bereaksi, Raina memiliki senyum di wajahnya saat dia mengucapkan selamat tinggal padanya. "Hubungan kita menyenangkan selama berlangsung, Felix. Semoga kita tidak pernah bertemu lagi. Semoga hidupmu menyenangkan." Namun, seperti sudah ditakdirkan, mereka bertemu lagi. Kali ini, Raina memiliki pria lain di sisinya. Mata Felix terbakar cemburu. Dia berkata, "Bagaimana kamu bisa melanjutkan? Kukira kamu hanya mencintaiku!" "Kata kunci, kukira!" Rena mengibaskan rambut ke belakang dan membalas, "Ada banyak pria di dunia ini, Felix. Selain itu, kamulah yang meminta putus. Sekarang, jika kamu ingin berkencan denganku, kamu harus mengantri." Keesokan harinya, Raina menerima peringatan dana masuk dalam jumlah yang besar dan sebuah cincin berlian. Felix muncul lagi, berlutut dengan satu kaki, dan berkata, "Bolehkah aku memotong antrean, Raina? Aku masih menginginkanmu."

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku